Home › Nasional

Dari Bangku SD ke Cerita Para Cucu: Persahabatan yang Bertahan Lebih dari 60 Tahun

Oleh : Rikard Djegadut - Senin, 05/10/2026 15:54 WIB


Dari Bangku SD ke Cerita Para Cucu: Persahabatan yang Bertahan Lebih dari 60 Tahun

Jakarta, INDONEWS.ID – Asri Hadi bersama tiga teman sekolah dasarnya, Shantie, Ade Samrit, dan Inneke, kembali bertemu dalam makan siang di Bakmi GM, Pondok Indah Mall 1, Jakarta Selatan pada Senin, 5 Oktober 2026.

Pertemuan itu menjadi bagian dari persahabatan mereka yang telah berlangsung sejak 1965, ketika mereka masih duduk di bangku sekolah dasar yakni di SD Ora et Labora, Jalan Panglima Polim, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Mereka lulus dari sekolah dasar yang sama pada 1970. Lebih dari enam dekade kemudian, mereka masih menyempatkan diri bertemu dan berbincang tentang kehidupan masing-masing.

Jika dulu pembicaraan mereka berkisar pada pelajaran sekolah, guru dan teman-teman sekelas dan masa depan yang jauh dijalani, kini topiknya berubah menjadi keluarga dan cucu. Tentang masa depannya sudah mereka jalani, bahkan sebaginnya telah menjadi masa lalu.

Ada cucu yang masih duduk di bangku SD, ada yang sudah SMP, dan ada pula yang mulai memasuki jenjang SMA. Kabar tentang pendidikan dan perkembangan cucu menjadi bagian dari percakapan makan siang mereka.

Di sela-sela itu, kenangan masa sekolah kembali muncul. Satu cerita memancing cerita lainnya. Pengalaman ketika masih menjadi murid SD, kehidupan setelah lulus, hingga perjalanan masing-masing selama puluhan tahun menjadi bahan pembicaraan.

Tidak terasa, beberapa jam berlalu di meja makan Bakmi GM PIM 1. Pertemuan itu berlangsung sederhana. Tidak ada acara khusus. Mereka hanya makan siang dan saling bertukar kabar. Namun, bagi empat sahabat tersebut, pertemuan itu menjadi pengingat bahwa hubungan yang dimulai ketika masih anak-anak ternyata dapat bertahan melewati berbagai fase kehidupan.

Pada 1965, mereka adalah anak-anak sekolah dasar. Pada 2026, mereka telah menjadi orang tua dan kakek-nenek yang sibuk mengikuti pertumbuhan generasi berikutnya.

Waktu mengubah banyak hal. Sekolah yang dahulu menjadi tempat mereka bertemu sudah menjadi bagian dari kenangan. Kehidupan membawa mereka ke jalan masing-masing. Tetapi hubungan itu tetap terjaga.

Kini, ketika bertemu, mereka tidak lagi membicarakan siapa yang mendapat nilai terbaik atau siapa yang paling sering bermain saat jam istirahat. Mereka membicarakan cucu, keluarga, dan perkembangan kehidupan masing-masing.

Percakapan itulah yang membuat makan siang berlangsung lebih lama dari yang direncanakan. Ada banyak cerita yang harus dikejar setelah puluhan tahun. Ada banyak kabar yang ingin diketahui. Dan ada banyak kenangan sekolah yang ternyata masih tersimpan.

Bagi Asri Hadi, Shantie, Ade Samrit, dan Inneke, persahabatan sejak SD itu telah melewati usia enam puluh tahun. Mereka tidak lagi bertemu sebagai murid SD Ora et Labora. Tetapi setiap kali duduk bersama, cerita lama selalu menemukan jalannya kembali. Dari bangku sekolah di Jalan Panglima Polim pada 1965, hingga meja makan di Pondok Indah pada 2026, persahabatan itu terus berjalan.


Artikel Lainnya