Nasional

Usung Tagar Menuju Indonesia Bangkrut, Ini Lima Tuntutan Demo Mahasiswa

Oleh : very - Jum'at, 12/06/2026 20:52 WIB


Demo mahasiswa. (Foto: Ist)

Jakarta, INDONEWS.ID - Mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) menggelar demonstrasi di Jakarta dan kota lainnya pada hari ini, Jumat (12/06).

Mereka menyuarakan beberapa tuntutan antara lain meminta pemerintah untuk menurunkan harga BBM, menghentikan program MBG, hingga desakan agar Presiden Prabowo mengakui ``kesalahan pemerintah``.

Di Jakarta, demonstrasi tersebut dimotori oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), Front Mahasiswa Nasional (FMN), dan Serikat Perempuan Indonesia (Seruni).

Mereka semula berencana menggelar aksi yang bertajuk #MenujuIndonesiaBangkrut di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat.

Ketua BEM UI, Yatalathof Ma`shum Imawan mengajak berbagai elemen masyarakat seperti buruh, guru, pedagang, ibu rumah tangga, dan berbagai kelompok masyarakat lainnya untuk ikut serta dalam aksi tersebut.

"Kita rebut keadilan! Karena keadilan tidak datang sendiri. Ia harus dijemput oleh rakyat Indonesia yang besar, bukan pemerintah yang berlagak besar," ujar Athof.

Ketua FMN, Symphati Dimas menyebutkan ada lima poin tuntutan para mahasiswa. Pertama, setop pemborosan APBN. Kedua, turunkan harga kebutuhan pokok dan BBM. Ketiga, hentikan program MBG dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih. Keempat, hentikan militerisme di ranah sipil. Dan kelima, mendesak Presiden Prabowo berhenti mengelak dan akui kesalahan pemerintah.

Sementara itu, untuk mengawal jalannya demonstrasi, Polda Metro Jaya mengerahkan 3.651 personelnya, sementara Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengerahkan 500 personel.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menegaskan pengerahan pasukan skala besar ini bertujuan untuk menjamin keamanan, baik bagi massa aksi maupun masyarakat umum.

Selain di Bundaran HI, polisi juga mengamankan demonstrasi yang dilakukan di Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

 

Aksi Serentak di Daerah

Hari ini aksi demonstrasi mahasiswa juga digelar di kota lain. Mahasiswa dari Aliansi BEM Soloraya menggelar aksi bertajuk Indonesia Darurat Reformasi di depan Gedung DPRD Kota Solo, Jumat (12/06).

Seperti dilaporkan BBCIndonesia, massa berdatangan sekitar pukul 15.35 WIB dengan mengenakan almamater dari berbagai universitas di wilayah Solo. Mereka berkumpul untuk menyuarakan tuntutan terhadap kondisi nasional saat ini.

Aksi diawali dengan orasi yang dilakukan secara bergantian oleh perwakilan mahasiswa di atas mobil pikap.

Namun, kondisi sempat berubah tegang setelah polisi mengamankan dua peserta aksi.

"Tadi ada beberapa insiden teman kita tiba-tiba dirangkul dan dimasukkan ke mobil. Pada saat itu saya dan teman-teman berusaha mengejar tetapi tidak bisa," kata mahasiswa Universitas Surakarta, Ridwan Nur Hidayat, yang menjadi saksi mata kejadian tersebut.

Perwakilan mahasiswa kemudian mendatangi Kapolresta Solo, Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo, di depan pintu gerbang DPRD Solo. Setelah bernegosiasi, akhirnya dua teman mereka pun dibebaskan dan kembali bergabung untuk menggelar aksi.

Salah satu mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Nazid Hamim, mengakui mengikuti aksi demontrasi karena ingin menyuarakan keprihatinan terhadap kondisi saat ini, termasuk isu kenaikan harga Pertamax dan program MBG.

"Jadi demo ini itu satu suara dari aliansi mahasiswa, khususnya BEM se-Solo Raya. Kami hadir untuk memberikan suara rakyat karena dalam beberapa waktu ini memang keresahan rakyat ini memuncak," katanya.

Di Bandung, Jawa Barat, gabungan mahasiswa dari Universitas Padjajaran (Unpad), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Parahyangan (Unpar), dan Universitas Komputer Indonesia (Unikom), di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat.

Mereka menyoroti kondisi ekonomi, pengesahan Undang-undang Polri, hingga kenaikan harga BBM Pertamax. *

Artikel Lainnya