Jakarta, INDONEWS.ID - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 5.012 kali gempa susulan terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga Sabtu (22/8/2026). Gempa susulan tersebut terjadi setelah gempa utama yang mengguncang sejumlah wilayah di NTT.
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan, gempa susulan masih terus terjadi dengan magnitudo bervariasi.
"Sebagaimana kita tahu bahwa hingga saat ini gempa susulan masih sering terjadi, dan hari ini kami mendapatkan jumlah gempa susulan sebanyak 5.012 kali," ujar Berton dalam konferensi pers di Kantor BNPB, Jakarta, Sabtu.
Menurut dia, gempa susulan terbesar tercatat bermagnitudo 6,2, sedangkan yang terkecil bermagnitudo 1,1. Dari ribuan gempa tersebut, sebanyak 124 kali gempa dirasakan oleh masyarakat.
Di sisi lain, jumlah korban jiwa akibat bencana tersebut terus bertambah. BNPB mencatat secara kumulatif terdapat 87 orang meninggal dunia.
"Pada hari ini, secara kumulatif jumlah yang meninggal ada 87 jiwa," kata Berton.
Selain korban meninggal, sebanyak 1.298 orang dilaporkan mengalami luka-luka. Dari jumlah tersebut, 336 orang mengalami luka berat.
Kabupaten Manggarai Timur menjadi wilayah dengan jumlah korban luka terbanyak, yakni 643 orang. Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 285 orang mengalami luka-luka.
Pengungsi Bertambah
BNPB juga mencatat jumlah warga yang mengungsi terus meningkat seiring masih terjadinya gempa susulan. Hingga Sabtu, total pengungsi mencapai 150.576 orang.
Tiga wilayah dengan jumlah pengungsi terbesar yakni Kabupaten Manggarai sebanyak 41.427 orang, Kabupaten Nagekeo 34.256 orang, dan Kabupaten Manggarai Timur sebanyak 31.372 orang.
"Jumlah pengungsi juga meningkat akibat gempa susulan yang masih terjadi. Saat ini tercatat 150.576 orang yang mengungsi," ujar Berton.
Untuk mempercepat penanganan kebutuhan masyarakat terdampak, BNPB telah membentuk Pos Pendukung Logistik Nasional (Posdugloknas) di Halim Perdanakusuma, Jakarta.
Hingga Sabtu pukul 13.00 WIB, bantuan logistik yang telah didistribusikan mencapai 147 ton. Bantuan tersebut dikirim melalui 10 penerbangan.
Secara kumulatif, sejak 15 hingga 22 Agustus 2026, BNPB telah mendistribusikan sebanyak 954 ton bantuan logistik ke wilayah terdampak. Bantuan tersebut dikirim melalui 68 sorti penerbangan.
BNPB menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban meninggal dunia serta memastikan penanganan terhadap korban dan pengungsi terus dilakukan seiring masih berlangsungnya aktivitas gempa susulan di NTT.