Home › Metropolitan

Pedagang Ketemu Walikota Jaksel, UMKM Tetap Ada di Pasar Taman Puring

Oleh : rio apricianditho - Kamis, 22/10/2026 20:41 WIB


Pedagang Ketemu Walikota Jaksel, UMKM Tetap Ada di Pasar Taman Puring

Jakarta, INDONEWS.ID - Perwakilan pedagang Pasar Taman Puring yang terdampak kebakaran mendatangi Kantor Wali Kota Jakarta Selatan untuk menyampaikan aspirasi terkait keberlangsungan usaha mereka. Dalam audiensi yang berlangsung pada Kamis (22/10), para pedagang didampingi Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia, Nofel Saleh Hilabi.

Pertemuan tersebut diterima oleh Wali Kota Jakarta Selatan, Dr. Ir. Syafrin Liputo, A.T.D., M.T., bersama Kepala Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Jakarta Selatan, Djaharuddin.

Dalam audiensi itu, para pedagang berharap tetap mendapat tempat untuk menjalankan usaha di kawasan eks Pasar Taman Puring, seiring rencana penataan dan pembangunan kawasan tersebut menjadi taman.

Wali Kota Jakarta Selatan, Syafrin Liputo, mengatakan pemerintah akan menampung aspirasi para pedagang dan mengomunikasikannya dalam proses perencanaan pembangunan.

“Harapannya, ada porsi untuk UMKM ataupun eks pedagang Pasar Taman Puring yang dapat diakomodasi dalam perencanaan pembangunan taman,” ujar Syafrin.

Ia menjelaskan, pemerintah juga akan melakukan pendataan dan penelitian terhadap jumlah pedagang yang sebelumnya berjualan di Pasar Taman Puring. Langkah tersebut dilakukan agar proses penataan dapat berjalan sesuai kondisi di lapangan.

Syafrin berharap komunitas pedagang menyerahkan data yang valid dan tidak memasukkan pedagang baru yang sebelumnya tidak berjualan di pasar tersebut.

Adapun jumlah kios atau tempat usaha yang nantinya dapat disediakan masih akan dibahas dalam proses perencanaan. Pemerintah akan mengomunikasikan kebutuhan pedagang dengan rencana pembangunan kawasan.

Kadin Indonesia Dorong Perlindungan UMKM

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia, Nofel Saleh Hilabi, mengatakan kehadirannya dalam audiensi tersebut merupakan bagian dari upaya menjembatani aspirasi pelaku usaha dengan pemerintah.

Menurut Nofel, UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat sehingga perlu mendapatkan perhatian dalam setiap proses penataan kawasan perdagangan.

“Kadin harus hadir untuk membela hak-hak para pelaku usaha UMKM sekaligus menjembatani komunikasi dengan pemerintah. Pemerintah merupakan mitra strategis Kadin sehingga kita harus berkolaborasi dan saling mendukung,” kata Nofel.

Ia menjelaskan, dirinya sebelumnya menerima informasi dari para pedagang mengenai kekhawatiran mereka terhadap rencana penataan eks Pasar Taman Puring. Untuk memastikan informasi tersebut, Nofel kemudian mendorong pertemuan langsung antara perwakilan pedagang dan Wali Kota Jakarta Selatan.

Menurut dia, komunikasi langsung diperlukan agar tidak terjadi kesalahpahaman mengenai kebijakan pemerintah terhadap keberlangsungan usaha para pedagang.

Nofel menilai penataan kawasan tetap dapat dilakukan dengan memperhatikan kepentingan UMKM. Ia berharap nantinya tersedia ruang usaha yang lebih tertata dan layak bagi pedagang, dengan mempertimbangkan kondisi serta kebutuhan kawasan.

“Jangan sampai ada informasi yang simpang siur. Kita perlu mendengar langsung dari pemerintah agar semuanya jelas. Saya melihat pemerintah mendukung UMKM, dan ini menjadi langkah yang baik untuk kita dukung bersama,” ujarnya.

Nofel juga menekankan pentingnya menjaga komunikasi antara pelaku usaha dan pemerintah agar proses penataan tidak menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas perdagangan.

Pedagang Berharap Tetap Bisa Berjualan

Perwakilan pedagang Pasar Taman Puring, H. Sukiman, menyampaikan apresiasi atas penerimaan Wali Kota Jakarta Selatan dan jajarannya dalam audiensi tersebut.

Ia mengatakan, para pedagang telah menyampaikan aspirasi mereka, terutama mengenai harapan agar UMKM yang sebelumnya berjualan di Pasar Taman Puring tetap mendapat kesempatan untuk menjalankan usaha di kawasan tersebut.

“Alhamdulillah, kami disambut dengan baik oleh Pak Wali Kota dan seluruh jajaran. Apa yang kami harapkan juga sudah tersampaikan. Kami berharap UMKM tetap berada di kawasan Taman Puring, sedangkan kebijakannya kami serahkan kepada pemerintah daerah,” ujar Sukiman.

Sukiman menambahkan, para pedagang akan kembali berkomunikasi dengan pemerintah untuk memastikan data pedagang yang diajukan benar-benar valid.

Ia juga menyampaikan bahwa dalam pembahasan tersebut, pendataan akan menjadi perhatian agar tidak terjadi penambahan pedagang baru di luar mereka yang sebelumnya telah berjualan di Pasar Taman Puring.

Melalui audiensi ini, para pedagang berharap proses penataan eks Pasar Taman Puring dapat berjalan dengan baik, tanpa mengabaikan keberlangsungan usaha UMKM yang telah lama menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat Jakarta Selatan.

Sementara itu, Kadin Indonesia berharap komunikasi antara pemerintah dan para pedagang terus terjaga sehingga rencana pembangunan kawasan dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga kegiatan ekonomi masyarakat.

Artikel Lainnya