Internasional

Nama Hanan Hassan Balkhy dari Arab Saudi Muncul di Bursa Direktur Jenderal WHO

Oleh : donatus nador - Kamis, 27/08/2026 21:25 WIB


Nama Hanan Hassan Balkhy dari Arab Saudi Muncul di Bursa Direktur Jenderal WHO

Jakarta, INDONEWS.ID- Di tengah hiruk pikuk pergantian posisi Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) periode 2027-2032, salah satu nama yang muncul dan menjadi kandidat kuat adalah Hanan Hassan Balkhy.

Dia adalah sosok permpuan yang muncul dari negara muslim yaitu Arab Saudi. Kendati masih berstatus kandidat kuat, pertanyaan tak terbendung, mengapa Hanan Hassan Balkhy?

Sebagaimana diberitakan SPA (Saudi Press Agency) -kantor berita resmi milik pemerintah Kerajaan Arab Saudi yang berpusat di kota Riyadh- pencalonan ini mencerminkan keyakinannya terhadap peran sentral WHO dalam memperkuat ketahanan kesehatan global.

Kerajaan Arab Saudi menyatakan bahwa langkah bakal membantu negara-negara dalam membangun sistem kesehatan yang lebih efisien, berkelanjutan, dan tangguh, yang mampu merespons tantangan kesehatan saat ini maupun di masa depan.

Arab Saudi menyatakan bahwa langkah ini juga menegaskan komitmennya terhadap kerja sama kesehatan multilateral dan dukungannya terhadap upaya internasional yang berfokus pada pencegahan, kesiapsiagaan dan respons darurat, cakupan kesehatan semesta, serta peningkatan akses layanan kesehatan bagi masyarakat yang paling membutuhkan.

Lantas siapa Hanan Balkhy?

Kandidat Kuat Direktur Jenderal WHO dari Arab Saudi ini pertama-tama ia dikenal swbagai pakar penyakit menular.

Balkhy saat ini menjabat sebagai Direktur Regional WHO untuk wilayah Mediterania Timur, posisi yang diembannya sejak tahun 2024.

Sebelumnya, Balkhy menjabat sebagai Asisten Direktur Jenderal organisasi tersebut untuk bidang resistensi antimikroba.

Ia memiliki pengalaman luas di bidang kesehatan masyarakat, penyakit menular, pencegahan dan pengendalian infeksi, ketahanan kesehatan, sistem kesehatan, dan kesehatan internasional.

Balkhy memiliki pengalaman kepemimpinan di dalam WHO baik di tingkat negara, regional, maupun global.

Kedua, Balkhy meniti karir dari dokter spesialis anak. Dalam sebuah unggahan di X, Balkhy menyatakan rasa "terima kasih yang mendalam" kepada Arab Saudi atas pencalonan dirinya.

Ia juga berterima kasih kepada Raja Salman dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman atas dukungan berkelanjutan mereka terhadap sektor kesehatan di Kerajaan tersebut dan kontribusi Arab Saudi bagi kesehatan global.

"Saya menjalani karier sebagai dokter spesialis anak, spesialis penyakit menular, dan ilmuwan," ujar Balkhy.

Perjalanan kariernya mencakup mulai dari merawat anak-anak yang rentan hingga bekerja di garis depan penanganan Middle East Respiratory Syndrome (MERS-CoV), bertahun-tahun sebelum pandemi COVID-19 terjadi.

Ia mengatakan bahwa pengalaman-pengalaman tersebut memperkuat keyakinannya akan "kekuatan sains, pentingnya kesiapsiagaan, dan nilai kerja sama" dalam mengubah bukti serta pengetahuan menjadi tindakan nyata.

Sejak mulai menjabat perannya saat ini di WHO pada tahun 2024, Balkhy mengatakan bahwa dirinya telah bekerja sama dengan 22 negara anggota yang mewakili lebih dari 750 juta penduduk di kawasan Mediterania Timur.

Ketiga, Balkhy ingin mewujudkan WHO sebagai institusi yang dipercaya. Ia menyatakan bahwa WHO harus memperkuat kepercayaan, memberikan dampak nyata.

`Dan menunjukkan nilai yang dihadirkannya bagi setiap negara anggota," seraya menambahkan bahwa ia menantikan kerja sama dengan berbagai negara, rekan sejawat, dan mitra di seluruh dunia demi masa depan organisasi tersebut.

Arab Saudi menyatakan bahwa pencalonan Balkhy mencerminkan ambisinya untuk berkontribusi pada pengembangan berkelanjutan WHO, memperkuat kemampuan organisasi dalam merespons kebutuhan negara-negara anggota, serta menegakkan prinsip-prinsip kesetaraan, transparansi, dan efisiensi.

Kerajaan tersebut juga menyatakan dukungannya terhadap kemitraan internasional yang lebih kuat yang bertujuan meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan di seluruh dunia. 

Artikel Lainnya