Nasional

Kronologi Penembakan Tiga ASN Jayawijaya: Diadang Saat Pulang dari Lokasi Cetak Sawah

Oleh : Rikard Djegadut - Jum'at, 11/09/2026 11:18 WIB


Kronologi Penembakan Tiga ASN Jayawijaya: Diadang Saat Pulang dari Lokasi Cetak Sawah

Jakarta, INDONEWS.ID – Tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, tewas ditembak kelompok bersenjata saat dalam perjalanan pulang setelah meninjau pelaksanaan program cetak sawah, Rabu (9/9/2026).

Ketiga korban masing-masing berinisial AR (49), WB (25), dan AAM (35). Peristiwa penembakan terjadi sekitar pukul 15.53 WIT di Distrik Muliama, ketika rombongan mereka dalam perjalanan kembali menuju Kota Wamena.

Rombongan tersebut berjumlah 11 orang. Mereka sebelumnya melakukan peninjauan terhadap kegiatan program cetak sawah yang dilaksanakan di wilayah tersebut.

Dalam perjalanan kembali, rombongan diduga diadang kelompok bersenjata di wilayah Distrik Muliama. Serangan kemudian terjadi dan tiga orang anggota rombongan menjadi sasaran tembakan.

AR dan AAM meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara WB masih sempat dievakuasi untuk mendapatkan pertolongan medis di RSUD Wamena. Namun, nyawanya tidak tertolong dan ia akhirnya meninggal dunia.

Sementara delapan anggota rombongan lainnya berhasil menyelamatkan diri dengan berlindung di Puskesmas Muliama. Mereka kemudian menjadi saksi penting bagi aparat untuk mengungkap identitas dan ciri-ciri kelompok yang melakukan penyerangan.

Polisi Kantongi Ciri-Ciri Pelaku

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo, mengatakan aparat telah memeriksa korban selamat dan memperoleh keterangan mengenai ciri-ciri terduga pelaku.

“Dari hasil pendalaman, kita sudah lakukan pemeriksaan terhadap saksi korban yang selamat. Ciri-ciri pelaku sudah kita kantongi dan tim gabungan saat ini sedang melakukan pengejaran di lapangan,” kata Yusuf dalam keterangan resmi, Kamis (10/9/2026).

Berdasarkan keterangan saksi, kelompok bersenjata yang menyerang rombongan tersebut diperkirakan berjumlah sekitar delapan orang. Mereka diduga membawa dua senjata api laras panjang.

Aparat juga menemukan sejumlah barang bukti di lokasi kejadian, termasuk tiga selongsong peluru dan jejak darah. Untuk mengejar pelaku sekaligus memperkuat pengamanan wilayah, Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 mengerahkan tambahan 50 personel dari Timika menuju Jayawijaya.

Salah satu korban, Wili Mbuik (24), merupakan warga Nusa Tenggara Timur. Kepergiannya meninggalkan duka bagi keluarga di Rote Ndao. Namun, persoalan tidak berhenti pada kabar kematian Wili. Keluarga korban mengaku menerima sejumlah panggilan telepon dan video call dari orang tidak dikenal setelah penembakan.

Paman Wili, Johanis Baba, mengatakan sejumlah nomor keluarga yang tersimpan di telepon seluler milik korban diduga digunakan untuk menghubungi keluarga.

“Kami dapat teror, maupun keluarga di Rote,” kata Johanis di Kupang, Kamis (10/9/2026), seperti dilansir Pos Kupang.

Johanis menduga telepon seluler milik Wili telah diambil oleh pelaku setelah penembakan. Dugaan tersebut menjadi salah satu hal yang kini menambah kekhawatiran keluarga.

Sementara itu, proses pemulangan jenazah para korban masih berlangsung. Aparat terus melakukan penyelidikan berdasarkan keterangan para saksi dan hasil olah tempat kejadian perkara untuk mengungkap pelaku penembakan.

Artikel Lainnya