Nasional

Kemenko Perekonomian Dorong Peluang Investasi bagi Perusahaan Jepang untuk Percepat Pembangunan Kawasan Rebana

Oleh : Rikard Djegadut - Selasa, 08/09/2026 19:11 WIB


Kemenko Perekonomian Dorong Peluang Investasi bagi Perusahaan Jepang untuk Percepat Pembangunan Kawasan Rebana

Jakarta, INDONEWS.ID - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian terus memperkuat kolaborasi lintas pemangku kepentingan dalam pengembangan Kawasan Rebana untuk membuka peluang investasi dan kemitraan baru, termasuk bagi perusahaan Jepang. Langkah tersebut diwujudkan melalui Rebana Area Development Co-Creation Seminar: New Business Opportunities and Public-Private Partnerships in Indonesia yang dilaksanakan di Jakarta, Senin (7/09).

Kegiatan yang merupakan bagian dari kerja sama teknis Pemerintah Indonesia dan Japan International Cooperation Agency (JICA) dalam Project for Rebana Area Development which is related to Patimban International Port tersebut menjadi forum untuk mendiseminasikan hasil perencanaan dan strategi pengembangan Kawasan Rebana sekaligus mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, mitra pembangunan, dan pemangku kepentingan lainnya untuk mengidentifikasi peluang bisnis dan kemitraan yang dapat dikembangkan di Kawasan Rebana. Kegiatan tersebut juga diikuti oleh perwakilan Kementerian/Lembaga, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten/Kota, pelaku usaha, perwakilan perusahaan Jepang, asosiasi, dan mitra pembangunan.

Asisten Deputi Pengembangan Kawasan Ekonomi dan Proyek Strategis Suroto menyampaikan bahwa pengembangan Kawasan Rebana membutuhkan kolaborasi yang kuat antara Pemerintah dan dunia usaha agar berbagai perencanaan kawasan dapat diterjemahkan menjadi proyek dan peluang investasi yang konkret.

“Pengembangan Kawasan Rebana tidak berhenti pada penyusunan perencanaan, tetapi perlu diterjemahkan ke dalam program dan proyek yang dapat diimplementasikan serta memberikan nilai tambah bagi perekonomian. Pemerintah terus memperkuat koordinasi lintas kementerian /lembaga, pemerintah daerah, pelaku usaha, serta mitra embangunan untuk menciptakan ekosistem investasi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Selain itu, Kesiapan Kawasan Rebana sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Barat diperkuat dengan beroperasinya berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN), seperti Pelabuhan Internasional Patimban, Bandara Kertajati, Tol Cisumdawu, Bendungan Cipanas, hingga Kawasan Industri Subang Smartpolitan,” ujar Asdep Suroto.

Pengembangan Kawasan Rebana sendiri merupakan bagian dari agenda percepatan pembangunan sebagaimana diarahkan dalam Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2021. Kawasan Rebana memiliki posisi strategis dan kesiapan kawasan, yang juga dibuktikan dengan realisasi investasi skala besar, salah satunya peresmian pabrik perakitan kendaraan listrik BYD di KI Subang Smartpolitan. Ketersediaan ekosistem tersebut tentu semakin diperkuat dengan percepatan pembangunan Tol Akses Pelabuhan Patimban

Dalam rangka pengembangan Kawasan Rebana, Pemerintah Indonesia melakukan kerja sama teknis dengan JICA untuk mendukung pengembangan Kawasan Rebana secara lebih terintegrasi. Kerja sama tersebut telah menghasilkan sejumlah keluaran yang dapat menjadi referensi bagi pengembangan kawasan dan peningkatan daya tarik investasi, antara lain Rencana Induk Kawasan Rebana, Rencana Spesifik Pusat Industri Hijau, Pedoman Pengembangan Kawasan Industri di Kawasan Rebana, konsep promosi pariwisata pegunungan, serta strategi promosi investasi. 

Hasil kerja sama tersebut kemudian diperkenalkan kepada para pemangku kepentingan melalui seminar sebagai bagian dari upaya membangun pemahaman bersama mengenai arah pengembangan Kawasan Rebana, potensi bisnis, serta kebutuhan kolaborasi untuk mendukung implementasi program dan proyek di kawasan.

