Internasional

Bukan Soal Ibadah, Inggris Minta Warga Muslim dan Asia Hemat Air saat Wudhu hingga Cuci Beras

Oleh : Rikard Djegadut - Minggu, 23/08/2026 08:37 WIB


Bukan Soal Ibadah, Inggris Minta Warga Muslim dan Asia Hemat Air saat Wudhu hingga Cuci Beras

Jakarta, INDONEWS.ID - Pemerintah Inggris melalui regulator industri air, Ofwat, mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan air dalam aktivitas sehari-hari. Imbauan tersebut secara khusus menyasar komunitas Muslim untuk mengurangi penggunaan air saat berwudu serta warga keturunan Asia agar lebih hemat ketika mencuci beras.

Imbauan itu disampaikan Ofwat pada Jumat (21/8) melalui program Water Efficiency in Faith and Diverse Communities. Program tersebut dirancang untuk mendorong penggunaan air secara lebih efisien di tengah meningkatnya perhatian terhadap ketersediaan sumber daya air.

Salah satu program percontohan dilakukan di Cambridge dengan melibatkan South Staffordshire Water, Fakultas Teologi Universitas Cambridge, Cambridge Central Mosque yang dikenal sebagai masjid ramah lingkungan pertama di Inggris, serta sejumlah organisasi dan perusahaan penyedia air.

Dalam uji coba tersebut, umat Muslim di Cambridge didorong menggunakan air secukupnya, dengan target sekitar satu liter air untuk setiap kegiatan wudu sebelum salat.

Ofwat menyebut penggunaan wadah berkapasitas satu liter berpotensi menghemat hingga 55 liter air per orang setiap hari dibandingkan penggunaan air mengalir secara berlebihan.

Penggunaan air untuk wudu menjadi salah satu perhatian karena aktivitas tersebut dilakukan berulang kali dalam sehari. Berdasarkan pemantauan dalam program tersebut, sebagian orang dapat menggunakan hingga 12 liter air mengalir untuk berwudu lima kali sehari.

Selain komunitas Muslim, program efisiensi air juga menyasar kebiasaan rumah tangga pada komunitas masyarakat dari latar belakang budaya yang beragam, termasuk kebiasaan mencuci beras.

Ofwat berharap pendekatan berbasis komunitas dan budaya tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa penghematan air dapat dilakukan melalui perubahan sederhana dalam rutinitas sehari-hari.

Program itu sekaligus menjadi bagian dari upaya Inggris mendorong penggunaan air secara lebih berkelanjutan, dengan melibatkan tokoh agama, komunitas lokal, penyedia layanan air, dan lembaga pendidikan.

Artikel Lainnya