Nasional

Helikopter PK-CFX Jatuh di Sekadau, Seluruh 8 Penumpang Dinyatakan Meninggal

Oleh : Rikard Djegadut - Jum'at, 17/04/2026 10:45 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID – Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap helikopter PK-CFX milik PT Matthew Air yang jatuh di Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, berakhir duka. Seluruh penumpang yang berjumlah delapan orang dipastikan meninggal dunia.

Hingga Jumat (17/4) dini hari WIB, tim SAR gabungan telah menemukan seluruh korban. Dari jumlah tersebut, lima korban berhasil dievakuasi, sementara tiga lainnya masih terjepit di dalam puing-puing badan helikopter.

Proses evakuasi terhadap tiga korban yang tersisa terus dilanjutkan pada Jumat pagi dengan melibatkan berbagai unsur, termasuk TNI, Polri, Basarnas, serta tim gabungan lainnya.

Kasat Reskrim Polres Sekadau, Zainal Abidin, menjelaskan bahwa proses evakuasi menghadapi kendala berat akibat medan yang sulit dan posisi bangkai helikopter yang berada di area terjal. Tim bahkan harus menggunakan peralatan khusus untuk memotong bagian badan helikopter.

“Karena kondisinya tidak memungkinkan, kami lanjutkan pagi hari,” ujar Zainal saat berada di lokasi, Kamis (16/4) malam.

Helikopter nahas tersebut mengangkut delapan orang, terdiri dari dua kru yakni pilot Capt. Marindra W dan Harun Arasyid (EOB), serta enam penumpang: Patrick K, Victor T, Charles L, Joko C, Fauzie O, dan Sugito.

Kronologi Kejadian

Helikopter PK-CFX sebelumnya dilaporkan hilang kontak pada Kamis siang (16/4) saat melintas di wilayah Kecamatan Nanga Taman. Tim SAR gabungan segera dikerahkan untuk melakukan pencarian intensif, baik melalui jalur udara maupun darat.

ADC Kepala Kantor SAR Pontianak, Ridwansyah, menyebut tim mengerahkan berbagai alat, termasuk helikopter Super Puma, kendaraan roda empat, hingga sepeda motor untuk menjangkau lokasi yang sulit diakses.

“Kita kerahkan semua potensi, baik udara maupun darat,” ujarnya.

Kondisi geografis di lokasi kejadian yang didominasi hutan lebat, perbukitan, serta akses jalan terbatas menjadi tantangan utama dalam proses pencarian.

Setelah melakukan pencarian dari udara, tim akhirnya menemukan serpihan helikopter di kawasan hutan Dusun Hulu Peniti. Titik lokasi tersebut kemudian dikonfirmasi sebagai lokasi jatuhnya helikopter.

“Setelah melakukan pencarian beberapa kali, tim udara menemukan serpihan dan titik awal lokasi kejadian,” kata Ridwansyah.

Saat ini, fokus utama tim di lapangan adalah mengevakuasi seluruh korban dan memastikan seluruh jenazah dapat segera dibawa keluar dari lokasi untuk penanganan lebih lanjut.

Artikel Lainnya