Jakarta, INDONEWS.ID - Tak butuh waktu lama bagi Amin Mustajab untuk menunjukkan kualitasnya bersama Farama FC. Baru sepekan bergabung, pemain sayap ini langsung mencetak dua gol dan mengantar timnya menaklukkan Persija Barat 3-1 pada pekan ke-10 Liga Soeratin U-15 di Pancoran, Jakarta Selatan, Sabtu (17/10).
Penampilan Amin menjadi salah satu pembeda dalam pertandingan tersebut. Kecepatan, keberanian menusuk pertahanan, serta ketenangannya saat mendapat ruang tembak membuat barisan belakang Persija Barat kerepotan sepanjang laga.
Amin membuka keunggulan Farama pada menit ketujuh. Setelah melewati dua pemain bertahan, ia melepaskan tembakan dari dalam kotak penalti yang gagal dibendung kiper Persija Barat, Jazz R. Kalam.
Gol itu menjadi awal dominasi Farama. Meski beberapa peluang berikutnya gagal dikonversi menjadi gol, serangan yang dibangun anak-anak Farama terus membuat Persija kesulitan keluar dari tekanan.
Memasuki babak kedua, Farama semakin nyaman mengembangkan permainan. Evan Hutriza menggandakan keunggulan menjadi 2-0 pada menit ke-24 setelah menyambar bola muntah hasil tepisan kiper dari situasi sepak pojok.
Amin kemudian melengkapi penampilan impresifnya lewat gol ketiga Farama. Menggiring bola dari lini tengah hingga mendekati kotak penalti, ia melepaskan tembakan terarah ke sudut kiri gawang. Persija hanya mampu membalas sekali melalui sepakan Bagus Adiyat pada menit ke-58.
Bagi pelatih Farama FC, Tias Tiono Taufik, kemenangan ini bukan semata-mata soal tambahan tiga poin. Ia melihat permainan anak asuhnya mulai menunjukkan perkembangan, terutama dalam menerapkan pola kerja sama yang selama ini dilatih.
Kehadiran pemain baru seperti Amin juga dinilai memberikan tambahan tenaga di lini serang. Menurut Tias, para pemain mulai mampu memahami instruksi dan membangun kombinasi permainan yang lebih baik, meski kehadiran pemain saat latihan belum selalu lengkap.
Di sisi lain, Persija Barat masih menghadapi persoalan kekompakan. Pembina Persija, Taufik, mengakui lebih dari separuh pemain inti belum bisa tampil karena masih mengikuti Porprov Banten. Kondisi itu membuat tim harus mengandalkan banyak pemain baru yang masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi.
Taufik tetap optimistis Persija dapat memperbaiki performa ketika skuad utamanya kembali bergabung. Namun, kekalahan dari Farama menjadi pengingat bahwa dalam kompetisi usia muda, kualitas individu saja tidak cukup. Kekompakan, pengalaman bertanding, dan kesinambungan pembinaan juga menentukan hasil di lapangan.
Sementara bagi Farama, penampilan Amin menjadi tambahan modal berharga. Jika mampu menjaga konsistensi dan terus memperbaiki kerja sama tim, Farama berpeluang tampil semakin kompetitif pada pertandingan-pertandingan berikutnya.