Nasional

Politeknik STIA LAN Jakarta Studi Visit ke Unisba Perkuat Kolaborasi Pengelolaan Layanan Kemahasiswaan dan Akademik

Oleh : Rikard Djegadut - Jum'at, 03/07/2026 18:02 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID - Dalam upaya memperkuat tata kelola layanan kemahasiswaan dan akademik, Politeknik STIA LAN Jakarta melaksanakan kegiatan studi visit ke Universitas Islam Bandung (Unisba) pada hari Rabu (1/7). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk berbagi pengalaman, praktik baik, serta menjalin kerja sama antarinstitusi dalam pengembangan berbagai layanan yang mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi.

Rombongan Politeknik STIA LAN Jakarta dipimpin oleh Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan, Dr. Edy Sutrisno, M.Si, dan disambut hangat oleh perwakilan Universitas Islam Bandung yakni Prof. Dr. Ratna Januarita, S.H., LL.M., M.H.  (Wakil Rektor Bidang Alumni dan Kerja Sama) didampingi Dr. Ratri Rizki Kusumalestari, S.Sos., M.I.Kom (Kepala Sekretariat Pimpinan dan Kehumasan), Arba’iyah Satriani, S.Pi., MA(Hons) (Kepala Admisi), Firman Shakti Firdaus, S.H.I., M.Sc., Ph.D (Kepala Bagian Alumni dan Pengguna Lulusan), Dr. Ade Mahmud, SH, M.H. (Ketua Satgas PPKPT), Ridwan Dharmawan, S.Sos (Kepala UPT Perpustakaan) dan jajaran lainnya terkait layanan yang menjadi fokus kunjungan.

Dalam sambutannya, Wakil Direktur III, Dr. Edy Sutrisno, M.Si menyampaikan apresiasi atas kesediaan Unisba menerima kunjungan tersebut. Beliau menegaskan bahwa studi visit merupakan salah satu langkah strategis untuk memperoleh wawasan dan praktik terbaik yang dapat diadaptasi dalam pengembangan layanan di Politeknik STIA LAN Jakarta.

"Kami mengucapkan terima kasih atas sambutan yang sangat baik dari keluarga besar Unisba. Kunjungan ini menjadi kesempatan berharga bagi kami untuk belajar secara langsung mengenai pengelolaan berbagai unit strategis, mulai dari Career Development Center, sponsorship mahasiswa, program Kuliah Kerja Nyata, pengelolaan perpustakaan, hingga sistem Penerimaan Mahasiswa Baru Mandiri. Semoga hasil diskusi hari ini dapat menjadi inspirasi dalam meningkatkan kualitas layanan di institusi kami serta membuka peluang kolaborasi yang berkelanjutan."ujar Edy Sutrisno.

Sementara itu, Prof. Dr. Ratna Januarita, S.H., LL.M., M.H.  menyambut baik kehadiran rombongan Politeknik STIA LAN Jakarta. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kegiatan studi visit merupakan wadah yang sangat positif untuk saling berbagi pengalaman, memperluas jejaring, serta bersama-sama membangun budaya peningkatan mutu di lingkungan perguruan tinggi.

"Kami merasa terhormat dapat menerima kunjungan dari Politeknik STIA LAN Jakarta. Setiap perguruan tinggi memiliki keunggulan dan pengalaman masing-masing. Melalui kegiatan seperti ini, kita dapat saling belajar, bertukar gagasan, dan memperkuat sinergi dalam memberikan layanan terbaik kepada mahasiswa maupun masyarakat. Kami berharap diskusi yang dilakukan hari ini memberikan manfaat bagi kedua institusi dan menjadi awal dari kerja sama yang lebih luas di masa mendatang."ujar Ratna Januarita.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti sesi pemaparan dan diskusi mengenai berbagai unit strategis di Unisba. Pembahasan diawali dengan pengelolaan Career Development Center (CDC), yang berperan dalam mempersiapkan mahasiswa memasuki dunia kerja melalui layanan pengembangan karier, pelatihan kompetensi, tracer study, serta penguatan jejaring dengan dunia usaha dan dunia industri.

