Jakarta, INDONEWS.ID - Batavia FC bermain imbang lawan MC Utama di minggu kedelapan Liga Soeratin U-15, permainan keduanya membosankan, kurang `greget`, penonton kurang diberi kejutan oleh kedua tim. Bola hanya mengalir sampai di luar kota, hanya ada beberapa kali `shoot on target` dari kedua tim, kemungkinan faktor kelelahan jadi penyebabnya.
Kedua tim main di lapangan sintetis 2, PSF, Pancoran, Jakarta Selatan, masing-masing tim kurang berupaya membongkar pertahanan lawan, bola jarang mengancam gawang masing-masing tim.
Batavia FC dua kali mendapat peluang bagus, sayang gagal dipenyelesaian akhir, satu kesempatan yang peluang golnya 85 persen gagal dimanfaatkan pemain sayap Batavia, saat berjarak 3 meter dari gawang lawan, ia tak siap menerima umpan lambung yang jatuh tepat di kakinya, bola malah dihalau ke tengah lapangan.
Sementara MC Utama tak punya peluang bagus, mereka terus ditekan. Beruntung tim ini punya "back" tangguh yang juga Kapten tim, bermain luar biasa menghalau setiap bola yang datang. Ketangguhannya membuat Batavia FC frustasi.
Selama dua kali 30 menit penonton disuguhi permainan tanpa greget, masing-masing tim berusaha untuk tidak kebobolan. Pertandingan berakhir dengan skor 0-0.
Pelatih MC Utama mengatakan, sedikit kecewa dengan pertandingan kali ini walau puas dengan permainan timnya. Ia juga senang anak asuhnya menjalankan instruksi terutama di kerja sama tim.
"Anak-anak hari ini main bagus, bola gak sampai ke kotak putih dan masih mampu mengejutkan lawan dengan serangan balik walau tak menghasilkan gol", kilahnya.
Menurutnya, kedua tim sama-sama sudah mengenal karaktera lapangan sintesis, karena kedua tim sering berlatih di lapangan tersebut. Karena sudah mengenal lapangan, keduanya paham bagaimana mengatasi lawan di lapangan sintesis.
Baginya kehadiran Kapten tim sebagai pemain belakang membuat ia percaya timnya sulit ditembus, sang kapten juga dipercaya timnya untuk menerjemahkan arah pelatih. "Saya salut sama dia, main bagus dan mampu mengarahkan teman-temannya", tambahnya.
Mengakhiri pembicaraannya, dia ingin timnya terus berlatih dan tak menganggap `remeh` lawan, siapapun lawannya harus dihormati. Ke depan, ia tetap menjaga ritme permainan timnya dan terus melatih kerja sama serta penyelesaian akhir.