Jakarta, INDONEWS.ID-Timnss Amerika Serikat (AS) meladeni Belgia dalam merebur tiket 8 besar Piala Dunia 2026.
Bermain di Stadion Seattle, Seattle, Selasa (7/7) pagi WIB, Belgia langsung mengambil inisiatif serangan.
Hasilnya, laga baru berjalan 9 menit, Belgia unggul lebih dulu berkat gol yang dicetak oleh pemain 25 tahun Charles De Ketelaere.
Unggul 0-1 memicu seamangat tim asuhan Rudi Garcia meningkatkan tekanan.
Sepanjang 20 menit pertama setelah tertinggal 0-1, Amerika sulit keluar dari tekanan dan memaksa mereka hanya bisa bertahan.
Belgia benar-benar menguasai jalannya laga dengan menguasa bola 60 persen, melakukan operan sebanyak 105 kali dan melepas 7 tembakan, 3 tembakan tepat sasaran.
Sementara Amerika Serikat yang hanya bisa bertahan, tidak memiliki peluang hingga 0 tembakan sepanjang 20 menit pertamanya.
Menguasai bola hanya 50 persen, mereka hanya mampu mengoper bola sebanyak 64 kali.
Pelatih Amerika Mauricio Pochettino menerapkan skema 3-5-2 dalam laga ini. Pulisic dan Balogun ditempatkan sebagai penyerang.
Pada menit 31, AS menyamakan skor lewat gol yang dicetak pemain 24 tahun Malik Tillman. Skor berubah menjadi 1-1.
Larut dalam eforia gol balasan, AS kembali kebobolan pada menit 33. Gol ini kembali dicetak oleh Charles De Ketelaere.
Pelatih Garcia dalam laga ini menerapkan skema 4-2-3-1, yang membuat Ketelaere leluasa memainkan peran.
Pada menit 45, AS masih sulit mendominasi laga, hanya 43 persen menguasai bola, 4 tembakan.
Sementara Belgia menguasai jalannya laga dengan 57 persen pengusaan bola, melepaskan 10 tembakan, 5 tembakan on target.
Meski unggul, Belgia wajib waspada mengingat skema serangan balik AS sangat berbahaya dan itu sudah terbukti.
