Home › Nasional

Kritik Aksi Salib Merah Raksasa PMKRI, Menteri HAM Natalius Pigai: Jangan Jual Salib Kristus untuk Politik

Oleh : Rikard Djegadut - Kamis, 29/10/2026 16:47 WIB


Kritik Aksi Salib Merah Raksasa PMKRI, Menteri HAM Natalius Pigai: Jangan Jual Salib Kristus untuk Politik

Jakarta, INDONEWS.ID – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengkritik mahasiswa Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) yang memperagakan salib merah raksasa dalam unjuk rasa memperingati Hari Sumpah Pemuda, Rabu (28/10/2026). Pigai meminta para mahasiswa Katolik itu tidak memakai salib untuk kepentingan politik.

Tanggapan tersebut ia sampaikan melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @nataliuspigai yang dikutip Indonews.id pada Kamis (29/10/2026).

"Salib dilarang untuk kepentingan politik. Salib hanya untuk membela kaum papa," tulis Pigai dalam unggahannya sambil memperlihatkan bahwa dirinya sedang berada di Katedral Jakarta.

Ia menegaskan bahwa saran itu bersifat umum dan ditujukan kepada seluruh adik-adik PMKRI. Menurut Pigai, salib semestinya dikibarkan untuk melawan kemiskinan, kebodohan, dan ketertinggalan demi orang miskin yang terpinggirkan. Salib, katanya, tidak boleh dikibarkan demi perebutan kekuasaan atau untuk menjadi partisan kelompok politik tertentu.

Pigai menilai salib yang dipakai dalam aksi tersebut seolah-olah menentang sejumlah program pemerintah. Program yang ia sebut adalah Sekolah Rakyat, Makan Gratis, Koperasi Merah Putih, Cek Kesehatan Gratis, Kampung Nelayan, dan Rumah Rakyat. Ia mengaitkan program-program itu dengan ajaran gereja tentang keberpihakan kepada orang miskin atau option for the poor.

"Saran saya jangan jual salib Kristus untuk politik," tulisnya.

Pigai juga menjadikan perjalanan kariernya sebagai contoh. Ia mengaku selama ini membela kemanusiaan, orang miskin, dan kaum papa. Menurut dia, sikap itulah yang membawanya diangkat menjadi menteri pada 21 Oktober 2024, yang ia sebut jatuh pada bulan Rosario.

Ia mengklaim kader PMKRI yang selama ini mengikutinya kini telah menjadi gubernur, bupati, pejabat, dan komisaris. Sebaliknya, mereka yang menurut Pigai menjual salib Kristus dan gereja serta mengaku mewakili umat Katolik "tidak jadi apa-apa hari ini".

Pigai menyebut ada tujuh menteri dan wakil menteri di kabinet saat ini yang sepemikiran dengannya. Mereka, katanya, bekerja untuk kaum papa, bukan untuk partai politik, mafia, penguasa, atau kelompok kepentingan.

Dalam unggahan yang sama, Pigai menyinggung dua nama, yakni J Plate dan Roy Rening. Ia menyebut para mahasiswa kini kembali mengikuti kedua orang tersebut. Pigai tidak merinci peran keduanya dalam aksi itu.

Semasa mahasiswa, Pigai juga aktif di PMKRI, selain di Walhi, Partai Rakyat Demokratik (PRD), dan Petisi 28. Ia menutup unggahannya dengan pesan kepada para juniornya.

"Dan ini fakta bukan hoax. Waktu mereka pimpin kalian jadi apa? Jadi masuk kotak sampah (J Plate dan Roy Rening). Sekarang kalian ikut mereka lagi. Mikirr ade2 Salib itu berat. Jangan sombong dan arogan mainkan salib Kristus. Nasihat dari kk," tulis Pigai.*



Artikel Lainnya