Nasional

100 Tahun Gontor: KH. Abdul Djalil Thahir Kenang Masa Pendidikan dan Teguhkan Visi Besar Pesantren Darul Aman

Oleh : luska - Senin, 21/09/2026 10:01 WIB


100 Tahun Gontor: KH. Abdul Djalil Thahir Kenang Masa Pendidikan dan Teguhkan Visi Besar Pesantren Darul Aman

Ponorogo, INDONEWS.ID — Pendiri Pondok Pesantren Darul Aman Yayasan Buq`atun Mubarakah, Kiai Haji Abdul Dalil Thahir bersama Sekretaris Yayasan Buq`atun Mubarakah, Ahmad Sahal, turut hadir dalam momentum peringatan 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.


Bagi Kiai Haji Abdul Dalil Thahir peringatan satu abad Gontor memiliki makna yang jauh lebih dalam dari sekadar menghadiri sebuah peringatan. Kehadiran tersebut menjadi momentum untuk kembali mengenang masa pendidikan yang pernah beliau jalani di Pondok Modern Darussalam Gontor pada era tahun 70an.


Gontor merupakan bagian penting dari perjalanan pendidikan Kiai Haji Abdul Dalil Thahir Berbagai ilmu, pengalaman, nilai kepesantrenan, kedisiplinan, serta wawasan yang beliau peroleh selama menempuh pendidikan di Gontor kemudian menjadi salah satu bekal dalam perjalanan pengabdian dan dakwahnya.


Bekal tersebut selanjutnya turut menginspirasi perjalanan beliau dalam mendirikan dan mengembangkan Pondok Pesantren Darul Aman Gombara, Makassar, Sulawesi Selatan.


Dalam kunjungan tersebut, Kiai Haji Abdul Djalil juga berkesempatan bersilaturahmi dengan teman-teman lama yang pernah bersama-sama menempuh pendidikan di Gontor. Pertemuan dengan para sahabat lama menjadi bagian yang penuh makna dari perjalanan nostalgia tersebut.

Beliau juga bertemu dan bersilaturahmi dengan pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor serta keluarga besar Universitas Darussalam Gontor (UNIDA).


Menurutnya perjalanan 100 tahun Gontor memberikan inspirasi sekaligus pelajaran penting bahwa sebuah lembaga pendidikan membutuhkan visi yang kuat, konsistensi, dan kaderisasi yang berkelanjutan untuk dapat terus tumbuh lintas generasi.

Tiga Keunggulan yang Harus Dimiliki Santri Darul Aman


Dalam kesempatan tersebut, Beliau juga menegaskan visi pendidikan yang ingin terus dikembangkan di Pondok Pesantren Darul Aman.

Beliau menyampaikan bahwa Darul Aman memiliki potensi yang besar untuk terus maju dan berkembang di masa yang akan datang. Untuk mewujudkan hal tersebut, pendidikan santri harus diarahkan pada pembentukan pribadi yang memiliki keunggulan dalam menghafal 30 Juz Al Quran, pemahama ilmu agama yang holistik, kemampuan bahasa, serta keterampilan hidup.


Kiai Haji Abdul Djalil menegaskan bahwa hal tersebut harus berjalan secara beriringan agar Darul Aman mampu melahirkan generasi yang memiliki kekuatan spiritual, intelektual, kemampuan komunikasi, dan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan zaman.


“Insyaallah, Darul Aman juga memiliki potensi yang sama besarnya untuk terus maju dan berkembang dari waktu ke waktu. Karena itu, kita harus mempersiapkan santri dengan bekal yang kuat: Al-Qur’an, bahasa Arab dan Inggris, serta keterampilan hidup,” pesan Kiai Haji Abdul Djalil.


Sementara itu, Sekretaris Yayasan Buq`atun Mubarakah, Ahmad Sahal, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pondok Modern Darussalam Gontor yang telah mencapai usia satu abad.


Menurutnya, perjalanan panjang Gontor merupakan bagian dari perjalanan pendidikan pesantren di Indonesia yang telah memberikan kontribusi dalam membangun sumber daya manusia, mengembangkan ilmu pengetahuan, membentuk akhlak al-karimah, serta melahirkan generasi yang memberikan manfaat bagi bangsa dan negara.


Ahmad Sahal juga mengajak seluruh santri di Indonesia untuk senantiasa bersyukur dan bangga menjadi bagian dari dunia pesantren.


“Seluruh santri di Indonesia harus senantiasa bangga dan bersyukur telah ditakdirkan menjadi santri. Santri memiliki peran penting dalam perjalanan pembangunan Indonesia, berkontribusi dalam ilmu pengetahuan, peningkatan akhlak al-karimah, serta menciptakan generasi-generasi unggul untuk hari ini dan masa yang akan datang,” ungkapnya.

Dari Gontor, Inspirasi untuk Terus Membangun Darul Aman


Bagi Kiai Haji Abdul Djalil, kembali ke Gontor berarti kembali kepada salah satu bagian penting dalam perjalanan hidup dan pendidikan beliau. Nilai-nilai yang dahulu diperoleh di lingkungan pesantren tersebut kemudian menjadi bagian dari perjalanan panjang dalam membangun Darul Aman di Gombara, Makassar.


Momentum satu abad Gontor pun menjadi pengingat bahwa kemajuan pesantren dibangun melalui proses panjang, ketekunan, kaderisasi, dan komitmen untuk terus memberikan manfaat bagi umat, masyarakat, dan bangsa.



Artikel Lainnya