Home › Nasional

Detik-detik Israel Siagakan Jet Tempur Usai Pesawat Flydubai Kirim Sinyal Darurat

Oleh : Rikard Djegadut - Selasa, 06/10/2026 07:33 WIB


Detik-detik Israel Siagakan Jet Tempur Usai Pesawat Flydubai Kirim Sinyal Darurat

Jakarta, INDONEWS.ID – Angkatan Udara Israel (IAF) sempat meningkatkan status kesiagaan dan mengerahkan jet tempur setelah pesawat maskapai Flydubai mengirimkan sinyal darurat yang kemudian mengindikasikan kemungkinan pembajakan.

Peristiwa tersebut terjadi ketika pesawat Flydubai terdeteksi sedang berada di kawasan antara Arab Saudi dan Yordania dan disebut dalam perjalanan menuju Tel Aviv, Israel.

Seorang perwira IAF yang pertama kali mendeteksi sinyal darurat mengungkapkan, situasi pada awalnya tidak terlihat sebagai keadaan darurat besar. Letnan N., perwira identifikasi citra udara, sedang bertugas sekitar pukul 08.30 ketika menerima sinyal pertama dari pesawat tersebut.

Menurut N., sinyal pertama masih memungkinkan adanya dugaan gangguan teknis. Ia kemudian memeriksa jenis pesawat, rute penerbangan, serta meneruskan informasi tersebut kepada pejabat lain di lingkungan angkatan udara.

“Awalnya saya mencoba memahami mengapa pesawat mengaktifkan sinyal itu, apakah karena gangguan atau memang sinyal darurat yang sebenarnya,” kata N., dikutip dari laporan media Israel.

Situasi berubah setelah pesawat mengirimkan sinyal darurat kedua. Kali ini, kode yang diterima mengindikasikan kemungkinan pesawat telah dibajak.

“Tidak mungkin ini hanya gangguan teknis. Ada kemungkinan besar ini benar-benar pesawat yang dibajak,” ujar N.

Setelah menerima sinyal tersebut, jajaran Angkatan Udara Israel langsung meningkatkan respons. Informasi diteruskan ke komando terkait dan jet tempur disiapkan untuk menghadapi berbagai kemungkinan.

Jet Tempur Dikerahkan

Mayor D., perwira cadangan yang menjabat kepala pertahanan wilayah udara nasional dalam Air Control Array, mengatakan pesawat pertama kali terdeteksi berada di antara Arab Saudi dan Yordania.

Pesawat tersebut kemudian terlihat mengarah ke Tel Aviv. Ketika sinyal kedua yang mengindikasikan pembajakan diterima, keputusan untuk meningkatkan status respons dan mengerahkan jet tempur dilakukan hanya dalam hitungan detik.

“Kami memutuskan dalam beberapa detik untuk meningkatkan laporan dan mengerahkan jet tempur,” kata D.

Namun, situasi berkembang penuh ketidakpastian. Pesawat kemudian berbalik menjauh dari Israel dan mengarah kembali ke kawasan Arab Saudi.

Menurut D., personel pertahanan udara Israel selama sekitar setengah jam menjalankan berbagai skenario, termasuk kemungkinan pesawat memasuki wilayah Israel dalam kondisi dibajak.

“Kami mempersiapkan respons untuk setiap skenario, sembari terus mengumpulkan informasi dan intelijen mengenai insiden tersebut,” ujarnya.

Ketidakpastian juga diperparah oleh beragam informasi yang masuk ke ruang kendali. Sebagian informasi yang diterima disebut tidak akurat.

Bagi personel IAF, insiden tersebut belum dianggap selesai sebelum ada kepastian pesawat mendarat dengan aman dan penumpang Israel tidak lagi berada dalam bahaya.

N mengatakan pihaknya tidak mengandalkan rumor dan terus menunggu kepastian mengenai kondisi pesawat serta para penumpangnya.

“Saya tidak siap mengambil risiko bahwa seseorang benar-benar telah membajak pesawat dan mungkin ada penumpang Israel di dalamnya,” katanya.

Ketegangan tetap tinggi ketika muncul laporan media Israel mengenai dugaan perselisihan antara pilot pesawat.

Pesawat akhirnya diketahui mengarah ke Arab Saudi. N mengatakan dirinya baru merasa situasi benar-benar berakhir setelah mendapat kepastian bahwa pesawat telah mendarat dengan aman dan warga Israel di dalamnya telah dievakuasi melalui penerbangan penyelamatan.

Wilayah Udara Israel Sempat Dibersihkan

Kapten A., perwira cadangan sekaligus pengatur lalu lintas udara IAF, mengatakan unitnya mulai melakukan pengosongan wilayah udara Israel setelah insiden tersebut dikategorikan sebagai kejadian tidak biasa. Langkah itu dilakukan untuk memberikan ruang bagi jet tempur yang telah dikerahkan.

“Pada tahap ini pesawat masih sangat jauh dari negara kami, tetapi kami bertindak untuk membersihkan wilayah udara sesuai kebutuhan jet tempur yang dikerahkan,” kata A.

Menurut dia, wilayah udara Israel saat itu dipenuhi berbagai aktivitas penerbangan, mulai dari pesawat komersial, penerbangan olahraga, pesawat pertanian, helikopter, drone hingga latihan militer.

Karena itu, ruang udara perlu segera disiapkan jika situasi berkembang dan pesawat tersebut mendekati wilayah Israel. A mengatakan, dalam skenario terburuk, seluruh penerbangan sipil dapat dihentikan untuk memberikan ruang bagi operasi militer.

Ia mengaku telah menjadi pengendali lalu lintas udara selama lebih dari satu dekade, tetapi belum pernah mengalami situasi yang mengharuskannya menutup wilayah udara Israel akibat sebuah insiden besar.

Meski terdapat kemungkinan bahwa situasi dapat berkembang hingga membutuhkan keputusan ekstrem, unit pengatur lalu lintas udara tetap berpegang pada prosedur dan tugas yang telah ditetapkan.

“Kami datang untuk menjalankan tugas sesuai prosedur. Peran kami jelas dan terdefinisi, yakni membersihkan wilayah udara,” ujar A.


Artikel Lainnya