Nasional

PP PMKRI Bentuk Satgas Kemanusiaan, Gerak Cepat Bantu Korban Bencana di NTT dan Kalimantan

Oleh : Alvin Demianus - Rabu, 02/09/2026 17:40 WIB


Logo Nasional Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia
Logo Nasional Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia

Jakarta, INDONEWS.ID — Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI) Periode 2026–2028 membentuk Satuan Tugas (Satgas) Kemanusiaan sebagai langkah konkret merespons bencana yang melanda sejumlah wilayah, khususnya di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Kalimantan.


Pembentukan Satgas tersebut merupakan bentuk solidaritas dan pelayanan kemanusiaan PMKRI terhadap masyarakat yang terdampak bencana. Gerakan ini melibatkan kader PMKRI dari berbagai cabang di seluruh Indonesia, senior dan alumni PMKRI, serta sejumlah pihak eksternal.


Satgas berada di bawah kepemimpinan Mandataris MPA/Formatur Tunggal/Ketua Presidium Pengurus Pusat PMKRI Periode 2026–2028, Christian Alesandro Delviero Rettob atau Delvis Rettob.


Untuk mengonsolidasikan gerakan di tingkat nasional, Febrian Muda dipercayakan sebagai Koordinator Nasional Satgas Kemanusiaan. Ia bertugas memastikan koordinasi, pengumpulan informasi, assessment, hingga pelaksanaan bantuan dapat berjalan secara cepat dan terarah.


Pada tahap awal, Satgas telah membentuk sejumlah divisi, di antaranya Divisi Dana dan Divisi Assessment. Struktur tersebut akan terus dikembangkan sesuai dengan dinamika kondisi serta kebutuhan masyarakat di lokasi terdampak.


“Untuk saat ini, langkah taktis sangat dibutuhkan karena gerakan cepat perlu segera dilaksanakan. Kita tidak ingin terlalu lama berada pada tahap wacana. Data dan kebutuhan lapangan harus segera dikumpulkan agar bantuan yang diberikan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Febrian Muda, Rabu (2/9/2026).


Saat ini, Satgas masih melakukan pengumpulan data, assessment, serta pemetaan kebutuhan mendesak masyarakat terdampak. Tim juga disiapkan untuk turun langsung ke lokasi berdasarkan hasil pemetaan dan kebutuhan di lapangan.


Selain melakukan aksi kemanusiaan secara langsung, Satgas juga disiapkan menjadi bagian dari mekanisme distribusi bantuan bagi cabang-cabang PMKRI yang memiliki keterbatasan untuk menjangkau lokasi bencana.


Bantuan yang dipercayakan melalui Satgas akan dikoordinasikan dan disalurkan dengan mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, tepat sasaran, dan tepat tujuan.


PP PMKRI juga membuka ruang bagi masyarakat, kader, alumni, serta berbagai pihak yang ingin berpartisipasi melalui donasi kemanusiaan. Setiap bantuan yang dipercayakan kepada Satgas akan dikelola dan dipertanggungjawabkan secara terbuka agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.


Respons kemanusiaan PP PMKRI tidak hanya diarahkan kepada masyarakat terdampak bencana di Flores, NTT. Satgas juga memberikan perhatian terhadap kondisi kebencanaan di Kalimantan.


Koordinasi awal dengan berbagai pihak telah dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi di wilayah terdampak sekaligus memetakan kebutuhan yang harus diprioritaskan.


Bagi PMKRI, gerakan kemanusiaan merupakan bentuk nyata dari semangat solidaritas dan pelayanan kepada masyarakat. Bencana, menurut PMKRI, tidak boleh dilihat sebatas persoalan wilayah, tetapi sebagai persoalan kemanusiaan yang membutuhkan kepedulian bersama.


“Mari saling menguatkan dan mengulurkan tangan. Di tengah situasi bencana, kehadiran kita mungkin sederhana, tetapi bagi mereka yang sedang kehilangan, solidaritas sekecil apa pun dapat menjadi kekuatan untuk bangkit,” demikian seruan Satgas Kemanusiaan PP PMKRI.


PP PMKRI mengajak seluruh kader, senior, alumni, masyarakat, serta berbagai pihak untuk mengambil bagian dalam gerakan kemanusiaan tersebut.


DARI SOLIDARITAS UNTUK SAUDARA-SAUDARA KITA.


PIC Koordinasi Satgas Kemanusiaan

Koordinator Nasional: Febrian Muda

📞 +62 812-1144-1522


#Religio_Omnium_Scientiarum_Anima

#Pro_Ecclesia_et_Patria




Artikel Lainnya