Nasional

Trump Tak Ingin Perang dengan China Gara-Gara Taiwan Usai Bertemu Xi Jinping

Oleh : Rikard Djegadut - Sabtu, 16/05/2026 11:41 WIB


 

Jakarta, INDONEWS.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump meminta Taiwan untuk tidak mendeklarasikan kemerdekaan secara formal setelah dirinya menyelesaikan kunjungan diplomatik ke China dan bertemu Presiden Xi Jinping di Beijing. Pernyataan tersebut dinilai sebagai sinyal baru Washington untuk meredam ketegangan di kawasan Asia Timur yang terus memanas akibat isu Taiwan.

Dalam wawancara dengan Fox News, Trump menegaskan bahwa dirinya tidak menginginkan konflik besar pecah hanya karena persoalan Taiwan. Ia menyebut perang antara Amerika Serikat dan China akan menjadi risiko besar yang harus dihindari semua pihak.

“Saya tidak ingin ada pihak yang mendeklarasikan kemerdekaan. Dan kita seharusnya menempuh perjalanan 9.500 mil untuk berperang? Saya tidak menginginkan itu,” ujar Trump, Jumat (15/5).

Trump juga meminta situasi di Selat Taiwan tetap kondusif. Menurutnya, stabilitas kawasan menjadi kepentingan bersama baik bagi Washington maupun Beijing.

“Saya ingin mereka tenang. Saya ingin China tenang. Kami tidak mencari perang,” kata Trump.

Pernyataan tersebut muncul setelah Xi Jinping dalam pertemuan bilateral dilaporkan memperingatkan Trump bahwa kesalahan langkah terkait Taiwan dapat memicu konflik besar antara dua negara adidaya tersebut. China selama ini menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan menolak segala bentuk upaya kemerdekaan formal pulau itu.

Sementara itu, Presiden Taiwan Lai Ching-te tetap menegaskan bahwa Taiwan telah merdeka secara de facto sehingga deklarasi resmi dianggap tidak diperlukan. Meski hanya mengakui Beijing secara diplomatik, Amerika Serikat selama ini tetap menjadi pemasok utama persenjataan bagi Taiwan.

Selain membahas isu geopolitik, kunjungan Trump ke Beijing juga menghasilkan sejumlah pembicaraan ekonomi. Trump mengklaim telah mencapai “kesepakatan dagang fantastis” dengan China, termasuk komitmen pembelian 200 pesawat Boeing serta impor minyak dan kedelai asal Amerika Serikat.

Namun, tidak ada pengumuman resmi mengenai perpanjangan gencatan perang tarif antara kedua negara. Dalam isu lain, Trump juga menyebut Xi Jinping memastikan China tidak akan memberikan bantuan militer kepada Iran di tengah konflik Timur Tengah yang terus memanas.

Trump turut mengungkapkan dirinya gagal membujuk Xi untuk membebaskan aktivis pro-demokrasi Hong Kong, Jimmy Lai. Menurut Trump, Xi menyebut kasus Jimmy Lai sebagai persoalan sensitif bagi pemerintah China.

Artikel Lainnya