Nasional

Pendapatan Tertekan, Ojol Menanti Realisasi Janji Prabowo Potongan Aplikator 8 Persen

Oleh : Rikard Djegadut - Sabtu, 02/05/2026 11:28 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID - Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 membawa angin segar bagi para pengemudi ojek online (ojol). Pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait rencana pembatasan potongan biaya oleh perusahaan aplikator maksimal 8 persen disambut positif oleh para mitra pengemudi.

Salah satu pengemudi ojol, Willy, yang ditemui di kawasan Jakarta Pusat, mengaku telah mendengar kabar tersebut dan menyebutnya menjadi perbincangan hangat di kalangan driver. Ia berharap kebijakan tersebut tidak hanya menjadi wacana, tetapi benar-benar diterapkan secara tegas.

“Kami berharap Pak Presiden menekankan kepada aplikator agar sungguh-sungguh menetapkan potongan 8 persen untuk para ojol,” ujar Willy, Jumat (1/5/2026).

Menurut Willy, persoalan utama yang selama ini dihadapi pengemudi adalah besarnya potongan dari aplikator yang bisa mencapai hingga 20 persen. Hal tersebut dinilai sangat memberatkan, apalagi di tengah tuntutan kerja yang semakin tinggi.

Ia juga menyoroti berbagai program promo murah atau layanan hemat yang diterapkan aplikator. Program tersebut, menurutnya, justru memperkecil pendapatan pengemudi dan berdampak pada kualitas layanan.

“Program hemat, slot, dan lain-lain itu sangat mencekik. Driver jadi enggan ambil order karena potongannya besar, pelanggan juga akhirnya kesulitan dapat driver,” keluhnya.

Selain itu, Willy mengungkapkan minimnya transparansi terkait pembagian tarif antara aplikator dan pengemudi. Driver hanya menerima nominal bersih tanpa mengetahui secara rinci berapa potongan yang diambil pihak perusahaan.

Ia bahkan menceritakan pengalamannya saat menjadi pelanggan, di mana seorang driver menolak order karena hanya memperoleh keuntungan Rp5 ribu dari tarif yang dibayar pelanggan sebesar Rp20 ribu.

“Di aplikasi, kami hanya lihat angka bersih. Tidak tahu potongannya berapa persen,” jelasnya.

Kondisi tersebut membuat para pengemudi harus bekerja lebih keras untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Willy mengaku, untuk mendapatkan pendapatan kotor sekitar Rp150 ribu per hari, dirinya harus bekerja dari pagi hingga larut malam.

“Dari subuh sampai malam, bahkan sampai jam 1 pagi, baru dapat sekitar Rp150 ribu. Itu pun belum dipotong bensin, makan, dan kebutuhan lain,” ujarnya.

Dengan kondisi tersebut, para pengemudi ojol berharap kebijakan pembatasan potongan 8 persen dapat segera direalisasikan. Mereka menilai langkah ini akan menjadi solusi untuk meningkatkan kesejahteraan driver sekaligus menciptakan sistem yang lebih adil dan transparan.

Artikel Lainnya