Jakarta, INDONEWS.ID - Pemerintah Provinsi Banten meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran hantavirus dengan memperketat pengawasan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Langkah ini dilakukan guna mencegah masuknya kasus hantavirus dari luar negeri melalui jalur kedatangan internasional.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti, mengatakan pengawasan dilakukan melalui koordinasi dengan pihak kekarantinaan kesehatan di area bandara.
“Peningkatan pengawasan dilakukan di pintu masuk Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Soekarno-Hatta dan BKK Kelas I Banten,” kata Ati di Serang, Kamis (14/5), dikutip Antara.
Selain memperketat pengawasan di bandara, Pemprov Banten juga meningkatkan kewaspadaan di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) terhadap kemungkinan munculnya kasus suspek hantavirus.
Perhatian khusus diberikan kepada rumah sakit sentinel penyakit infeksi emerging di Banten, yakni RSUD Kabupaten Tangerang. Rumah sakit tersebut disiapkan untuk memantau sekaligus menangani potensi kasus yang ditemukan di wilayah Banten.
Meski pengawasan diperketat, Ati meminta masyarakat tetap tenang dan tidak panik. Menurutnya, langkah pencegahan paling efektif adalah menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari kontak dengan tikus sebagai reservoir utama virus.
Masyarakat diimbau untuk mencegah tikus masuk ke rumah, menjaga sanitasi lingkungan, serta menyimpan makanan dalam wadah tertutup rapat agar tidak terkontaminasi.
“Kami terus mengedukasi masyarakat agar menghindari kontak langsung dengan reservoir, yaitu tikus beserta kotorannya, maupun area yang berpotensi tercemar seperti tempat sampah dan got. Segera datang ke fasyankes jika mengalami gejala suspek,” ujarnya.
Ati menjelaskan hantavirus merupakan penyakit menular jenis Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome atau HFRS. Namun demikian, risiko penularan antar manusia disebut sangat rendah.
Gejala umum yang dialami penderita antara lain demam, sakit kepala, nyeri otot dan betis, tubuh lemas, mual, muntah, hingga kulit menguning.
Pemprov Banten juga mengungkap wilayah tersebut pernah mencatat satu kasus positif hantavirus pada November 2025. Namun pasien telah dinyatakan sembuh total.
Ati memastikan kasus yang ditemukan tahun lalu bersifat terisolasi dan tidak berkaitan dengan wabah hantavirus yang baru-baru ini dilaporkan terdeteksi di kapal pesiar MV Hondius.