Jakarta, INDONEWS.ID – Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyebut Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) nasional yang turun ke level 4,65 persen sebagai capaian yang mendekati titik terendah sejak 1994. Angka itu tercatat dalam data Badan Pusat Statistik (BPS) per Mei 2026.
Menurut Kemenko Perekonomian, TPT 4,65 persen hanya terpaut tipis dari capaian 1994 yang sebesar 4,36 persen. Pemerintah menilai capaian itu sebagai tanda kuatnya daya serap pasar kerja nasional.
Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto mengatakan pemerintah terus memantau dinamika ketenagakerjaan sebagai salah satu indikator utama kesejahteraan.
"Capaian TPT 4,65% ini mencerminkan keberhasilan berbagai program dorongan sektor riil dan investasi dalam memfasilitasi kebutuhan pasar kerja," ujar Haryo.
Data BPS yang dirilis pada 5 Agustus 2026 mencatat TPT Mei 2026 sebesar 4,65 persen, turun dari 4,68 persen pada Februari 2026. Jumlah penganggur tercatat 7,22 juta orang, sementara penduduk yang bekerja mencapai 148,19 juta orang atau bertambah 522 ribu orang dibanding Februari.
Kemenko Perekonomian menekankan capaian ini diraih ketika basis angkatan kerja jauh lebih besar. Pada Mei 2026, angkatan kerja mencapai 155,41 juta orang, hampir dua kali lipat dibanding era 1990-an yang berada di kisaran 83,32 juta orang.
Sesuai standar Organisasi Buruh Internasional (ILO) dan BPS, TPT dihitung dari persentase jumlah pencari kerja terhadap total angkatan kerja.
Dalam catatan historis, TPT sempat melonjak hingga 11,24 persen pada 2005, ketika penyerapan tenaga kerja lesu dan ekonomi domestik belum pulih dari krisis moneter. Angka itu kembali naik ke 7,07 persen pada 2020 akibat pandemi Covid-19.
Ke depan, pemerintah menyatakan akan fokus meningkatkan kualitas angkatan kerja melalui pelatihan vokasi, upskilling, dan peningkatan utilisasi industri.
"Fokus kita bukan hanya mempertahankan angka pengangguran di tingkat rendah, tetapi juga memastikan penyerapan tenaga kerja yang berkualitas serta berdampak langsung pada peningkatan taraf hidup masyarakat," pungkas Haryo.