Olah Raga

Tak Terima Kalah 3-2 dari Argentina, Pelatih Mesir Hossam Hassan Tuding FIFA Bela Messi

Oleh : donatus nador - Rabu, 08/07/2026 09:35 WIB


Timnas Mesir kecewa berat usai kalah 3-2 dari Argentina pada laga babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Jakarta, INDONEWS.ID--Timnas Mesir kecewa berat usai kalah 3-2 dari Argentina pada laga babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Bagaimana tidak kecewa, Mesir sudah unggul 0-2 hingga laga tinggal 11 menit waktu normal.

Namun dalam waktu 11 menit itu, sangat juara bertahan membalikkan situasi dengan mencetak 3 gol yang membawa Messi dkk menang 3-2 dan lolos ke 8 besar atau perempatfinal.

Dalam laga yang berlangsung di Atlanta, Selasa (7/7) waktu setempat, Lionel Messi menjadi aktor utama kebangkitan Albiceleste dengan mencetak satu gol dan satu assist.

Bagi Mesir, kekalahan ini sulit diterima karena dinilai ada beberapa keputusan wasit yang merugikan Mesir, termasuk menganulir satu gol.

Pelatih Timnas Mesir, Hossam Hassan, menyatakan kecewa atas keputusan wasit yang ia nilai tidak adil.

Hassan melontarkan kritik keras terhadap kepemimpinan wasit setelah timnya kalah dramatis 2-3 dari Argentina.

Hassan mengaku timnya menjadi korban ketidakadilan. Ia bahkan menyiratkan adanya faktor di luar lapangan yang memengaruhi hasil pertandingan.

"Kami tampil lebih baik daripada juara bertahan, lebih baik dalam segala hal. Namun hasil pertandingan dipengaruhi faktor-faktor di dalam lapangan dan faktor eksternal di luar lapangan," kata Hassan kepada ESPN usai pertandingan.

"Mungkin mereka ingin mempertahankan juara dunia tetap berada di turnamen ini. Mungkin mereka ingin Messi tetap bersaing," imbuhnya.

Hanya saja, Hassan menyampaikan dugaan tersebut tanpa  ada bukti yang ia kemukakan untuk mendukung klaim bahwa FIFA atau pihak lain memengaruhi hasil pertandingan.

Hassan  mempertanyakan sejumlah keputusan wasit asal Prancis, François Letexier. Menurutnya, Mesir dirugikan setelah satu gol dianulir melalui tinjauan VAR.

Ia juga memprotes dugaan pelanggaran Alexis Mac Allister dalam proses terciptanya gol kemenangan yang dicetak Enzo Fernández pada masa injury time.

"Kami telah menyampaikan keberatan terhadap penunjukan wasit. Kami tidak melihat adanya rasa hormat atau fair play.

Penalti untuk kami tidak diperiksa VAR, sementara gol kedua kami dianulir tanpa alasan yang menurut kami jelas," ujar Hassan.

Pelatih berusia 59 tahun itu mengaku sempat terlibat adu argumen dengan Letexier seusai pertandingan.
"Apa yang saya katakan kepada wasit adalah, `Ini tidak adil`," katanya.

Penyerang Mesir, Mostafa Ziko, mengaku sulit menerima kekalahan tersebut setelah timnya sempat berada di atas angin.

"Pertandingan ada dalam genggaman kami dan lepas pada saat-saat terakhir. Banyak hal aneh terjadi di lapangan. Kami merasa dirugikan hari ini dan semua orang melihatnya," ujar Ziko.

Sementara itu, kiper Mostafa Shobeir tetap mengapresiasi perjuangan timnya.

"Tentu ada beberapa kesalahan yang kami lakukan pada 10 menit terakhir. Namun pada akhirnya kami juga bermain melawan juara dunia," kata Shobeir.

Artikel Lainnya