Jakarta, INDONEWS.ID - Merajut persaudaraan Trah Keturunan Mangkunegaran 2, pada tanggal 24 Mei 2026 ratusan keturunan Mangkunegaran 2 berkumpul di “Waroeng Solo” dan terkumpul sebanyak 130 orang di WAG,
Berikut petikan wawancara indonews.id kepada RM Ari Widjaja Soewondo Koor. TRah MN II.
1. Sejak kapan Trah Mangkunegaran 2 dibentuk ?
Sejak di bentuk dan di tunjuknya para Koordinator dari masing Trah ( Trah MN I s/d TRah MN VII ) oleh KGPAA MN X pada oktober 2025. Kami dari Trah MN II yang beranggota ( baru terkumpul ) saat ini baru terkumpul sebanyak 130 orang di WAG “Koord Trah MN II”. Kami tentunya masih terus tetap mencari saudara2 kami yang lainnya melalui cara “Gethok Tular” , salah satunya dengan cara membuat Kegiatan “Kopi Darat” yang baru pertama kali di lakukan kemarin pada yang tentunya akan kami viralkan di media social kegiatan tersebut
2. Ada berapa anggota dalam Trah Mangkunegara 2 dan trah ini dari keturunan ke berapa ... Bisa dijelaskan silsilahnya apa ..
Kami ini adalah salah satu Group dari Trah Keturunan Mangkunegaran Solo, yaitu dari keturunan KGPAA Mangkunegara II yang bertahta pada tahun 1796 – 1835. Saat Beliau hidup memiliki banyak putra & Putri yang mungkin sekarang keturunannya sdh tersebar dimana-mana baik di Indonesia dan LN.
3. Tujuan reuni ini...
Di era orang tua kami sebelumnya memang sudah ada pertemuan yang sama sejak tahun 60an. Dan di era kami sekarang tentunya juga punya tanggung jawab moral demi tujuan untuk menjaga dan melestarikan Tradisi BUdaya Adi luhung dari keluarga TRah Mangkunegaran dengan cara “Ngumpulke Balung Pisah”.
Ngumpulke Balung PIsah adalah pepatah jawa yang berarti mengumpulkan tulang yang terpisah, secara filosofis adalah Upaya untuk menyatukan kembali Keluarga Besar yang tercerai berai karena Jarak Atau Waktu. Persaudaraan dan silahturahmi yang merenggang akibat sudah lama tidak saling kontak, atau bisa jadi belum saling mengenal hanya karena kita adalah keturunan ke 5 ( Wareng ) atau ke 7 ( Gantug Siwur ) dari Eyang MN II , yang memliki istri lebih dari satu.
4. Wejangan apa yang diberikan sesepuh dalam reuni ini...
Saya RM Ari Widjaja Soewondo yang di tunjuk sebagai Koordinator Trah MN II yang juga menjadi Dewan Wiku Garda Mangkunegaran JAwa Barat Banten, menyampaikan :
Sebagai Keturunan langsung Eyang Samber Nyawa ( KGPAA MN I ), agar selalu dapat menjaga Martabat Dirinya
Dalam Menjalankan Kehidupan dan Penghidupanyan harus selaras dengan konsep “Tiji Tibeh” yang di sesuaikan pada masa sekarang ( Semangat dalam Kebersamaan dan setia kepada komitmen, agar ber jaya semua )
Selalu Menjaga Keadilan dan Tidak Pilih Kasih melalui Filosofi “Hanebu Sauyun” ( Bagaikan Tebu yg di ikat jadi satu dala 1 rumpun ). Yang Mengajarkan kepada keturunannya dan orang terdekatnya , tentang seorang “Pemimpin tidak boleh membeda-bedakan pengikutnya”, semua orang diperlakukan sama rata, baik yang tinggi, pendek, besar maupun kecil. Yang di gunakan dalam kehidupan bermasyarakat, berorganisasi hingga Kepemimpinan utk mencapai tujuan yang sama.
TRI DHARMA SAMBERNYAWA, bagaimana sebaiknya hidup sebagai Pemimpin dengan menjalankan dan bersikap Rumangsa Melu Handarbeni : Merasa ikut Memiliki wilayah atau bertanggung jawab terhadap kewilayahannya.
Wajib Melu Hangrungkebi : Berkewajiban untuk ikut menjaga, membela dan mempertahankan apapun yang menajdi tanggung jawabnya.
Mulat Sarira Hangrasa Wani : Berani mawas diri, instropeksi dan melihat kedalam diri sendiri sebelum bertindak melangkah lebih jauh.