Jakarta, INDONEWS.ID -US Open 2026 menghadirkan momen spesial bagi Elena Rybakina ketika sukses merebut peringkat 1 dunia.
Rybakina menduduki posisi puncak ini setelah menaklukkan Zheng Qinwen, dengan skor 3-6, 6-1, 6-4 pada babak perempat final US Open.
Kemenangan ini membawa Rybakina ke semifinal dan harus bertarung melawan Coco Gauff.
Dengan menaklukkan Zheng Qinwen, peta kekuatan tenis putri dunia resmi berubah.
Elena Rybakina tak hanya lolos ke semifinal, tapi sukses mengukir sejarah baru dalam kariernya.
Ia setelah mengandaskan perlawanan saingan terberat sang juara Olimpiade asal Tiongkok, Zheng Qinwen.
Kemenangan dramatis ini tidak hanya mengantarkan petenis asal Kazakhstan tersebut ke babak empat besar turnamen Grand Slam di Flushing Meadows.
Kemenangan ini juga memastikan Rybakina naik ke takhta peringkat pertama WTA untuk kali pertama.
Ia mengakhiri dominasi Aryna Sabalenka yang sebelumnya kokoh di puncak selama 99 pekan berturut-turut.
Perjalanan Rybakina menuju puncak dunia sama sekali tidak ditempuh dengan mudah.
Petenis unggulan kedua ini sempat didera cedera achilles yang memaksanya mundur dari ajang Cincinnati Open beberapa pekan lalu.
Bahkan, ia mengaku sempat kesulitan menjalani latihan fisik secara optimal.
"Kami bahkan tidak tahu apakah saya bisa bermain atau tidak. Saya memiliki tim yang hebat dan dokter yang selalu siap dihubungi," ungkap Rybakina, Rabu (9/9).
Meski sempat tertinggal di set pertama akibat tekanan dari permainan agresif Zheng, mental Rybakina gak ciut.
Ia menunjukkan mentalitas juara, bangkit melalui servis keras andalannya dan mendominasi garis belakang lapangan untuk membalikkan keadaan dalam tempo dua jam.
Keberhasilan menembus semifinal US Open ini sekaligus menjadi jawaban atas rekor minornya di New York pada tahun-tahun sebelumnya.
Dengan pencapaian ini, ia resmi tercatat sebagai petenis ke-30 dalam sejarah WTA yang berhasil menduduki peringkat teratas dunia.
Meski demikian, Rybakina memilih untuk tetap rendah hati dan fokus pada target utamanya pekan ini, yakni memburu gelar juara Grand Slam kedua musim ini.
"Ini hanyalah sebuah angka saat ini. Tentu saja saya berada di semifinal, jadi tujuan saya adalah memenangkan turnamen yang saya ikuti."
"Saya hanya menjalani satu pertandingan demi satu pertandingan," tutur Rybakina.
Pada babak semifinal mendatang, ujian berat telah menanti Rybakina.
Ia akan berhadapan melawan Coco Gauff, petenis unggulan keempat asal tuan rumah. Gauff sukses melaju usai melakukkan comeback gemilang atas Mirra Andreeva dengan skor 2-6, 7-6 (7), 6-2.
Pertemuan antara empat unggulan teratas di babak semifinal tunggal putri US Open tahun ini juga mencatatkan sejarah baru.
Ini sebagai pertama kalinya terjadi dalam kurun waktu 51 tahun terakhir, menjanjikan persaingan puncak yang semakin ketat di sisa turnamen