Jakarta, INDONEWS.ID – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek), Brian Yuliarto, mengungkapkan alasan pelibatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam proses pembekalan bagi penerima beasiswa LPDP.
Menurut Brian, langkah tersebut bertujuan untuk mempersiapkan para penerima beasiswa agar tidak mengalami gegar budaya (culture shock) saat menempuh pendidikan di luar negeri. Selain itu, pembekalan dari TNI juga diharapkan dapat menanamkan nilai kedisiplinan serta memperkuat wawasan kebangsaan.
“Supaya mereka tidak culture shock dan semacamnya. Termasuk disiplin. Penguatan kebangsaan juga ada,” ujar Brian kepada wartawan, Minggu (3/4).
Ia menjelaskan, program pembekalan ini penting agar para penerima beasiswa memiliki kesiapan mental dan karakter yang kuat selama menjalani studi di luar negeri. Dengan demikian, mereka diharapkan dapat menyelesaikan pendidikan dengan baik dan kembali ke Indonesia untuk berkontribusi.
“LPDP ini butuh muatan disiplin, kerja keras, dan kebangsaan. Supaya ketika belajar nanti, mereka punya semangat untuk kembali dan memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa,” tuturnya.
Lebih lanjut, Brian menyebutkan bahwa kriteria prajurit TNI yang akan dilibatkan dalam program tersebut masih dalam tahap pembahasan. Namun, ia memastikan bahwa pihak yang terlibat nantinya merupakan personel yang memiliki pengalaman relevan.
“Nanti itu belum ditentukan. Tentu dari yang pernah berpengalaman,” katanya.
Rencana pelibatan TNI dalam pembekalan penerima LPDP ini pun menuai sorotan publik. Sejumlah laporan menyebutkan bahwa keterlibatan TNI akan difokuskan pada kegiatan pelatihan luar ruangan bagi peserta angkatan tahun ini.
Kebijakan tersebut memicu perdebatan di ruang publik, terutama terkait relevansi peran institusi militer dalam program pendidikan sipil, serta efektivitasnya dalam membentuk karakter penerima beasiswa di era globalisasi.*