Daerah

Peresmian "Jembatan Cinta Kasih" di Sumba Barat Daya, Solusi Kebutuhan Konektivitas Warga

Oleh : very - Senin, 11/05/2026 17:13 WIB


Acara peresmian ”Jembatan Cinta Kasih” yang menghubungkan Desa Bondo Bela dan Desa Rita Baru, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur pada 10 tanggal Mei 2026. (Foto: Ist)

Sumba Barat Daya, INDONEWS.ID - Sebuah langkah menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat kembali diwujudkan oleh DAAI TV melalui peresmian ”Jembatan Cinta Kasih” yang menghubungkan Desa Bondo Bela dan Desa Rita Baru, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur pada 10 tanggal Mei 2026.

Jembatan ini hadir sebagai solusi atas kebutuhan konektivitas masyarakat yang selama bertahun-tahun harus menghadapi deras dan dalamnya Sungai Polapare untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.

Desa Rita Baru memiliki populasi sebanyak 412 KK atau 1.745 jiwa, sementara Desa Bondo Bela dihuni oleh 825 KK atau 4.520 jiwa. Kehadiran jembatan ini diharapkan mampu membuka akses yang lebih aman dan layak bagi ribuan warga, khususnya dalam bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, serta interaksi sosial antarwilayah.

Prof. Dr. M. Alie Humaedi, M.Ag., M.Hum. dari Pusat Riset Arkeologi Lingkungan, Maritim, dan Budaya Berkelanjutan BRIN menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur seperti ini menjadi bagian penting dalam memperkuat kehidupan sosial masyarakat dan mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah terpencil.

“Pembangunan Jembatan Cinta Kasih yang menghubungkan Desa Bondo Bela dan Rita Baru ini adalah sarana perwujudan imajinasi komunitas terkait masalah konektivitas di atas Sungai Polapare yang berarus deras dan dalam. Harapannya selain memberikan jaminan keselamatan dan mengurangi risiko kesakitan, jembatan ini mampu meningkatkan akses terhadap fasilitas kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan mempererat interaksi sosial masyarakat,” ujarnya seperti dikutip dari siaran pers.

Pembangunan teknis Jembatan Cinta Kasih Sumba ini, dikerjakan oleh Vertical Rescue Indonesia yang sudah berpengalaman dalam membangun jembatan gantung di berbagai pelosok Indonesia. 

Komandan Tim Pembangunan Jembatan Cinta Kasih dari VRI, Dadan Ridwan Hamdani menjelaskan bahwa posisi titik lokasi pembangunan jembatan ini berada di lereng tebing, sehingga harus memangkas atau meratakan tebing untuk menempatkan posisi tiang gapura dan angkur. Lokasi pembangunan jembatan yang dipenuhi oleh batuan kapur yang rapuh serta kondisi curam di titik Desa Rita Baru juga menjadi tantangan tersendiri.

Jembatan gantung ini memiliki panjang sekitar 90 meter dengan lebar 1,2 meter. Seluruh material pembangunan harus diangkut secara manual dengan berjalan kaki sejauh kurang lebih 3 kilometer melewati jalur curam dari titik terakhir kendaraan menuju lokasi pembangunan. 

“Dengan tantangan sebesar itu kami sungguh berharap agar jembatan bisa dirawat semaksimal mungkin dan akses jalan diperbaiki agar lebih aman serta dapat digunakan kendaraan roda dua,” tambah Komandan Tim Pembangunan VRI.

Pembangunan jembatan ini juga melibatkan partisipasi masyarakat setempat yang bergotong royong untuk membangun akses untuk desa mereka.

Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonu Wulla, S.T., menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi berbagai pihak dalam pembangunan jembatan tersebut.

