Nasional

AJALO Bird Race International Championship 2026, Perkenalkan Kekayaan Hayati Maluku Utara ke Masyarakat Internasional

Oleh : very - Kamis, 30/07/2026 19:25 WIB


AJALO Bird Race International Championship 2026 di Resort Tayawi, SPTN Wilayah I, Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL), Kota Tidore Kepulauan, pada 27–29 Juli 2026. (Foto: Ist)

Sofifi, INDONEWS.ID - Maluku Utara kembali menunjukkan perannya sebagai salah satu kawasan penting keanekaragaman hayati Indonesia melalui penyelenggaraan AJALO Bird Race International Championship 2026 di Resort Tayawi, SPTN Wilayah I, Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL), Kota Tidore Kepulauan, pada 27–29 Juli 2026.

Ajang pengamatan, fotografi, dan sketsa burung bertaraf internasional itu untuk pertama kalinya digelar di Maluku Utara sebagai upaya memperkenalkan kekayaan hayati Indonesia kepada dunia.

Bersamaan dengan kegiatan tersebut, Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata bersama Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kementerian Kehutanan juga menyelenggarakan Pojok Lensa di kawasan Ake Jawi, SPTN Wilayah III Subaim.

Kedua agenda itu menjadi bagian dari upaya memperkuat konservasi sekaligus mengembangkan potensi ekowisata berbasis keanekaragaman hayati.

Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara, Samsuddin Abdul Kadir, mengatakan penyelenggaraan AJALO Bird Race International Championship 2026 merupakan momentum penting untuk memperkenalkan kekayaan biodiversitas Maluku Utara kepada masyarakat internasional.

"Kegiatan ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga menjadi gerakan nyata untuk memperkenalkan dan mempromosikan kekayaan keanekaragaman hayati Maluku Utara kepada dunia. Melalui kegiatan ini, kita ingin menunjukkan bahwa kekayaan hayati Maluku Utara layak dikenal dunia sekaligus menjadi kekuatan baru bagi pengembangan ekowisata Indonesia," katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (29/7/2026).

Ia menambahkan, pengembangan ekowisata berbasis konservasi menjadi salah satu strategi pembangunan daerah yang mampu menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Taman Nasional Aketajawe Lolobata dikenal sebagai salah satu benteng keanekaragaman hayati di kawasan Wallacea yang menjadi habitat berbagai jenis burung endemik dengan nilai konservasi tinggi. Potensi tersebut menjadikan kawasan ini memiliki daya tarik besar bagi kegiatan birdwatching, penelitian, fotografi alam, hingga wisata berbasis konservasi.

Puluhan peserta dari berbagai daerah dan mancanegara mengikuti kejuaraan tersebut. Mereka berasal dari kalangan mahasiswa, komunitas pengamat burung, pegiat konservasi, akademisi, fotografer profesional, pelaku usaha, tour operator, hingga influencer.

 

Tiga Kategori

Kepala Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata, Budhi Chandra, mengatakan AJALO Bird Race International Championship tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah edukasi dan pengumpulan data keanekaragaman hayati.

Kompetisi mempertandingkan tiga kategori, yakni Birding, Wildlife Sketch, dan Bird Photography. Selain mengasah kemampuan peserta dalam mengamati dan mendokumentasikan burung liar, kegiatan tersebut juga diharapkan memperkuat basis data keberadaan burung di habitat alaminya serta meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pelestarian satwa liar.

Sementara itu, kegiatan Pojok Lensa di Ake Jawi diikuti 10 peserta yang terdiri atas fotografer profesional, tour operator, dan influencer. Mereka mendokumentasikan bentang alam, satwa liar, dan potensi wisata kawasan sebagai materi promosi untuk memperluas eksposur Taman Nasional Aketajawe Lolobata di tingkat nasional maupun internasional.

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan pelepasliaran Kakatua Putih (Cacatua alba) dan Nuri Ternate (Lorius garrulus) bersama Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan tenaga ahli Kementerian Kehutanan. Pelepasliaran dua satwa endemik tersebut menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga kelestarian satwa liar beserta habitatnya.

Menurut Budhi, bird race kini berkembang menjadi gerakan konservasi yang memperkuat jejaring komunitas pengamat burung, mendukung pengembangan ilmu pengetahuan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekowisata yang berkelanjutan.

AJALO Bird Race International Championship 2026 dan Pojok Lensa merupakan bagian dari rangkaian Road to Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2026.

Melalui kolaborasi pemerintah, akademisi, komunitas, dunia usaha, media, dan masyarakat, Taman Nasional Aketajawe Lolobata diharapkan semakin dikenal sebagai salah satu destinasi birdwatching terbaik di Indonesia sekaligus ikon konservasi di kawasan Wallacea.

"Dari Halmahera untuk Dunia, Menjaga Burung Berarti Menjaga Masa Depan," ujarnya. *

Artikel Lainnya