Astana, INDONEWS.ID — Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Kazakhstan dan Tajikistan, Dr. M. Fadjroel Rachman, menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas terselenggaranya pemilihan Kurultai (parlemen unikameral) Kazakhstan yang sukses serta terpilihnya Aibek Dadebay sebagai Ketua Kurultai pertama.
Dalam pernyataannya, Dubes Fadjroel menyoroti pentingnya proses demokrasi konstitusional yang baru saja berlangsung di Kazakhstan sebagai langkah maju bagi negara tersebut yang mencanangkan Kazakhstan Baru.
"Selamat atas suksesnya Kurultai kepada Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev, dan selamat atas terpilihnya Aibek Dadebay sebagai Ketua Kurultai. Kazakhstan telah sukses menjalankan demokrasi konstitusional untuk membentuk New Kazakhstan," tegas Dubes Fadjroel di Astana.
Pemilihan Kurultai yang digelar pada 23 Agustus 2026 mencatatkan partisipasi publik yang signifikan, dengan tingkat partisipasi pemilih mencapai 74,08% atau lebih dari 9,35 juta pemilih menggunakan hak suaranya. Partai Adilet meraih kemenangan telak dengan memperoleh 71,17% suara dan 110 kursi dari total 145 kursi parlemen.
Aibek Dadebay resmi terpilih sebagai Ketua Kurultai melalui pemungutan suara rahasia, di mana 144 dari 145 anggota parlemen mendukung pencalonannya. Sebelumnya, Presiden Tokayev mengusulkan nama Dadebay sebagai calon ketua parlemen, mengingat rekam jejaknya sebagai pegawai negeri yang berpengalaman.
Dubes Fadjroel menilai bahwa penyelenggaraan pemilihan ini menandai babak baru bagi Kazakhstan. Pembentukan Kurultai sebagai lembaga legislatif unikameral (satu kamar) merupakan bagian dari implementasi konstitusi baru yang diadopsi melalui referendum pada 15 Maret 2026.
Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev dalam pidato pembukaan sidang perdana Kurultai menyatakan bahwa hasil pemilu menunjukkan dukungan penuh rakyat terhadap reformasi besar-besaran yang sedang berlangsung di Kazakhstan. Beliau juga menekankan bahwa pemilu berlangsung secara terbuka, adil, dan dengan standar organisasi yang tinggi, dengan sekitar 800 pengamat internasional memantau jalannya pemungutan suara—angka tertinggi dalam sejarah parlemen Kazakhstan.
Keberhasilan Kazakhstan dalam menjalankan transisi demokrasi konstitusional ini mendapat perhatian dari komunitas internasional, termasuk Indonesia, yang selama ini menjalin hubungan bilateral yang erat dan bersahabat dengan Kazakhstan. Setelah terpilihnya ketua Kurultai ini, Kazakhstan akan memilih Wakil Presiden dan Perdana Menteri.
"Kazakhstan memberikan pesan kepada dunia, bahwa demokrasi berjalan sesuai dengan prinsip Konstitusi 2026," tegas Dubes Fadjroel.