Jakarta, INDONEWS.ID – Sejarah baru tercipta di Maroko. Raja Mohammed VI menunjuk Fatima Ezzahra El Mansouri sebagai Perdana Menteri (PM) Maroko. Ia menjadi perempuan pertama yang dipercaya memimpin pemerintahan di negara Afrika Utara tersebut.
Penunjukan El Mansouri diumumkan melalui pernyataan resmi Kerajaan Maroko pada Selasa (29/9/2026). Ia mendapat mandat untuk membentuk pemerintahan baru.
El Mansouri menyebut penunjukan tersebut sebagai momen bersejarah bagi Maroko. Ia mengatakan jabatan tersebut bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga bagi perempuan Maroko.
"Untuk pertama kalinya dalam sejarah negara kita, seorang perempuan mengemban tanggung jawab memimpin pemerintahan," kata El Mansouri, dikutip Al Jazeera.
"Ini adalah sumber kebanggaan bukan hanya bagi saya tetapi bagi semua wanita Maroko," lanjutnya.
El Mansouri menjadi perempuan kedua yang menjabat sebagai kepala pemerintahan di dunia Arab. Sebelumnya, Najla Bouden menjadi Perdana Menteri Tunisia pada Oktober 2021 hingga Agustus 2023.
Fatima Ezzahra El Mansouri lahir di Marrakesh pada 1976. Ia menempuh pendidikan hukum dan kemudian meraih diploma lanjutan dari Universitas Montpellier di Prancis.
Karier politiknya dimulai sejak usia relatif muda. Pada 2009, El Mansouri mencatat sejarah dengan menjadi perempuan pertama yang menjabat sebagai wali kota Marrakesh.
Pengalamannya di pemerintahan dan politik kemudian terus berkembang hingga akhirnya dipercaya menduduki posisi strategis di pemerintahan nasional.
Penunjukan El Mansouri menjadi tonggak baru bagi representasi perempuan dalam politik Maroko. Kini, ia menghadapi tugas membentuk pemerintahan baru sekaligus menjalankan agenda pemerintahan setelah mendapat mandat dari Raja Mohammed VI.