Jakarta, INDONEWS.ID – PT Yili Indonesia Dairy mendukung pengembangan kapasitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus mendorong penguatan Usaha Mikro dan Kecil (UMK) pangan di berbagai wilayah Indonesia.
Inisiatif ini berkolaborasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI dan sejumlah perguruan tinggi di Indonesia dalam Program KKN Tematik Keamanan Pangan (KKNT KP). Bagi Yili Indonesia, keterlibatan dalam program ini merupakan bagian dari komitmen untuk berkontribusi terhadap pembangunan yang lebih inklusif dan merata.
Pengembangan Indonesia tidak hanya membutuhkan pertumbuhan di pusat-pusat ekonomi utama, tetapi juga penguatan kapasitas masyarakat, institusi pendidikan, dan pelaku usaha di daerah.
Presiden Direktur PT. Yili Indonesia Dairy, Yu Miao mengatakan, pihaknya percaya bahwa kemajuan Indonesia perlu dibangun secara bersama dan merata, termasuk dengan memberikan perhatian serta dukungan terhadap pengembangan daerah di luar Jawa. Perguruan tinggi memiliki peran penting sebagai pusat pengetahuan dan pengembangan sumber daya manusia di daerah.
"Sementara UMK menjadi bagian penting dari penggerak ekonomi masyarakat. Melalui kolaborasi bersama BPOM dan perguruan tinggi, Yili ingin turut berkontribusi dalam menciptakan dampak yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat di daerah,” kata Yu Miao, Kamis (8/10).
Program KKNT KP merupakan inisiatif BPOM yang memberdayakan mahasiswa perguruan tinggi untuk berperan sebagai Fasilitator Keamanan Pangan dan Kader Keamanan Pangan.
Para mahasiswa mendapatkan pembekalan teknis mengenai keamanan pangan sebelum diterjunkan ke desa untuk memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat serta UMK pangan olahan.
Kolaborasi ini turut melibatkan dunia usaha melalui dukungan Corporate Social Responsibility (CSR), dengan perguruan tinggi sebagai salah satu mitra utama dalam pelaksanaan program.
Dukungan dari industri digunakan antara lain untuk mendukung operasional mahasiswa di lapangan, pengadaan alat produksi sederhana bagi UMK binaan, serta penyelenggaraan pameran hasil kegiatan KKN di desa.
Program KKN Tematik Keamanan Pangan merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat untuk memperkuat keamanan pangan secara berkelanjutan.
Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pembekalan dan pengalaman di lapangan, tetapi juga berperan langsung dalam memberikan edukasi serta pendampingan kepada masyarakat dan UMK pangan olahan di desa.
"Dukungan dari dunia usaha, termasuk Yili Indonesia, menjadi bagian penting untuk memastikan program dapat berjalan secara optimal dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat di daerah,” tambahnya.
Program KKNT KP juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu dan kompetensi yang mereka miliki secara langsung di masyarakat. Ini merupakan bagian dari implementasi Merdeka Belajar-Kampus Berdampak (MBKB), sekaligus mendukung upaya peningkatan keamanan pangan melalui edukasi, asistensi administratif, serta fasilitasi pemahaman regulasi kepada pelaku usaha pangan olahan.
Salah satu pelaksanaan program pada 2026 melibatkan Universitas Mataram, dengan mahasiswa yang mendapatkan pembekalan teknis keamanan pangan sebelum melaksanakan kegiatan di lapangan.
Pembekalan mencakup berbagai materi, mulai dari lima kunci keamanan pangan di keluarga, sekolah, pangan siap saji dan ritel, hingga Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik untuk Industri Rumah Tangga (CPPB-IRT), penyusunan SOP produksi, GAP Assessment dan CAPA, tata cara perizinan pangan olahan, serta pendaftaran NIB dan SPPIRT melalui OSS.
Universitas Mataram menjadi salah satu dari lima perguruan tinggi yang tercantum dalam kolaborasi Program KKNT Keamanan Pangan BPOM 2026, bersama IPB University, Universitas Diponegoro, Universitas Hasanuddin, dan Universitas Tanjungpura.
Untuk Universitas Mataram, program mencakup pendampingan di 10 desa, sementara keseluruhan program yang tercantum dalam data BPOM mencakup sejumlah wilayah KKN di Jawa maupun luar Jawa.
Maiser Syaputra, S. Hut. M.Si. Perwakilan Universitas Mataram mengatakan, bagi Universitas Mataram, Program KKN Tematik Keamanan Pangan memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan pengetahuan yang mereka peroleh sekaligus berkontribusi secara nyata bagi masyarakat.
"Melalui pendampingan di 10 desa, mahasiswa dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat dan pelaku UMK pangan, khususnya dalam meningkatkan pemahaman mengenai keamanan pangan, proses produksi yang baik, serta pemenuhan aspek administrasi dan regulasi. Kami mengapresiasi kolaborasi dengan BPOM dan dukungan dari mitra industri seperti Yili Indonesia yang turut memperkuat pelaksanaan program ini di daerah,” ujarnya.
Kolaborasi ini menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia usaha dalam menghadirkan dampak sosial yang berkelanjutan.
Bagi Yili Indonesia, keterlibatan dalam Program KKNT KP menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap penguatan ekosistem pangan sekaligus upaya untuk berkontribusi pada pembangunan Indonesia yang semakin inklusif, dengan memberikan ruang yang lebih besar bagi potensi dan pertumbuhan daerah di luar Jawa.