Sejalan dengan hal tersebut, Chief Representative JICA Indonesia Office Takeda Sachiko, juga menyampaikan apresiasinya atas sinergi koordinasi yang terjalin erat bersama Kemenko Perekonomian, BP Rebana, dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta menekankan pentingnya peran Pelabuhan Internasional Patimban dan Kawasan Rebana bagi dunia usaha. Kawasan Rebana merupakan salah satu wilayah pertumbuhan terpenting di Indonesia. Pelabuhan Patimban diproyeksikan menjadi pintu gerbang logistik utama yang menghubungkan industri di Jawa Barat dengan pasar domestik maupun internasional. Melalui proyek kerja sama teknis ini, JICA mendukung penyusunan Master Plan, penguatan koordinasi antarpemangku kepentingan, serta identifikasi program prioritas seperti Green Industry Hub yang memadukan manufaktur, energi terbarukan, pengembangan SDM, dan dekarbonisasi.

Sementara itu, Koordinator Promosi Investasi Badan Pengelola (BP) Kawasan Rebana Ahmad Nugraha juga memaparkan kemajuan serta potensi daya tarik investasi di Kawasan Rebana. Kawasan Rebana dikembangkan berdasarkan perencanaan yang komprehensif dan terstruktur melalui kluster industri, penerbangan, pariwisata, hingga pendidikan. Saat ini terdapat 13 kawasan industri yang dialokasikan, 8 kawasan industri di antaranya telah beroperasi. Realisasi investasi di Kawasan Rebana pada tahun 2025 mencapai Rp36 triliun, dan hingga Triwulan II-2026 telah menembus Rp21,59 triliun atau menyumbang sekitar 30% dari total investasi Jawa Barat. Dengan dukungan lebih dari 30 universitas dan 500 SMK/lembaga pelatihan, kawasan ini diproyeksikan mampu menciptakan 1,7-1,8 juta lapangan kerja baru. 

Pengembangan Kawasan Rebana sendiri merupakan bagian dari agenda percepatan pembangunan. Selain berfokus pada ekspansi kapasitas industri dan logistik, pengembangan kawasan ini diarahkan pada prinsip keberlanjutan (sustainability).

Dalam seminar tersebut, turut dibahas sejumlah topik yang relevan, diantaranya penerapan industri hijau, ekonomi sirkular, pemanfaatan energi terbarukan (geotermal dan floating solar panel di bendungan), hingga kontribusi dunia usaha terhadap target dekoarbonisasi. Seminar tersebut juga menjadi ruang untuk mendiskusikan peluang kemitraan pemerintah dan swasta dalam mendukung pengembangan Kawasan Rebana. Sesi diskusi melibatkan pemangku kepentingan Pemerintah dan sektor swasta untuk membahas perkembangan Pelabuhan Internasional Patimban, peluang pengurangan emisi gas rumah kaca dan nilai ekonomi karbon, pemanfaatan teknologi pintar, serta pengembangan kawasan industri seperti Subang Smartpolitan. 

“Melalui penguatan kolaborasi tersebut, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mendorong agar hasil perencanaan dan kerja sama pengembangan Kawasan Rebana dapat ditindaklanjuti melalui komunikasi dan penjajakan bisnis yang lebih konkret antara pemerintah, investor, pengembang kawasan, dan mitra pembangunan. Dengan demikian, Kawasan Rebana diharapkan semakin mampu menarik investasi berkualitas sekaligus memperkuat keterhubungan antara kawasan industri, infrastruktur strategis, dan pusat-pusat kegiatan ekonomi di wilayah tersebut,” pungkas Asdep Suroto.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut diantaranya yakni Direktur Promosi Wilayah Asia Timur, Asia Selatan, Timur Tengah dan Afrika Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal, Kepala Bappeda Provinsi Jawa Barat, Chief Representative from JICA Indonesia, Vice President Director JETRO Indonesia, Perwakilan Kedutaan Besar Jepang, serta Perwakilan Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah lainnya. 


Artikel Lainnya