Selanjutnya, rombongan memperoleh penjelasan mengenai strategi pengelolaan sponsorship mahasiswa, mulai dari mekanisme kerja sama dengan mitra eksternal, dukungan terhadap kegiatan organisasi kemahasiswaan, hingga tata kelola administrasi dan akuntabilitas pelaksanaan program.

Topik berikutnya membahas pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN), termasuk proses perencanaan, pembekalan mahasiswa, pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat, sistem monitoring dan evaluasi, serta upaya membangun kemitraan dengan pemerintah daerah dan masyarakat.

Selain KKN, sesi diskusi juga mengangkat mengenai Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) sebagai salah satu jalur pendidikan yang memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memperoleh pengakuan atas capaian pembelajaran yang telah diperoleh melalui pendidikan formal, nonformal, informal, maupun pengalaman kerja. Program RPL menjadi salah satu bentuk implementasi pembelajaran sepanjang hayat (lifelong learning) yang memberikan akses pendidikan tinggi secara lebih inklusif dan fleksibel.

Dalam pemaparannya, tim Unisba menjelaskan bahwa penyelenggaraan RPL dilaksanakan melalui tahapan yang sistematis, mulai dari sosialisasi kepada calon peserta, proses pendaftaran, asesmen dokumen portofolio, wawancara atau uji kompetensi apabila diperlukan, hingga penetapan jumlah satuan kredit semester (SKS) yang dapat direkognisi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Seluruh proses dilakukan secara objektif, transparan, dan mengacu pada standar mutu akademik agar kompetensi yang dimiliki peserta dapat diakui secara tepat. Misalnya calon peserta yang menghapal 10  juz bisa memilih prodi yang sesuai dengan peminatannya termasuk calon peserta yang mengajukan RPL jalur prestasi olah raga akan dinilai praktisi.

Pada sesi pengelolaan perpustakaan, peserta mendapatkan gambaran mengenai transformasi layanan berbasis digital, pengembangan koleksi, sistem otomasi perpustakaan, layanan literasi informasi, serta berbagai inovasi yang mendukung kebutuhan sivitas akademika dalam kegiatan pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Kunjungan kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai sistem Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Mandiri. Dalam sesi ini dipaparkan strategi promosi, mekanisme seleksi, pemanfaatan teknologi informasi dalam proses pendaftaran, hingga berbagai upaya peningkatan kualitas layanan kepada calon mahasiswa agar proses penerimaan berjalan efektif, transparan, dan akuntabel.

Salah satu topik yang turut menjadi perhatian dalam kegiatan studi visit adalah pengelolaan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) di Universitas Islam Bandung (Unisba). Pada sesi ini, tim Unisba memaparkan komitmen institusi dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan melalui penerapan sistem pencegahan dan penanganan yang mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa Satgas PPKPT memiliki peran strategis dalam menyusun kebijakan, melaksanakan program pencegahan, menerima dan menindak-lanjuti laporan dugaan kekerasan, memberikan pendampingan kepada korban, serta melakukan koordinasi dengan unit terkait untuk memastikan proses penanganan berjalan secara profesional, adil, dan berpihak pada perlindungan korban. Satgas juga bertanggung jawab menjaga kerahasiaan identitas para pihak serta memastikan setiap laporan diproses sesuai dengan prosedur dan prinsip keadilan.

Sebagai upaya pencegahan, Unisba secara rutin menyelenggarakan berbagai kegiatan edukasi, seperti sosialisasi kepada mahasiswa baru, dosen, dan tenaga kependidikan, seminar, pelatihan, kampanye anti-kekerasan, serta penyebarluasan informasi mengenai bentuk-bentuk kekerasan, mekanisme pelaporan, dan hak-hak korban. Edukasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran seluruh sivitas akademika dalam membangun budaya saling menghormati, menjunjung tinggi etika, serta mencegah terjadinya kekerasan di lingkungan kampus.

