Jakarta, INDONEWS.ID -Duel matchday ketiga Liga Champions UEFA 2026/2027 di Allianz Arena, München, Kamis (22/10) pukul dini hari, akan mempertemukan Bayern München kontra Arsenal.
Pertandingan ini mempertemukan dua tim yang memiliki catatan impresif di kompetisi Eropa dan sama-sama mengincar kemenangan untuk menjaga posisi 8 besaar fase liga.
Dilansir dari situs resmi UEFA, Bayern memiliki keunggulan dalam rekor pertemuan dengan Arsenal. Dari 15 pertandingan kedua tim di Liga Champions, Bayern meraih delapan kemenangan, Arsenal empat kemenangan, sedangkan tiga laga lainnya berakhir imbang.
Bayern juga memiliki catatan kandang yang kuat saat menghadapi klub asal London tersebut. Dari tujuh pertandingan kandang melawan Arsenal di Liga Champions, Bayern meraih lima kemenangan dan hanya sekali menelan kekalahan.
Rekor Bayern di Allianz Arena pada fase grup maupun fase liga juga menjadi modal penting. Dari 39 pertandingan kandang, tidak terkalahkan sejak kekalahan 2-3 dari Manchester City pada Desember 2013, dengan catatan 37 kemenangan dan dua hasil imbang.
Meski demikian, Arsenal datang dengan performa yang tidak kalah impresif. Klub asuhan Mikel Arteta itu memenangi 14 pertandingan terakhirnya di fase grup atau fase liga Liga Champions, termasuk tujuh kemenangan saat bermain di kandang lawan.
Pertahanan Arsenal juga menjadi salah satu kekuatan utama mereka pada awal kompetisi musim ini. The Gunners memenangi dua pertandingan pertama fase liga tanpa kebobolan, yakni ketika mengalahkan Napoli 1-0 dan Lille 3-0.
Di kubu Bayern, perhatian tertuju kepada Harry Kane yang sedang berada dalam performa tajam. Penyerang Inggris tersebut telah mencetak 15 gol dalam 22 pertandingan melawan Arsenal di berbagai kompetisi sepanjang kariernya.
Kane juga mencetak gol dalam sembilan penampilan beruntun di Liga Champions. Catatan tersebut menempatkannya sejajar dengan sejumlah penyerang legendaris yang pernah mencatatkan rangkaian gol serupa di kompetisi elite Eropa tersebut.
Selain Kane, Bayern memiliki keunggulan dalam penguasaan bola. Setelah dua matchday pertama, Bayern mencatat persentase penguasaan bola sebesar 66,4 persen, tertinggi kedua di antara peserta Liga Champions musim ini.
Namun, Bayern harus menghadapi pertandingan tanpa Michael Olise yang menjalani hukuman larangan bermain. Pemain tersebut sebelumnya menjadi salah satu kreator peluang paling produktif di Liga Champions sejak awal musim lalu, dengan total 44 umpan yang menghasilkan tembakan.
Pertandingan ini diperkirakan berlangsung ketat karena Bayern memiliki rekor kandang yang sangat kuat, sedangkan Arsenal datang dengan tren kemenangan panjang dan pertahanan solid.
Ketajaman Harry Kane serta kemampuan Arsenal menjaga lini belakang dapat menjadi faktor penting dalam menentukan hasil duel dua raksasa Eropa tersebut.