Nasional

Indonesia Harus Berubah Total untuk Wujudkan Visi Emas 2045

Oleh : rio apricianditho - Senin, 15/06/2026 15:38 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID - Indonesia harus melakukan transformasi besar-besaran jika ingin mewujudkan cita-cita sebagai negara maju pada tahun 2045. Hal tersebut disampaikan Donna Gultom dalam sebuah diskusi mengenai perdagangan internasional, ekspor, dan pembangunan ekonomi nasional.

Menurut Donna, tantangan terbesar yang dihadapi Indonesia saat ini bukan hanya berasal dari faktor eksternal, tetapi juga dari persoalan internal yang masih menghambat daya saing bangsa. Ia menekankan pentingnya fokus pada pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pembangunan industri nasional yang kuat dan berkelanjutan.

"Kalau kita ingin menjadi Indonesia Emas 2045, kita harus berubah total. Kita harus membangun industri yang mampu menopang pertumbuhan ekonomi dan menciptakan nilai tambah bagi produk-produk dalam negeri," ujarnya.

Donna menilai Indonesia memiliki peluang besar melalui berbagai perjanjian perdagangan internasional yang telah dimiliki. Namun, peluang tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal oleh pelaku usaha dalam negeri. Karena itu, diperlukan kebijakan yang mampu mendorong investasi, memperluas akses pasar, dan mengurangi ketergantungan terhadap ekspor komoditas mentah.

Ia juga mengingatkan bahwa peningkatan ekspor harus menjadi agenda nasional. Saat ini Indonesia masih tertinggal dibandingkan sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara. Sebagai contoh, nilai ekspor Singapura dengan jumlah penduduk yang jauh lebih kecil mampu melampaui Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Kepabeanan Imik Eko Putro menjelaskan bahwa target peningkatan ekspor hingga mencapai 300 hingga 500 miliar dolar AS hanya dapat dicapai melalui kerja sama seluruh pihak. Pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat harus bergerak bersama untuk meningkatkan daya saing produk nasional.

Menurutnya, kemudahan regulasi dan fasilitas ekspor yang diberikan pemerintah harus dimanfaatkan secara optimal. Tidak hanya meningkatkan volume ekspor, tetapi juga memperkuat nilai tambah produk melalui proses pengolahan dan inovasi.

"Yang terpenting bukan hanya menambah jumlah ekspor, tetapi bagaimana produk Indonesia memiliki nilai yang lebih tinggi ketika masuk ke pasar internasional," katanya.

Imik juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi dan jaringan perdagangan internasional untuk membuka pasar baru. Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan perguruan tinggi dinilai menjadi kunci dalam menciptakan eksportir-exportir baru yang mampu bersaing di pasar global.

Diskusi tersebut menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan ekonomi dunia. Namun, potensi tersebut hanya dapat diwujudkan melalui transformasi industri, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta sinergi seluruh elemen bangsa dalam memperkuat sektor ekspor dan perdagangan internasional.

Artikel Lainnya