Nasional

Dubes RI Prof Siti Ruhaini Reuni dengan Sahabat Lama, Alumni Melbourne Diajak ke Uzbekistan

Oleh : Rikard Djegadut - Sabtu, 29/08/2026 18:21 WIB


Dubes RI Prof Siti Ruhaini Reuni dengan Sahabat Lama, Alumni Melbourne Diajak ke Uzbekistan

Jakarta, INDONEWS.ID - Dewan Redaksi Indonews.id, Drs. Asri Hadi berkesempatan bertemu Duta Besar Republik Indonesia untuk Uzbekistan Prof. Dr. Siti Ruhaini Dzuhayatin pada Sabtu (29/8/2026) sore bertempat di Pondok Indah Mall 3 Jakarta. Pertemuan tersebut bukan sekadar agenda silaturahmi, tetapi juga menjadi ajang reuni sejumlah alumni yang pernah menempuh pendidikan di Melbourne, Australia, pada era 1990-an.

Asri Hadi dan Siti Ruhaini kembali bertemu setelah sama-sama menjalani masa pendidikan dan kehidupan sebagai mahasiswa di Melbourne. Dalam pertemuan itu, hadir pula Anna dan Dondon, yang pada masa tersebut pernah tinggal bersama di Clayton, Melbourne. Kenangan kehidupan bersama di negeri kanguru puluhan tahun silam pun kembali menjadi bagian dari obrolan mereka.

Bagi mereka, pertemuan tersebut seolah membawa kembali suasana Melbourne pada dekade 1990-an. Jarak waktu yang telah terbentang puluhan tahun tidak menghapus hubungan pertemanan yang pernah terjalin ketika mereka masih sama-sama menempuh pendidikan.

Siti Ruhaini Dzuhayatin sendiri merupakan guru besar di bidang hak asasi manusia (HAM). Sebelum dipercaya sebagai Duta Besar RI untuk Uzbekistan, ia pernah menjalankan sejumlah tugas di lingkungan pemerintahan, antara lain sebagai staf khusus Presiden Joko Widodo dan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden.

Selain bertemu dengan para sahabat lamanya, Siti Ruhaini pada Sabtu sore juga dijadwalkan bertemu dengan para praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di PIM 3, Jakarta.

Salah satu hal menarik dalam pertemuan para alumni Melbourne tersebut adalah ajakan Siti Ruhaini kepada teman-teman semasa kuliah untuk berkunjung ke Uzbekistan pada Mei 2027 mendatang. Kunjungan tersebut berkaitan dengan agenda Indonesian Week, sebuah kegiatan yang akan menjadi kesempatan untuk memperkenalkan Indonesia sekaligus mempererat hubungan masyarakat kedua negara.

Undangan tersebut disambut positif oleh para alumni yang hadir. Selain menjadi kesempatan untuk kembali berkumpul dengan sahabat lama, rencana perjalanan ke Uzbekistan juga membuka ruang untuk melihat secara langsung diplomasi Indonesia di negara Asia Tengah tersebut.

"Selain itu, direncanakan akan ada penerbangan langsung dari Indonesia ke Ubezkhistan (tidak lagi transit di Malaysia). Juga direncanakan bebas visa bagi warga Ubezkhistan yang ingin berlibur ke Indonesia," kata Asri Hadi menirukan cerita Prof Siti.

Siapa Prof. Dr. Siti Ruhaini Dzuhayatin

Prof. Siti Ruhaini Dzuhayatin adalah seorang akademisi yang telah lama berkiprah di dunia pendidikan tinggi di Indonesia. Beliau adalah lulusan dari Monash University, Australia, di mana ia meraih gelar pendidikan tinggi yang memperdalam keahlian dan pengetahuannya di bidang ilmu sosial dan kebijakan publik.

Selain di dunia akademik, Siti Ruhaini juga dikenal sebagai guru besar di bidang ilmu politik dan hubungan internasional. Dedikasinya dalam mengembangkan pemikiran kritis serta mendorong perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia membuatnya dihormati oleh banyak kalangan, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Di luar dunia akademik, Prof. Siti Ruhaini memiliki pengalaman yang sangat luas dalam pemerintahan. Beliau pernah menjabat sebagai Staf Khusus Presiden Republik Indonesia Joko Widodo di bidang hubungan internasional dan kebijakan publik. Dalam posisi ini, Siti Ruhaini berperan penting dalam merancang dan memberikan masukan bagi kebijakan luar negeri Indonesia serta memperkuat hubungan diplomatik dengan negara-negara sahabat.

Tak hanya itu, beliau juga pernah mengemban tanggung jawab sebagai Tenaga Ahli Utama di Kantor Staf Presiden (KSP), di mana beliau terlibat dalam berbagai inisiatif penting terkait pengembangan kebijakan negara dan diplomasi internasional.

Penunjukan Siti Ruhaini sebagai Duta Besar RI untuk Uzbekistan merangkap Kyrgyzstan ini diharapkan akan membawa hubungan bilateral Indonesia dengan kedua negara tersebut ke tingkat yang lebih tinggi, terutama dalam bidang perdagangan, pendidikan, dan kerjasama internasional. Dengan pengalaman dan kompetensinya, Siti Ruhaini diharapkan dapat berperan aktif dalam memperkuat diplomasi Indonesia di kawasan Asia Tengah.

Sebagai Duta Besar, Prof. Siti Ruhaini akan berfokus pada penguatan hubungan ekonomi, budaya, dan sosial dengan Uzbekistan dan Kyrgyzstan, serta berperan dalam memperkenalkan Indonesia lebih dekat lagi dengan masyarakat dan pemerintahan kedua negara tersebut.

Artikel Lainnya