Nasional

Simak Siapa yang Akan Dilantik ke Dalam Basketball Hall of Fame Tahun 2026?

Oleh : Rikard Djegadut - Rabu, 13/05/2026 07:09 WIB


 

Jakarta, INDONEWS.ID - 1xBet menyoroti para legenda bola basket yang akan mendapat penghargaan pada 14-15 Agustus. 

Amar`e Stoudemire

Pemain asal Amerika Serikat dengan tinggi 208 cm ini pernah bermain sebagai center dan power forward untuk empat tim NBA serta tim nasional AS.

Stoudemire enam kali terpilih sebagai NBA All-Star (2005, 2007–2011), meraih gelar Rookie of the Year pada 2003, dan masuk ke dalam All-NBA First Team pada 2007. Bersama Tim AS, ia meraih medali perunggu di Olimpiade 2004 dan medali emas di Kejuaraan FIBA Amerika (2007).

Candace Parker

Power forward setinggi 193 cm ini pernah bermain untuk Los Angeles Sparks, Chicago Sky, dan Las Vegas Aces. Parker adalah juara WNBA tiga kali (2016, 2021, 2023) dan MVP Final WNBA 2016, serta meraih berbagai penghargaan individu baik di level perguruan tinggi maupun profesional. Bersama Tim USA, Candace meraih medali emas Olimpiade di Beijing dan London.

Chamique Holdsclaw

Chamique masuk ke Hall of Fame Basket New York pada 2015 dan Hall of Fame Basket Wanita pada 2018. Dengan tinggi 188 cm, ia bermain di posisi small forward dan terpilih sebagai All-Star WNBA enam kali (1999-2003, 2005).

Pada tahun 2002, ia menjadi pencetak poin terbanyak liga dan memimpin peringkat rebound. Bersama Tim AS, Holdsclaw meraih medali emas di Olimpiade 2000 dan Kejuaraan Dunia FIBA 1998.

Elena Delle Donne

Sebagai salah satu pemain bola basket wanita dengan prestasi terbanyak, ia meraih medali emas Olimpiade di Rio pada 2016, menjuarai Piala Dunia FIBA pada 2018, dan merebut gelar juara WNBA setahun kemudian.

Dengan tinggi 196 cm, Delle Donne bermain sebagai small forward dan shooting guard untuk Chicago Sky dan Washington Mystics. Dia terpilih ke dalam WNBA All-Star Game sebanyak tujuh kali (2013-2015, 2017-2019, dan 2023).

Doc Rivers

Rivers memulai karier kepelatihannya pada tahun 1999. Selama 27 tahun, ia menjabat sebagai pelatih kepala lima tim NBA: Orlando Magic (1999-2003), Boston Celtics (2004-2013), Los Angeles Clippers (2013-2020), Philadelphia 76ers (2020-2023), dan Milwaukee Bucks (2023-sekarang).

Pada saat penulisan ulasan 1xBet ini, Doc telah meraih 1.180 kemenangan, menempati peringkat keenam sepanjang masa dalam sejarah NBA. Ia memenangkan gelar juara NBA bersama Celtics pada tahun 2008 dan dinobatkan sebagai Pelatih Terbaik NBA Tahun 2000.

Michael D`Antoni

D’Antoni menghabiskan sebagian besar karier bermainnya di Italia, tempat ia juga memulai karier kepelatihannya. Pada tahun 1997, ia kembali ke Amerika Serikat sebagai asisten pelatih untuk Denver Nuggets, dan setahun kemudian, ia mengambil alih posisi sebagai pelatih kepala.

Ia dinobatkan sebagai Pelatih Terbaik NBA dua kali — pada tahun 2005 bersama Phoenix Suns dan pada tahun 2017 bersama Houston Rockets.

Inovasi Michael memberikan dampak yang mendalam pada permainan. Filsafat serangannya dikenal sebagai “Seven Seconds or Less” — tim mendominasi melalui tembakan yang cepat dan efisien. 

Mark Few

Dia adalah salah satu pelatih paling sukses dalam sejarah bola basket perguruan tinggi, sebuah cabang olahraga yang popularitasnya di beberapa negara bagian bahkan menyaingi NBA. Pada tahun 2024, Mark Few menjadi bagian dari staf kepelatihan Steve Kerr di Olimpiade Paris, di mana Tim AS kembali meraih medali emas.

Joey Crawford

Crawford menghabiskan 39 musim sebagai wasit NBA dari tahun 1977 hingga 2016. Selama kariernya yang panjang, dia memimpin 2.561 pertandingan musim reguler, yang merupakan yang terbanyak kedua dalam sejarah NBA, bersama dengan rekor 374 penampilan di babak playoff, dan 50 pertandingan Final NBA dari tahun 1986 hingga 2015.

1996 United States women`s Olympic basketball team

Tiga puluh tahun yang lalu, tim tersebut meraih medali emas Olimpiade di kandang sendiri di Atlanta, memenangkan semua delapan pertandingan dengan selisih rata-rata lebih dari 30 poin.

Dipimpin oleh Tara VanDerveer, skuad tersebut menampilkan enam pemain yang nantinya masuk ke Hall of Fame Basket. Penampilan dominan mereka memainkan peran kunci dalam peluncuran WNBA pada tahun 1996.

Pelajari lebih lanjut tentang basket bersama 1xBet Indonesia! 

Artikel Lainnya