Home › Nasional

Sekjen PBB Antonio Guterres Kunjungi Indonesia, Ini 4 Agenda Utamanya

Oleh : Rikard Djegadut - Sabtu, 17/10/2026 13:35 WIB


Sekjen PBB Antonio Guterres Kunjungi Indonesia, Ini 4 Agenda Utamanya

Jakarta, INDONEWS.ID – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) António Guterres melakukan kunjungan resmi ke Indonesia pada 17–19 Oktober 2026. Kunjungan tersebut dijadwalkan membahas penguatan kerja sama Indonesia dan PBB, sekaligus menyoroti kontribusi Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia.

Wakil Juru Bicara Sekjen PBB, Farhan Haq, mengatakan kunjungan Guterres mencakup sejumlah agenda strategis, mulai dari penguatan multilateralisme, pertemuan dengan personel penjaga perdamaian Indonesia, hingga penghormatan kepada prajurit yang gugur saat menjalankan misi PBB.

“Dalam serangkaian pertemuannya, beliau akan membahas, antara lain, penguatan kerja sama antara Indonesia dan Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam sistem multilateral,” kata Farhan dalam keterangannya, Sabtu (17/10/2026).

1. Memperkuat Kerja Sama Indonesia dan PBB

Agenda utama kunjungan Guterres adalah membahas penguatan hubungan Indonesia dan PBB dalam sistem multilateral. Multilateralisme merupakan pendekatan kerja sama yang melibatkan banyak negara untuk menyelesaikan persoalan bersama melalui mekanisme internasional. Kerja sama ini mencakup berbagai bidang, termasuk perdamaian dan keamanan internasional.

Kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi Indonesia dan PBB untuk membahas peran organisasi internasional dalam menghadapi tantangan global serta pentingnya kerja sama antarnegara.

2. Bertemu Prajurit Penjaga Perdamaian Indonesia

Guterres juga dijadwalkan mengunjungi Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI. Di lokasi tersebut, ia akan bertemu dengan personel Indonesia yang segera diberangkatkan untuk menjalankan misi pemeliharaan perdamaian PBB di Republik Afrika Tengah.

Misi tersebut dikenal sebagai United Nations Multidimensional Integrated Stabilization Mission in the Central African Republic (MINUSCA).

Pertemuan ini menjadi bagian dari agenda untuk memberikan penghormatan terhadap kontribusi Indonesia dalam operasi pemeliharaan perdamaian di bawah bendera PBB. Indonesia selama ini berpartisipasi dalam pengiriman personel untuk mendukung misi perdamaian internasional.

3. Memberikan Penghormatan kepada 50 Personel yang Gugur

Dalam rangkaian kunjungannya, Guterres juga dijadwalkan meletakkan karangan bunga di tugu peringatan untuk menghormati 50 personel penjaga perdamaian Indonesia yang gugur ketika bertugas di bawah bendera PBB.

Agenda tersebut menjadi bentuk penghormatan terhadap pengorbanan para personel yang menjalankan tugas dalam misi internasional. Kehadiran Sekjen PBB di tugu peringatan itu sekaligus menyoroti risiko yang dihadapi para penjaga perdamaian dalam menjalankan mandat untuk membantu menjaga stabilitas di wilayah konflik.

Penghormatan tersebut juga menegaskan pentingnya kontribusi negara-negara anggota, termasuk Indonesia, dalam mendukung operasi perdamaian dunia.

4. Berpidato di Kementerian Luar Negeri

Agenda lainnya adalah penyampaian pidato Guterres di Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia mengenai masa depan multilateralisme. Pidato tersebut dijadwalkan menjadi bagian dari rangkaian pembahasan mengenai pentingnya kerja sama internasional dalam menghadapi berbagai tantangan global.

Melalui forum tersebut, Guterres akan menyoroti peran sistem multilateral dan kerja sama antarnegara dalam menjaga perdamaian serta memperkuat respons kolektif terhadap persoalan internasional.

Kunjungan resmi Guterres berlangsung pada 17–19 Oktober 2026. Selama kegiatan tersebut, kepolisian juga menyiapkan pengaturan lalu lintas di sejumlah ruas jalan di Jakarta dan kawasan Bogor yang dilalui rombongan.

Masyarakat diimbau menyesuaikan waktu perjalanan karena penutupan jalan dapat dilakukan sementara saat rangkaian kendaraan melintas. Jalan akan kembali dibuka setelah rombongan lewat.

Kunjungan ini menempatkan kerja sama Indonesia-PBB, kontribusi pasukan penjaga perdamaian, dan masa depan multilateralisme sebagai agenda utama. Selain membahas hubungan kelembagaan, rangkaian kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mengenang personel Indonesia yang gugur dalam menjalankan tugas internasional.


Artikel Lainnya