Jakarta, INDONEWS.ID - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) kembali menorehkan prestasi di kancah internasional. Melalui ajang bergengsi The Asset Triple A Sustainable Finance Awards 2026 yang digelar di Four Seasons Hong Kong, PNM berhasil meraih penghargaan kategori “Best Orange Bond/Sukuk – Indonesia” atas penerbitan sukuk senilai Rp3,77 triliun.
Penghargaan ini menjadi bukti nyata peran PNM dalam mengembangkan instrumen pembiayaan berkelanjutan yang tidak hanya berorientasi bisnis, tetapi juga memberikan dampak sosial, khususnya bagi pemberdayaan perempuan dan pelaku usaha ultra mikro di Indonesia.
Sekretaris Perusahaan PNM, Dodot Patria, menyatakan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh insan perusahaan dalam menghadirkan pembiayaan yang inklusif dan berdampak langsung bagi masyarakat.
“Penghargaan ini menjadi cerminan dari upaya kolektif seluruh insan dalam menghadirkan pembiayaan yang tidak hanya inklusif, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Ke depan, kami akan terus memperkuat peran sebagai mitra pemberdayaan bagi perempuan prasejahtera agar dapat tumbuh, mandiri, dan berkontribusi dalam menggerakkan ekonomi keluarga maupun lingkungan sekitarnya,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (18/4/2026).
Capaian ini sekaligus memperpanjang rekam jejak PNM di ajang yang sama, setelah sebelumnya juga meraih penghargaan serupa pada tahun-tahun sebelumnya. Konsistensi tersebut mencerminkan komitmen berkelanjutan PNM dalam mengintegrasikan prinsip keuangan syariah dengan pendekatan pembangunan ekonomi berbasis komunitas.
Melalui instrumen sukuk yang inklusif, PNM tidak hanya memperluas akses pembiayaan, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi masyarakat dari lapisan terbawah. Hingga Maret 2026, layanan pemberdayaan PNM telah menjangkau lebih dari 22,9 juta nasabah di seluruh Indonesia.
Jangkauan tersebut didukung jaringan luas yang tersebar di 36 provinsi, 452 kabupaten/kota, serta 6.165 kecamatan. Operasional ini diperkuat oleh ribuan kantor layanan, mulai dari kantor cabang hingga unit Mekaar dan ULaMM, yang memungkinkan pendampingan usaha dilakukan secara berkelanjutan.
Sebagian besar portofolio pembiayaan PNM juga diarahkan pada skema berbasis syariah, sejalan dengan komitmen perusahaan dalam membangun ekosistem keuangan yang inklusif, berkelanjutan, dan bertanggung jawab.