Selain itu, peserta studi visit juga memperoleh penjelasan mengenai mekanisme pelaporan yang disediakan oleh Unisba, baik melalui kanal daring maupun luring, sehingga korban maupun saksi dapat menyampaikan laporan secara mudah, aman, dan rahasia. Setiap laporan akan melalui proses verifikasi, pemeriksaan, pendampingan psikologis dan hukum apabila diperlukan, serta rekomendasi tindak lanjut sesuai kewenangan universitas. Dalam pelaksanaannya, Satgas PPKPT bekerja sama dengan berbagai unit internal maupun pihak eksternal yang memiliki kompetensi dalam memberikan layanan perlindungan dan pemulihan bagi korban.

Dalam pemaparannya, Unisba menjelaskan bahwa pengelolaan PMB Mandiri dimulai dari tahap perencanaan dan penyusunan strategi promosi yang terintegrasi. Berbagai media dimanfaatkan untuk menjangkau calon mahasiswa, mulai dari media sosial, website resmi, webinar, pameran pendidikan (education fair), kunjungan ke sekolah-sekolah (school visit), hingga kerja sama dengan guru Bimbingan dan Konseling (BK), alumni, serta mitra pendidikan. Pendekatan tersebut dilakukan untuk meningkatkan visibilitas institusi sekaligus memberikan informasi yang akurat mengenai program studi, fasilitas, beasiswa, dan prospek lulusan.

Pada aspek pelayanan, Unisba mengedepankan sistem pendaftaran berbasis digital yang memungkinkan calon mahasiswa melakukan registrasi, unggah dokumen persyaratan, pembayaran biaya pendaftaran, pemilihan program studi, hingga pemantauan hasil seleksi secara daring. Digitalisasi layanan ini memberikan kemudahan, efisiensi, serta transparansi bagi calon mahasiswa selama proses penerimaan berlangsung.

Tim PMB Unisba juga menjelaskan mekanisme seleksi yang diterapkan, mulai dari verifikasi administrasi, pelaksanaan tes sesuai jalur yang dipilih, hingga pengumuman hasil seleksi yang dilakukan secara objektif dan akuntabel. Selain mempertimbangkan kemampuan akademik, beberapa jalur seleksi juga memberikan apresiasi terhadap prestasi akademik maupun nonakademik yang dimiliki calon mahasiswa sebagai bentuk penghargaan atas capaian yang telah diraih.

Tidak hanya berfokus pada proses rekrutmen, pengelolaan PMB Mandiri di Unisba juga mencakup layanan pendampingan (customer service) bagi calon mahasiswa dan orang tua, pengelolaan pusat informasi, monitoring capaian penerimaan pada setiap gelombang seleksi, serta evaluasi efektivitas strategi promosi melalui analisis data. Hasil evaluasi tersebut menjadi dasar dalam menyusun strategi pemasaran dan peningkatan layanan pada periode penerimaan berikutnya sehingga pelaksanaan PMB dapat berjalan lebih optimal.

Kegiatan berlangsung dalam suasana interaktif dengan diskusi yang produktif, sesi tanya jawab, serta pertukaran pengalaman dari kedua institusi. Berbagai masukan dan praktik baik yang diperoleh diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan kebijakan dan peningkatan kualitas layanan di Politeknik STIA LAN Jakarta.

Dengan semangat kolaborasi dan saling berbagi pengalaman, kedua institusi berkomitmen untuk terus membangun inovasi dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi sehingga mampu menghasilkan lulusan yang unggul, berdaya saing, serta siap menghadapi tantangan dunia kerja dan kebutuhan masyarakat.

Melalui studi visit ini, Politeknik STIA LAN Jakarta dan Universitas Islam Bandung berharap dapat terus mempererat hubungan kelembagaan serta membuka peluang kolaborasi di bidang pengembangan kemahasiswaan, akademik, dan tata kelola perguruan tinggi. Semangat berbagi pengetahuan dan pengalaman diharapkan menjadi fondasi dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang semakin berkualitas, adaptif, dan berdaya saing.

Artikel Lainnya