Jakarta, INDONEWS.ID - Ketika kualitas mengalah pada stamina, perjuangan anak PSF di 70 menit harus tertunduk lesuh dihantam Farama di Liga Jakarta U-17. Boleh dikatakan PSA adalah 'tuan rumah' paham sekali dengan lapangan sepakbola Pancoran eks Markas Besar TNI AU tempat mereka berlatih, namun harus mengakui keunggulan lawannya dengan hasil akhir 1-3.
Liga Jakarta U-17 masuk ke pertandingan ketiga, kedua tim berlaga di lapangan 1 yang tersedia tribun penonton. Di awal laga kedua tim silih berganti menekan, dan menjadi hiburan bagi penonton setia Liga Jakarta, bahkan sorak sorai penonton menggema kala bola mendekati kotak kiper.
Saat pertandingan berjalan di menit ke-20, pasukan PSF mulai tampak kedodoran apalagi laga berlangsung kala matahari tepat diatas kepala. Gol pertama untuk Farama pun tercipta lewat skema bola pendek yang sukses diceploskan pemain depan Farama.
PSF coba membalas ketinggalan, dengan terus menekan Farama, bahkan pemain belakang ikut membantu serangan hingga ke titik tengah. Melalui serangan balik Farama kembali menghasilkan gol kedua, skor pun berubah menjadi 2-0 hingga waktu rehat turun minum.
Di babak kedua stamina pemain PSA makin berkurang, bahkan lebih dari separuh pemainnya mengalami kram kaki. Pemain andalan mereka di posisi tengah pun harus dipapah ke pinggir lapangan, dan sang pelatih pun coba membangkit semangatnya untuk segera pulih karena sudah tak adalah lagi slot pergantian pemain untuk PSA.
Gol ketiga Farama pun tercipta lewat bola mati, tendangan melengkung mengarah ke sisi kiri atas gawang PSA tak mampu dihalau kiper PSA. Tendangan bebas Farama juga akibat kendornya stamina pemain belakang yang terpaksa menjatuh pemain Farama saat menusuk pertahanan PSA dari sisi kanan.
Meski stamina menurun namun pasukan PSA patut diacungkan jempol, kerjasama antar lini masih baik ditambah kemamauan individu mereka baik, sayang stamina mereka kedodoran. Akhirnya gol balasan PSA tercipta lewat tendangan keras pemain nomer punggung 8 yang sempat dipapah ke pinggir lapangan akibat kram.
Beberapa menit setelah gol PSA tercipta, wasit meniup peluit panjang mengakhir laga antara Parama lawan PSA yang berakhir 3-1. Andai saja PSA masih memiliki pemaian cadangan mungkin laga bisa berjalan seru, hasil akhir pun bisa berubah. Mengolah bola boleh dikuasai tapi juga harus imbang dengan stamina, jangan diabaikan karena enduro pemain pun harus dipikirkan.