Nasional

Terancam Dikosongkan, Israel Siapkan Skenario Usir Warga Gaza, Kini Tunggu Lampu Hijau AS

Oleh : Rikard Djegadut - Rabu, 09/09/2026 13:52 WIB


Terancam Dikosongkan, Israel Siapkan Skenario Usir Warga Gaza, Kini Tunggu Lampu Hijau AS

Jakarta, INDONEWS.ID - Israel mengaku telah menyiapkan rencana untuk memindahkan warga Palestina dari Jalur Gaza. Namun, rencana tersebut disebut masih menunggu Amerika Serikat (AS) menentukan negara yang bersedia menerima warga Palestina. Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mengatakan tidak ada solusi bagi Gaza tanpa pemindahan penduduk dari wilayah tersebut.

“Tidak ada solusi nyata untuk Gaza pada akhirnya tanpa migrasi ini,” kata Katz dalam konferensi yang digelar situs berita Israel Ynet dan surat kabar Yedioth Ahronoth, Rabu (2/9/2026), seperti dilansir AFP, Kamis (3/9).

Katz mengatakan pemerintah Israel telah menyiapkan berbagai skenario untuk mengeluarkan warga Palestina dari Gaza.

“Pemerintah Israel terorganisir dan siap untuk mengeluarkan mereka -- melalui laut, melalui udara, dengan segala cara yang memungkinkan,” ujarnya.

Pernyataan tersebut muncul di tengah pembahasan mengenai masa depan Jalur Gaza dan nasib jutaan warga Palestina yang masih tinggal di wilayah tersebut. Kedutaan Besar AS di Israel mengarahkan permintaan komentar terkait pernyataan Katz kepada Departemen Luar Negeri AS di Washington.

Gagasan pemindahan warga Palestina dari Gaza sebelumnya juga pernah disampaikan Presiden AS Donald Trump pada awal masa jabatan keduanya.

Trump ketika itu menyerukan agar sekitar 2 juta warga Palestina meninggalkan Jalur Gaza. Ia kemudian mengusulkan pembangunan kembali Gaza sebagai kawasan resor mewah di pesisir Mediterania setelah wilayah tersebut mengalami kehancuran akibat bombardir Israel.

Usulan itu menuai penolakan luas, termasuk dari Mesir, satu-satunya negara selain Israel yang berbatasan langsung dengan Jalur Gaza. Warga Palestina juga mengecam gagasan tersebut dan mengaitkannya dengan Nakba, istilah yang merujuk pada pengusiran massal warga Palestina ketika negara Israel berdiri pada 1948.

Trump kemudian mengubah sikapnya setelah mendapat tekanan internasional. Saat mengumumkan gencatan senjata di Gaza pada Oktober, Trump memaparkan rencana 20 poin untuk masa depan wilayah tersebut, salah satunya menyatakan tidak adanya pemindahan warga Palestina secara paksa.

Namun, Katz mengatakan gagasan pemindahan warga Gaza tersebut pada dasarnya belum dibatalkan oleh Trump. Pernyataan Katz sekaligus menunjukkan bahwa isu pemindahan penduduk Gaza masih menjadi bagian dari pembahasan pemerintah Israel mengenai masa depan wilayah tersebut.

Artikel Lainnya