Nasional

Ini Penyebabnya! Wanita Berbobot Hampir 300 Kg di Sragen Meninggal Usai Dirawat karena Sesak Napas

Oleh : Rikard Djegadut - Rabu, 05/08/2026 20:56 WIB


Ini Penyebabnya! Wanita Berbobot Hampir 300 Kg di Sragen Meninggal Usai Dirawat karena Sesak Napas

 

Jakarta, INDONEWS.ID – Seorang perempuan berinisial I (39) dengan obesitas ekstrem dan berat badan hampir 300 kilogram meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di RSUD Soehadi Prijonegoro, Sragen, Jawa Tengah. Sebelumnya, korban dievakuasi secara dramatis dari rumahnya oleh belasan petugas PMI akibat mengalami sesak napas berat.

Staf Pelayanan dan Penanggulangan Bencana (PB) PMI Sragen, Rizky Nugroho Jati, mengatakan pasien meninggal dunia pada Selasa (4/8) sekitar pukul 12.58 WIB setelah sehari menjalani perawatan di rumah sakit.

"Tadi dapat info pukul 12.58 WIB (meninggal dunia). Kemarin sore mulai dirawat, siang ini dapat kabar sudah meninggal," kata Rizky.

Menurut Rizky, kondisi pasien terus memburuk sejak dirawat. Salah satu indikatornya adalah kadar saturasi oksigen yang sangat rendah meski telah mendapat bantuan oksigen.

"Saturasinya turun sekali. Tanpa oksigen itu rendah di angka 60-an. Kalau pakai bantuan tabung baru bisa naik ke 70-73," ujarnya.

Ia menambahkan, sesak napas bukan kali pertama dialami pasien. Sebelumnya, perempuan tersebut juga sempat menjalani perawatan di rumah sakit dengan keluhan serupa sebelum kondisinya kembali memburuk.

Dalam enam bulan terakhir, berat badan pasien juga dilaporkan meningkat signifikan, dari sekitar 250 kilogram menjadi mendekati 300 kilogram.

Evakuasi terhadap pasien dilakukan pada Senin (3/8) sore dengan melibatkan belasan personel PMI karena ukuran tubuh korban menyulitkan proses pemindahan dari rumah menuju ambulans.

Secara medis, obesitas ekstrem dapat memengaruhi fungsi pernapasan dan meningkatkan risiko gangguan pernapasan kronis. Penumpukan lemak di area dada dan perut dapat membatasi pengembangan paru-paru, sementara sindrom hipoventilasi obesitas dapat menyebabkan penumpukan karbon dioksida dan menurunkan kadar oksigen dalam darah. Kondisi tersebut juga dapat diperburuk apabila pasien memiliki penyakit penyerta seperti gangguan jantung.

Penanganan pasien dengan obesitas berat umumnya meliputi terapi oksigen untuk mengatasi kekurangan oksigen, disertai upaya penurunan berat badan secara bertahap sebagai langkah jangka panjang guna memperbaiki fungsi paru-paru dan kesehatan secara keseluruhan.

Artikel Lainnya