Jakarta, INDONEWS.ID – Sejumlah pemimpin negara memilih tidak menghadiri secara langsung Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-81 di New York, Amerika Serikat. Di antara mereka terdapat Presiden RI Prabowo Subianto, Presiden China Xi Jinping, Kanselir Jerman Friedrich Merz, Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa, dan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Debat Umum Sidang Majelis Umum PBB ke-81 berlangsung pada 22–26 September dan dilanjutkan pada 28 September 2026 di Markas Besar PBB, New York. Forum tahun ini mengangkat tema “Restoring trust, managing transformation: a United Nations that delivers for all.”
Absennya sejumlah kepala negara tersebut memiliki latar belakang berbeda, mulai dari agenda bilateral, urusan domestik, hingga kondisi kesehatan.
1. Xi Jinping
Presiden China Xi Jinping tidak menghadiri Sidang Majelis Umum PBB tahun ini. Xi justru dijadwalkan melakukan kunjungan ke Amerika Serikat dan bertemu dengan Presiden AS Donald Trump.
Reuters melaporkan Xi memilih pertemuan bilateral dengan Trump di tengah upaya kedua negara mengelola hubungan yang masih diwarnai persoalan perdagangan, teknologi, Taiwan, dan sejumlah isu strategis lainnya.
China tetap mengirimkan perwakilan tingkat tinggi ke New York. Wakil Presiden China Han Zheng dijadwalkan mewakili Beijing dalam forum tersebut.
2. Prabowo Subianto
Presiden RI Prabowo Subianto juga tidak menghadiri langsung Sidang Umum PBB ke-81. Pemerintah Indonesia menunjuk Menteri Luar Negeri Sugiono sebagai kepala delegasi Indonesia di New York.
Keputusan tersebut disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Yvonne Mewengkang pada 17 September 2026. Sugiono dijadwalkan menghadiri sekitar 22 pertemuan dan agenda dalam rangkaian High-Level Week UNGA, termasuk Debat Umum.
Sugiono dijadwalkan menyampaikan National Statement Indonesia pada Sabtu, 26 September 2026 waktu New York. Dalam rangkaian tersebut, Indonesia juga membawa sejumlah agenda diplomasi, termasuk kampanye untuk pencalonan sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode 2029–2030.
3. Friedrich Merz
Kanselir Jerman Friedrich Merz juga absen dari Debat Umum tingkat tinggi UNGA ke-81.
Laporan sejumlah media internasional menyebut Merz tidak hadir dalam forum tersebut karena harus menangani sejumlah agenda politik domestik di Jerman. Ketidakhadiran Merz menjadi salah satu perhatian dalam daftar pemimpin utama Eropa yang tidak hadir langsung di New York.
4. Cyril Ramaphosa
Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa tidak menghadiri Sidang Umum PBB setelah tim medis menyarankannya beristirahat karena kondisi kesehatan.
Kantor kepresidenan Afrika Selatan pada 16 September menyatakan Ramaphosa dihentikan sementara dari kegiatan publik atas saran tim medis. Ia sebelumnya baru kembali dari KTT BRICS di India.
Menteri Luar Negeri Afrika Selatan Ronald Lamola kemudian memimpin delegasi negaranya dalam Sidang Umum PBB di New York.
5. Vladimir Putin
Presiden Rusia Vladimir Putin kembali tidak menghadiri secara langsung Sidang Majelis Umum PBB di New York. Ketidakhadiran Putin bukan hal baru. Presiden Rusia tersebut memang jarang menghadiri langsung forum tahunan PBB dan Rusia biasanya mengirimkan pejabat senior sebagai perwakilan.
Untuk UNGA ke-81, Rusia diwakili Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov dalam forum tingkat tinggi tersebut. Meski sejumlah pemimpin utama absen, Sidang Majelis Umum PBB ke-81 tetap dihadiri puluhan kepala negara dan pemerintahan. Reuters melaporkan hampir 130 kepala negara dijadwalkan hadir dalam rangkaian pertemuan tahun ini.
Sidang kali ini berlangsung di tengah berbagai isu global, mulai dari perang di Ukraina dan Timur Tengah, perubahan iklim, ketegangan geopolitik, hingga tata kelola kecerdasan buatan. Sekretaris Jenderal PBB António Guterres dalam pidato pembukaannya pada 22 September juga menyerukan penguatan kerja sama internasional dan reformasi tata kelola global.