Pojok Istana

Kembali Temui Putin, Prabowo Tegaskan Rusia Mitra Penting Indonesia

Oleh : Rikard Djegadut - Kamis, 03/09/2026 20:50 WIB


Kembali Temui Putin, Prabowo Tegaskan Rusia Mitra Penting Indonesia

Jakarta, INDONEWS.ID – Presiden Prabowo Subianto menegaskan posisi Rusia sebagai mitra penting bagi Indonesia saat bertemu Presiden Vladimir Putin di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026). Pertemuan kedua pemimpin tersebut membahas penguatan kerja sama bilateral di berbagai sektor, mulai dari perdagangan, pertanian, pembangunan kapal, teknologi digital hingga energi, termasuk energi nuklir.

"Bagi Indonesia Rusia adalah mitra yang sangat penting. Karena itu kami bangga dan gembira hubungan kita bisa meningkat menjadi kemitraan strategis tahun lalu," ujar Prabowo dalam jamuan santap siang bersama Putin.

Kunjungan ke Vladivostok menjadi kunjungan keempat Prabowo ke Rusia sejak menjabat sebagai Presiden Indonesia.

Sebelumnya, Prabowo telah tiga kali bertemu Putin di Rusia. Pertemuan pertama berlangsung di St Petersburg pada 18-20 Juni 2025. Prabowo kemudian kembali bertemu Putin di Moskow pada 10 Desember 2025 dan 13 April 2026.

Menurut Prabowo, hubungan Indonesia dan Rusia memiliki fondasi historis yang telah terjalin selama lebih dari lima dekade. Hubungan tersebut, kata dia, terus berkembang, termasuk dalam bidang ekonomi dan perdagangan.

Kehadiran Prabowo di Vladivostok juga menjadi bentuk komitmen Indonesia untuk memperkuat hubungan dengan Rusia di berbagai sektor.

Prabowo menyoroti penyelenggaraan Forum Ekonomi Timur ke-11 yang dinilainya dapat membuka peluang lebih luas bagi kerja sama ekonomi dan konektivitas kawasan.

"Forum ini memiliki potensi besar dalam menjadi jembatan kerja sama dan konektivitas di kawasan kita," kata Prabowo.

Prabowo juga menyebut Indonesia dan Rusia sama-sama memiliki posisi strategis sebagai negara Pasifik. Bagi Indonesia sebagai negara kepulauan, konektivitas dan kerja sama maritim menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan hubungan kedua negara.

"Indonesia terus berupaya untuk terus meningkatkan kerja sama di segala bidang demi mencapai keuntungan bagi kedua negara kita," tuturnya.

Putin: Indonesia Mitra Kunci Rusia di Asia-Pasifik

Dalam pertemuan tersebut, Putin menyambut kunjungan Prabowo dengan menekankan kedekatan hubungan kedua pemimpin sebagai bagian dari hubungan strategis Indonesia dan Rusia.

"Hubungan pribadi kita mencerminkan sifat strategis dari hubungan bilateral antara Rusia dan Indonesia," ujar Putin.

Putin menyebut Indonesia sebagai salah satu mitra utama Rusia di kawasan Asia-Pasifik. Ia mengatakan hubungan persahabatan kedua negara telah berlangsung selama bertahun-tahun dan terus berkembang, termasuk dari sisi perdagangan.

"Indonesia merupakan salah satu mitra kunci bagi Rusia di kawasan Asia-Pasifik. Kita telah menjalin hubungan persahabatan selama bertahun-tahun. Perdagangan antara kedua negara juga terus berkembang," katanya.

Putin menyebut volume perdagangan Rusia dan Indonesia meningkat 12 persen pada tahun lalu. Menurut dia, Komisi Bersama Rusia-Indonesia di bidang ekonomi, perdagangan, dan kerja sama teknis juga terus bekerja memperluas hubungan bilateral.

Kerja sama kedua negara tidak hanya diarahkan pada perdagangan. Moskwa juga melihat peluang pengembangan kerja sama di sejumlah sektor strategis.

"Kami memberikan perhatian pada pengembangan kerja sama bilateral di bidang pertanian, pembangunan kapal, teknologi digital, dan energi, khususnya energi nuklir," ungkap Putin.

Putin turut menyinggung perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia yang telah ditandatangani.

Di tingkat multilateral, Indonesia dan Rusia juga terus menjalin kerja sama melalui berbagai forum internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan kerangka ASEAN.

"Saya yakin bahwa pertemuan hari ini akan memberikan dorongan baru bagi hubungan bilateral antara kedua negara kita," pungkas Putin.

Kalau ingin, saya juga bisa membuatkan 3 judul alternatif yang lebih tajam/provokatif untuk angle hubungan Prabowo-Putin dan Rusia sebagai mitra strategis Indonesia.

Artikel Lainnya