Nasional

Bupati Tanah Datar Dianugerahi Kartika Pamong Praja Muda dan Lencana Alumni Kehormatan IPDN

Oleh : Rikard Djegadut - Jum'at, 14/08/2026 21:27 WIB


Bupati Tanah Datar Dianugerahi Kartika Pamong Praja Muda dan Lencana Alumni Kehormatan IPDN

Jakarta, INDONEWS.ID --- Bupati Tanah Datar, Eka Putra, SE., MM., dianugerahi Kartika Pamong Praja Muda sekaligus Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan di Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Jumat (14/8/2026).


Penganugerahan tersebut, menjadi bentuk penghargaan sekaligus apresiasi terhadap kiprah dan dedikasi Bupati Eka Putra dalam menjalankan tugas pemerintahan, pembangunan serta pelayanan kepada masyarakat.


Penganugerahan juga menjadi simbol penghormatan dan pengakuan atas kontribusi serta komitmennya dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan yang berorientasi pada pelayanan publik dan peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan.


Bupati Eka Putra menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas penghargaan yang diterimanya. Menurutnya, penghargaan tersebut bukan semata-mata menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga merupakan amanah dan motivasi untuk terus memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat dan daerah.


“Penghargaan ini merupakan sebuah kehormatan sekaligus amanah. Tentunya menjadi motivasi bagi saya untuk terus meningkatkan pengabdian, memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, serta mendorong kemajuan Kabupaten Tanah Datar,” ujarnya.


Keberhasilan dalam menjalankan roda pemerintahan tidak terlepas dari dukungan seluruh jajaran pemerintah daerah, Forkopimda, DPRD, para tokoh masyarakat serta seluruh masyarakat Tanah Datar.


“Semua capaian yang kita raih merupakan hasil kerja bersama. Karena itu, penghargaan ini juga saya persembahkan untuk seluruh masyarakat Kabupaten Tanah Datar dan jajaran Pemerintah Kabupaten Tanah Datar,”


Penganugerahan Kartika Pamong Praja Muda dan Lencana Alumni Kehormatan tersebut diharapkan semakin memperkuat semangat pengabdian Bupati Eka Putra dalam mewujudkan pemerintahan yang profesional, berintegritas, responsif, serta dekat dengan masyarakat.


Kegiatan di Kampus IPDN Jatinangor tersebut sekaligus menjadi momentum mempererat hubungan dan sinergi antara pemerintah daerah dengan institusi pendidikan tinggi kepamongprajaan dalam mendukung peningkatan kapasitas aparatur pemerintahan serta kualitas pelayanan publik.


Rektor IPDN Jatinangor Dr. Halilul Khairi, S.Sos,. M.Si menginformasikan bahwa tahun ini, IPDN menyediakan kuota penerimaan yang lebih besar, yakni sebanyak 1.410 formasi, meningkat signifikan dibandingkan tahun lalu yang berjumlah 1.061 formasi.


Ia pun menegaskan bahwa proses seleksi tahun ini dirancang lebih transparan dan objektif guna menutup rapat celah praktik percaloan, suap-menyuap maupun penyogokan.


"Saya akan berikhtiar sekuat tenaga saya. Tidak ada ruang untuk sogok-menyogok atau suap-menyuap. Siapa yang mampu, kompeten, dan unggul, dialah yang akan masuk di kampus dicintai ini," ujarnya.


Ia menjelaskan, salah satu perubahan mendasar pada mekanisme seleksi tahun ini adalah penerapan sistem nilai akumulasi dari setiap tahapan tes.


Berbeda dengan sistem gugur murni tahun sebelumnya di mana penilaian dimulai kembali dari nol pada setiap tahap baru, tahun ini nilai dari tahap sebelumnya, seperti tes Computer Assisted Test (CAT) dan Bahasa Inggris tetap diperhitungkan sebagai bobot penilaian hingga tahap akhir.


Selain itu, transparansi seleksi diperkuat melalui penggunaan sistem tes berbasis CAT secara langsung serta pelaksanaan ujian Bahasa Inggris secara daring yang bekerja sama langsung dengan pihak Cambridge.


"Melalui seleksi yang ketat dan terbuka ini, IPDN berkomitmen memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh anak bangsa dari berbagai latar belakang ekonomi. Selain membekali mahasiswa dengan ilmu pengetahuan, IPDN juga terus menanamkan nilai-nilai pengabdian tulus, kedisiplinan, serta loyalitas yang rasional kepada pemerintah dan negara (M.Datuk)

Artikel Lainnya