Jakarta, INDONEWS.ID – Pemuda Katolik (PK) menggelar acara Kepemimpinan Lanjut (KKL I) Pemuda Katolik 2026 di Pangkalpinang, Bangka Belitung, Kamis (14/5). Acara mengusung tema Kepemimpinan Inklusif dan Kolaboratif dalam Mengawal Pembangunan dan Akselerasi Ekonomi Daerah yang Berkelanjutan.
Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Pemuda Katolik Stefanus Gusma mengatakan, KKL I menjadi ruang kaderisasi strategis untuk melahirkan pemimpin muda yang memiliki komitmen terhadap gereja dan bangsa.
Dalam kesempatan itu, dia mengatakan kepemimpinan inklusif bisa menyelesaikan tantangan pembangunan di daerah.
Betapa tidak, tantangan pembangunan daerah tidak bisa diselesaikan secara sektoral. Karena itu, dibutuhkan kepemimpinan inklusif yang mampu membangun sinergi antara pemerintah, masyarakat sipil, dunia usaha, dan organisasi kepemudaan.
“Kader Pemuda Katolik harus hadir sebagai penggerak pembangunan sosial dan ekonomi di daerah masing-masing,” ujar Gusma dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (15/5/2026).
Karena itu, dia menegaskan Pemuda Katolik harus siap mendukung pembangunan dan berkolaborasi dengan berbagai pihak.
KKL I dibuka oleh Wakil Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) Aminudin Ma’ruf. Ia menyoroti pentingnya menciptakan ruang ekonomi yang lebih sehat bagi generasi muda dan pelaku usaha daerah.
Aminudin menilai banyak perusahaan besar, termasuk BUMN, saat ini terlalu jauh mengembangkan bisnis di luar bidang utamanya sehingga mempersempit ruang tumbuh bagi UMKM dan wirausaha muda.
“Kalau perusahaan besar masuk ke semua sektor usaha, lalu di mana ruang anak muda untuk berkembang?” ujar Aminudin.
Dia menjelaskan pemerintah sedang melakukan penyederhanaan entitas bisnis BUMN dari 1.080 menjadi sekitar 200-an perusahaan agar lebih fokus pada bisnis inti dan membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
Langkah tersebut dinilai sejalan dengan tema KKL I tentang akselerasi ekonomi daerah yang berkelanjutan, yakni pembangunan ekonomi yang memberi ruang bagi kekuatan lokal untuk tumbuh.
Butuh Pemimpin Muda yang Memiliki Empati
Uskup Pangkalpinang Mgr. Adrianus Sunarko mengatakan, Indonesia membutuhkan pemimpin muda yang tidak hanya cakap secara organisasi, tetapi juga memiliki empati sosial, semangat kolaborasi, dan keberanian hadir di tengah persoalan masyarakat.
Dia mencontohkan model kepemimpinan Yesus Kristus yang membentuk para rasul bukan dengan kekuasaan, melainkan melalui proses pendampingan, pelayanan, dan keteladanan hidup.
Menurut Sunarko, para rasul bukan pribadi yang langsung sempurna. Mereka pernah mengalami ketakutan, kehilangan arah, bahkan kembali pada kehidupan lama setelah Yesus wafat di kayu salib.
“Setelah Yesus wafat, para murid kocar-kacir. Petrus kembali menjadi nelayan dan diikuti murid-murid lainnya, mereka merasa kehilangan harapan,” ucap Sunarko seperti dilansir Antaranews.com.
Namun justru dari pengalaman jatuh bangun itu, sambung Sekretaris Jenderal Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) tersebut, Yesus membentuk para rasul menjadi pemimpin yang kuat, berani bersaksi, dan siap melayani umat.
Dalam KKL I Pemuda Katolik 2026, sebanyak 107 peserta dari 20 provinsi hadir, dengan diawali Perayaan Ekaristi.
Hadir pula Deputi Bidang Dukungan Teknis Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Yusti Erlina, Dirsosbud Mabes Polri Yohanes Agus Rijanto, Dirjen Bimas Katolik Kementerian Agama Suparman, Kapolda Kepulauan Bangka Belitung Irjen Pol. Victor Sihombing, hingga Sekretaris Eksekutif Komisi Kerawam KWI Romo Hans Jeharut
Selain itu, ada juga forkopimda Provinsi Bangka Belitung, anggota DPRD, dewan pakar Pemuda Katolik, dan tamu undangan lainnya termasuk umat Katolik dari berbagai paroki, Orang Muda Katolik (OMK), organisasi kepemudaan lintas agama, para seminaris Joen Boen Pangkalpinang, hingga pelajar SMA St. Yoseph dan SMK Tunas Karya Pangkalpinang. *