Nasional

BMKG: Gempa Susulan NTT Diprakirakan Masih Terjadi hingga 30 Hari

Oleh : Rikard Djegadut - Rabu, 19/08/2026 20:11 WIB


BMKG: Gempa Susulan NTT Diprakirakan Masih Terjadi hingga 30 Hari

Jakarta, INDONEWS.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan aktivitas gempa susulan di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) masih akan berlangsung hingga 21-30 hari ke depan setelah gempa utama magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores pada 15 Agustus 2026.

Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, mengatakan aktivitas gempa susulan secara umum menunjukkan tren menurun. Namun, peningkatan aktivitas masih dapat terjadi pada periode tertentu.

"Berdasarkan hasil monitoring BMKG, aktivitas gempa susulan masih akan berlangsung," kata Nelly, dikutip dari Antara, Rabu (19/8/2026).

"Secara umum dari grafik terlihat bahwa kecenderungannya menurun, walaupun dalam beberapa periode masih terjadi peningkatan aktivitas, tetapi gempa susulan akan menurun. Dengan data yang ada saat ini, kira-kira (masih akan berlangsung) dalam 21 sampai 30 hari ke depan, tetapi akan menurun," tambahnya.

Nelly menjelaskan, secara spasial gempa susulan terkonsentrasi di wilayah Flores bagian tengah hingga barat. Sebaran tersebut menunjukkan keterkaitan dengan zona tektonik.

BMKG, kata dia, terus melakukan pemantauan dan analisis untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai perkembangan aktivitas kegempaan di wilayah tersebut.

Hingga Rabu (19/8/2026) pukul 14.00 WIB, BMKG mencatat sebanyak 3.002 gempa susulan dengan magnitudo 1,1 hingga 6,2. Dari jumlah tersebut, 86 gempa susulan dilaporkan dirasakan oleh masyarakat dan 25 kejadian memiliki magnitudo 5 atau lebih.

"Jumlah gempa susulan banyak itu, karena sebagai bagian dari penyesuaian kerak bumi atau pelepasan energi, sehingga mendapatkan keseimbangan yang baru setelah ada gempa utama yang besar," ujar Nelly.

Pemerintah Siapkan Bantuan Rumah

Di tengah masih berlangsungnya aktivitas gempa susulan, pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan dukungan bagi masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan akibat gempa magnitudo 7,7 di Flores, NTT.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan bantuan perbaikan rumah akan disesuaikan dengan tingkat kerusakan. Bantuan diberikan setelah pendataan dan verifikasi selesai dilakukan secara akurat serta dapat dipertanggungjawabkan.

"Pemerintah menyiapkan skema bantuan perbaikan rumah bagi warga terdampak. Untuk rumah dengan kategori rusak ringan, BNPB akan memberikan dukungan sebesar Rp15 juta, sedangkan rumah rusak sedang mendapatkan dukungan sebesar Rp30 juta," kata Suharyanto.

Untuk rumah dengan kategori rusak berat, pemerintah menyiapkan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak.

Sebelum huntap dapat dibangun, BNPB juga menyiapkan hunian sementara (huntara) melalui skema Dana Tunggu Hunian (DTH). Warga yang rumahnya rusak berat akan mendapatkan dukungan DTH sebesar Rp600 ribu.

Pemerintah dan BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap aktivitas gempa susulan serta mengikuti informasi dan arahan resmi dari pihak berwenang.

Artikel Lainnya