“Pemerintah Daerah Sumba Barat Daya saat ini menghadapi tantangan pembangunan dengan adanya pemangkasan dana sebesar Rp 215 miliar. Pembangunan jembatan dengan melibatkan banyak pihak seperti ini tentu menjadi salah satu sarana untuk terus melanjutkan pembangunan di tengah kebutuhan masyarakat Sumba Barat Daya yang sangat besar,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pembangunan Jembatan Cinta Kasih menjadi inspirasi bagi pemerintah daerah untuk mengembangkan lebih banyak jembatan gantung di berbagai titik wilayah Sumba Barat Daya.

 

Gerakan DAAI Berdampak, Menggerakkan Kebaikan 

Sebagai media yang mengusung nilai cinta kasih dan kemanusiaan, DAAI TV menjadi inisiator utama dalam dalam gerakan kolaboratif ini melalui kampanye DAAI Berdampak, MenggerakkanKebaikan.

Di tengah era digital dan banjir informasi, DAAI TV percaya bahwa media tidak hanya berfungsi menyampaikan berita dan informasi, tetapi juga dapat menjadi bagian dari solusi dan menghadirkan dampak positif nyata bagi masyarakat.

Elisa, CEO DAAI TV mengatakan bahwa DAAI TV sebagai media penyampai kebaikan juga ingin turut berkontribusi menghadirkan solusi dalam masalah sosial dengan menggerakkan banyak pihak untuk bisa menolong sesama.

“DAAI TV berharap, jembatan ini bisa memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat di sekitar sungai Polapare, sekaligus juga menjadi perwujudan komitmen DAAI sebagai media yang mengusung pesan kebenaran, kebajikan dan keindahan,” ujarnya.

Menggandeng Badan Riset & Inovasi Nasional (BRIN), Vertical Rescue Indonesia, PT. Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) serta para donatur, DAAI TV tidak hanya mendukung pembangunan jembatan, tetapi juga membagikan 600 tas sekolah dan perlengkapan alat tulis untuk anak-anak di desa Rita Baru dan Mata Kapore  sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan dan masa depan generasi muda di Sumba Barat Daya.

Rahmansyah Cong, sebagai salah satu perwakilan donatur pembangunan jembatan Cinta Kasih dalam sambutannya, berharap jembatan ini bisa menjadi solusi bagi warga. Ia merasa bahagia karena dapat turut mewujudkan harapan masyarakat untuk memiliki jembatan.

"Saya tadi bicara dengan Mama-mama, Bapak-bapak, memang di sini sangat membutuhkan jembatan,” katanya.

Rahmansyah Cong juga menegaskan komitmennya untuk membangun beberapa jembatan lagi di daerah Sumba untuk membuka koneksi antarwilayah di daerah ini. 

Acong, panggilan Rahmansyah, sebelumnya juga telah berkolaborasi dengan DAAI TV, Vertical Rescue Indonesia (VRI) dan Badan Riset Nasional Indonesia (BRIN) membangun jembatan di daerah Mata Kapore, Sumba Barat Daya yang diberi nama jembatan Hasan Hasanudin.

Awal mulanya Acong terkesan dengan narasumber yang dihadirkan dalam program Mimpi Jadi Nyata DAAI TV, sehingga ia menyanggupi untuk membantu pembangunan jembatan di desa Mata Kapore. 

Paulus Florianus, perwakilan DAAI TV yang juga turut hadir dalam peresmian Jembatan Cinta Kasih kali ini menyampaikan bahwa pembangunan  jembatan kedua di Sumba Barat Daya ini menjadi bukti bahwa media memiliki peran  untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekaligus menginspirasi  pemirsa  untuk menggerakkan lebih banyak kebaikan di masyarakat.

Pembangunan Jembatan Cinta Kasih yang menghubungkan Desa Bondo Bela dan Rita Baru dan melintasi Sungai Polapare ini menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas sektor dapat menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat dan menjadi inspirasi untuk terus menggerakkan kebaikan untuk kemajuan masyarakat di wilayah pelosok Indonesia. *

 

Artikel Lainnya