Nasional

Protokol Ketat AS: Semua Barang dari China Dibuang Sebelum Trump Naik Air Force One

Oleh : Rikard Djegadut - Sabtu, 16/05/2026 11:28 WIB


 

Jakarta, INDONEWS.ID – Langkah tidak biasa dilakukan rombongan Presiden Amerika Serikat Donald Trump usai menyelesaikan kunjungan kenegaraan ke China.

Seluruh barang yang dibawa selama berada di Beijing dilaporkan harus dibuang sebelum para staf, pejabat, dan wartawan Gedung Putih kembali menaiki pesawat kepresidenan Air Force One menuju Amerika Serikat, Jumat (15/5).

Informasi tersebut diungkap jurnalis The New York Times, Emily Goodin, melalui akun media sosial X. Ia menyebut staf Gedung Putih mengumpulkan seluruh barang yang diberikan pihak China, termasuk kartu identitas, lencana delegasi, hingga telepon genggam sekali pakai yang digunakan selama kunjungan berlangsung.

“Tidak ada barang dari China yang diizinkan masuk ke Air Force One,” tulis Goodin dalam unggahannya.

Barang-barang tersebut kemudian dimasukkan ke tempat sampah di bawah tangga pesawat sebelum rombongan diberangkatkan kembali ke Washington. Sejumlah wartawan Gedung Putih turut mengonfirmasi prosedur tersebut sebagai bagian dari standar keamanan internal pemerintah AS.

Meski terlihat ekstrem, langkah itu disebut bukan hal baru dalam protokol perjalanan kenegaraan Amerika Serikat. Pemerintah AS memang menerapkan pengamanan ketat terhadap potensi ancaman penyadapan, pelacakan digital, maupun infiltrasi perangkat asing, terutama ketika melakukan kunjungan ke negara yang dianggap memiliki sensitivitas tinggi dalam bidang intelijen dan teknologi.

Kunjungan Trump ke China sendiri berlangsung sejak Rabu pekan lalu dan mendapat sambutan hangat dari Presiden Xi Jinping. Dalam agenda tersebut, kedua negara membahas sejumlah isu strategis mulai dari perdagangan, teknologi, geopolitik kawasan, hingga stabilitas ekonomi global.

Namun di balik sambutan diplomatik yang hangat, prosedur pembuangan barang tersebut memperlihatkan bahwa rivalitas dan ketidakpercayaan antara Washington dan Beijing masih tetap kuat, khususnya dalam aspek keamanan nasional dan siber.

Pengamat menilai tindakan Gedung Putih itu mencerminkan tingginya kewaspadaan Amerika Serikat terhadap potensi risiko intelijen asing. Di tengah hubungan AS-China yang kerap diwarnai persaingan geopolitik, keamanan informasi menjadi perhatian utama bahkan dalam detail perjalanan diplomatik sekalipun.

Artikel Lainnya