Jakarta, INDONEWS.ID - Nawasena FC menunjukkan bahwa kemenangan tidak selalu ditentukan oleh dominasi permainan, tetapi juga oleh ketepatan membaca situasi dan memanfaatkan peluang. Menghadapi Farama FC pada Pekan 10 Liga Jakarta U-17 Piala Gubernur 2026, Nawasena FC menang tipis 1-0 di Lapangan Sintetis 2, Pancoran Soccer Field (PSF), Jakarta Selatan, Minggu (25/10/2026).
Striker Fahrizi Putra Adi menjadi penentu kemenangan setelah mencetak gol pada menit ke-49. Gol yang lahir empat menit setelah babak kedua dimulai itu mematahkan kebuntuan sekaligus mengubah arah pertandingan.
Kemenangan tersebut memperlihatkan efektivitas strategi Nawasena FC. Pelatih Mika Swastika memilih menyimpan sejumlah pemain utama pada babak pertama, sebelum memasukkan tenaga baru selepas jeda untuk meningkatkan tekanan terhadap pertahanan lawan.
Salah satu pemain yang diturunkan pada awal babak kedua adalah Zehmar Khedira Aguslemi, penyerang yang beberapa waktu lalu sempat mengikuti trial di tim EPA Persita U-18.
Keputusan itu menjadi bagian dari upaya Nawasena FC mencari celah di tengah ketatnya persaingan. Apalagi, pada pertemuan putaran pertama, kedua tim bermain imbang 0-0. Keseimbangan kekuatan tersebut membuat kesabaran dan efektivitas penyelesaian akhir menjadi faktor penting.
Pelatih Mika Swastika pun menyambut gembira tambahan tiga poin yang diraih timnya. Ia menilai perjalanan Nawasena FC masih harus dijalani secara bertahap.
“Ya, kami melangkah positif. Selangkah demi selangkah", tandasnya.
Bagi Farama FC, kekalahan ini terasa menyakitkan karena mereka sempat menguasai jalannya pertandingan pada babak pertama. Namun, dominasi tersebut tidak mampu dikonversi menjadi gol. Dua tembakan pemain Farama FC bahkan hanya membentur mistar gawang.
Pelatih Farama FC, Hilman Akbar, mengakui timnya menghadapi kesulitan mengembangkan permainan. Cuaca menjadi salah satu kendala yang memengaruhi upaya Muamar Fathir Arasya dan kawan-kawan membangun serangan dari lini belakang.
Meski demikian, Hilman menilai kegagalan memaksimalkan peluang menjadi persoalan yang tidak kalah penting. Baginya, menguasai pertandingan belum cukup apabila tidak diikuti penyelesaian akhir yang efektif.
“Jadi, menguasai jalannya laga saja tidak cukup", ujar Hilman.
Ia juga memberikan apresiasi kepada Nawasena FC yang tetap sabar menjalankan strategi hingga berhasil mencetak gol penentu.
Tambahan tiga poin membuat Nawasena FC mengoleksi 20 poin dan mengamankan posisinya di empat besar Grup Merah. Mereka juga harus tetap waspada terhadap persaingan di papan atas, setelah Bina Taruna pada hari yang sama mengalahkan Putra Sejati dengan skor 4-2.
Pertandingan ini menjadi gambaran bahwa dalam kompetisi usia muda, penguasaan permainan harus berjalan seiring dengan ketajaman di depan gawang. Farama FC boleh jadi memiliki peluang, tetapi Nawasena FC pulang dengan tiga poin berkat satu gol yang mampu mereka ciptakan dan pertahankan hingga peluit akhir.