Home › Nasional

KSAL Apresiasi Prajurit Marinir yang Lumpuhkan Tiga Anggota OPM di Maybrat

Oleh : Rikard Djegadut - Selasa, 13/10/2026 13:33 WIB


KSAL Apresiasi Prajurit Marinir yang Lumpuhkan Tiga Anggota OPM di Maybrat

Jakarta, INDONEWS.ID – Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali memberikan apresiasi kepada prajurit Korps Marinir yang tergabung dalam Komando Operasi (Koops) TNI Habema atas keberhasilan mereka dalam operasi menghadapi kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya.

Apresiasi tersebut disampaikan Muhammad Ali dalam rapat internal TNI AL melalui konferensi video pada Senin (12/10/2026). Panglima Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) Endi Supari bersama jajaran pejabat Korps Marinir turut mengikuti rapat dari Markas Pusat Latihan Pertempuran (PLP) 4 Marinir Purboyo, Malang Selatan.

Dalam kesempatan itu, Muhammad Ali menyatakan prajurit yang menunjukkan prestasi dalam pelaksanaan operasi layak memperoleh penghargaan, termasuk kesempatan kenaikan pangkat dan mengikuti pendidikan militer.

“Penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan atas keberanian, dedikasi, dan profesionalisme prajurit dalam melaksanakan tugas operasi demi menjaga stabilitas keamanan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Muhammad Ali, sebagaimana dikutip dari keterangan resmi Korps Marinir, Selasa (13/10/2026).

Meski demikian, belum ada penjelasan lebih lanjut mengenai waktu pelaksanaan kenaikan pangkat maupun pemberian kesempatan pendidikan bagi para prajurit tersebut.

Kontak Tembak di Sungai Frambu

Apresiasi KSAL diberikan setelah prajurit Satgas Batalyon Infanteri 9 Marinir yang tergabung dalam Koops TNI Habema terlibat kontak tembak dengan anggota OPM Kodap IV/Sorong Raya di kawasan Sungai Frambu, Kabupaten Maybrat, Jumat (9/10/2026).

Kontak tembak tersebut terjadi saat personel TNI menjalankan Operasi Badai Kasuari 3.10 untuk mengamankan wilayah dan menangani gangguan kelompok bersenjata.

Berdasarkan keterangan resmi Koops TNI Habema, kontak tembak bermula sekitar pukul 09.01 WIT setelah personel TNI mendapat serangan.

Dalam peristiwa tersebut, tiga anggota kelompok bersenjata dilaporkan terkena tembakan. Satu jenazah ditemukan di lokasi, sedangkan dua orang lainnya dilaporkan hanyut terbawa arus sungai dan masih dalam pencarian saat laporan awal disampaikan.

Identifikasi awal menyebut jenazah yang ditemukan diduga merupakan Manfred Fatem, yang disebut sebagai Danops OPM Kodap IV/Sorong Raya. Sementara itu, dua orang yang dilaporkan hanyut diduga bernama Anton Fatem dan Yesias Fatem.

Selain menemukan jenazah, personel Satgas Yonif 9 Marinir juga mengamankan satu pucuk senjata api jenis AK-101.

TNI Tegaskan Prioritas Keamanan Masyarakat

Panglima Koops TNI Habema Brigjen TNI Riyanto mengatakan operasi tersebut dilakukan untuk menjaga keamanan masyarakat dari ancaman kelompok bersenjata di Papua.

Menurut Riyanto, penanganan ancaman harus dilakukan secara tegas dan profesional, dengan tetap menempatkan keselamatan masyarakat sebagai tujuan utama.

“Setiap ancaman bersenjata yang membahayakan keselamatan masyarakat dan aparat harus ditangani secara tegas dan profesional. Namun, tujuan utama kami adalah menciptakan ruang aman agar masyarakat dapat hidup tenang, pelayanan publik berjalan, dan kehidupan sosial kembali tumbuh,” ujar Riyanto.

Ia menegaskan Koops TNI Habema akan terus melakukan langkah-langkah untuk menjaga keamanan masyarakat di wilayah operasi.

Riyanto juga mengimbau anggota OPM yang masih berada di hutan agar menyerahkan diri dan menempuh jalan damai.

“Kepada saudara-saudara yang masih berada di hutan, jalan damai tetap terbuka,” katanya.

Pemberian apresiasi kepada prajurit Marinir tersebut menjadi bentuk penghargaan atas pelaksanaan tugas operasi. Di sisi lain, upaya menjaga keamanan wilayah Papua diharapkan dapat mendukung perlindungan masyarakat sipil, kelangsungan pelayanan publik, dan pemulihan aktivitas sosial warga.


Artikel Lainnya