Home › Nasional

DAAI Impact Forum 2026: Kemajuan Teknologi Harus Mengabdi pada Nilai-nilai Kemanusian

Oleh : very - Senin, 02/11/2026 15:24 WIB


DAAI TV menggelar DAAI Impact Forum 2026 bertema “Building Bridges for Humanity” di Tzu Chi Center, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, pada 29 Oktober 2026. (Foto: Ist)
DAAI TV menggelar DAAI Impact Forum 2026 bertema “Building Bridges for Humanity” di Tzu Chi Center, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, pada 29 Oktober 2026. (Foto: Ist)

Jakarta, INDONEWS.ID - Kemajuan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) membuka berbagai peluang bagi kehidupan manusia.

Namun, di tengah kecanggihan tersebut, ada satu hal yang tidak boleh hilang tempatnya yaitu nilai-nilai kemanusiaan. Teknologi seharusnya menjadi alat yang membantu manusia, bukan justru mengendalikan manusia.

Berangkat dari pemikiran tersebut, DAAI TV untuk pertama kalinya menggelar DAAI Impact Forum 2026 bertema “Building Bridges for Humanity” di Tzu Chi Center, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, pada 29 Oktober 2026.

Mengusung semangat “Menjadi Manusia: Menjaga Nilai, Menggerakkan Kebaikan”, forum ini menjadi ruang pertemuan berbagai pihak untuk bertukar gagasan, membuka peluang kolaborasi, dan bersama-sama menghadirkan dampak positif bagi masyarakat.

Puluhan peserta dari berbagai latar belakang hadir dalam forum ini, mulai dari kalangan korporasi dan pengusaha, akademisi, media, pemerintah, komunitas, hingga organisasi masyarakat. Keberagaman peserta menjadi gambaran bahwa upaya menghadirkan perubahan membutuhkan keterlibatan dan kerja sama lintas sektor.

Sesi pertama, diskusi menyoroti perkembangan AI dan bagaimana manusia menyikapinya secara bijak. Menghadirkan Dr. Ignatius Haryanto Djoewanto, pemerhati teknologi informasi, dan Dr. Reza Alexander Antonius Wattimena, pendiri Rumah Filsafat, pembahasan mengajak peserta melihat bahwa AI tidak hanya membawa kemudahan, tetapi juga tantangan, mulai dari akurasi informasi, potensi penyebaran informasi menyesatkan, hingga kesadaran manusia dalam menggunakannya.

Reza menekankan pentingnya menjaga kendali manusia dalam menghadapi perkembangan teknologi. “Bagaimana supaya manusia menggunakan AI, bukan AI menggunakan manusia.” ungkapnya.

Sementara itu, Ignatius mengingatkan bahwa perkembangan teknologi perlu terus dipelajari dan diimbangi kesadaran agar manusia tetap mampu mengarahkan pemanfaatannya.

Diskusi berlanjut pada sesi “Bergerak, Berdampak”, yang memperlihatkan kolaborasi dapat menjawab persoalan nyata di masyarakat. Salah satu contoh yang diangkat adalah pembangunan jembatan di Sumba Barat Daya, yang terwujud melalui keterlibatan berbagai pihak, yaitu DAAI TV, peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), tim Vertical Rescue, serta donatur.

Prof. Dr. M. Alie Humaedi, peneliti utama BRIN, berperan dalam mengidentifikasi kebutuhan masyarakat melalui data dan penelitian. Temuan tersebut kemudian disebarluaskan oleh DAAI TV melalui platform media untuk mengajak lebih banyak pihak terlibat.

Kolaborasi ini mempertemukan riset, kekuatan media, kepedulian donatur, dan aksi nyata di lapangan hingga terwujudnya jembatan yang membantu mengatasi keterbatasan konektivitas masyarakat.


Bagi Rahmansyah Hasanuddin, donatur sekaligus Direktur Gaya Makmur Tractors, keterlibatan dalam pembangunan jembatan tersebut menjadi pengalaman yang menyentuh.

Ia tergerak ketika mengetahui manfaat jembatan bagi anak-anak yang harus menempuh perjalanan penuh tantangan untuk bersekolah.

Sementara itu, Bernadeta Santhi, produser DAAI TV, membagikan pengalaman menyaksikan langsung perjuangan masyarakat dan anak-anak di wilayah tersebut.

Kisah ini memperlihatkan bahwa media tidak hanya berperan menyampaikan informasi, tetapi juga dapat menjadi penghubung antara persoalan masyarakat dengan pihak-pihak yang memiliki kepedulian dan kemampuan untuk membantu.

CEO DAAI TV, Elisa Tsai, menyampaikan bahwa forum ini diharapkan dapat mempertemukan lebih banyak pihak untuk saling mengenal dan bekerja sama dalam menghadirkan kebaikan.

“Kita mengajak banyak pihak dengan satu tujuan, yaitu menyosialisasikan bahwa kebaikan bisa dilakukan melalui kerja sama dan kolaborasi. DAAI ingin menjadi jembatan yang mempertemukan berbagai pihak agar dapat saling mengenal, berbaur, dan membangun kerja sama ke depannya,” ungkap Elisa.

Antusiasme peserta juga menunjukkan bahwa forum ini membuka ruang bagi peluang kolaborasi selanjutnya.

 


Tertarik Mengembangkan Kerja Sama

Sementara itu, Melly Ridaryanthi, Wakil Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana yang juga hadir sebagai peserta, melihat keterkaitan pembahasan AI dengan dunia pendidikan.

Ia menyatakan ketertarikannya untuk mengembangkan kerja sama dengan DAAI TV dalam kegiatan pengabdian masyarakat dan pemberdayaan masyarakat.

Sementara itu, Kasturi, peserta dari kalangan pengusaha, berharap kegiatan seperti ini dapat diselenggarakan secara rutin agar semakin banyak pihak mengetahui perkembangan teknologi sekaligus berbagai upaya nyata DAAI TV dalam menghadirkan dampak bagi masyarakat.

Melalui DAAI Impact Forum 2026, DAAI TV ingin mengajak masyarakat memaknai kembali arti kemajuan. Keberhasilan tidak hanya diukur dari seberapa canggih teknologi yang diciptakan, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang dapat dirasakan oleh sesama.

Teknologi dapat menjadi sarana, media dapat menjadi penggerak, dan kolaborasi dapat menjadi jembatan menuju perubahan. Sebab, kebaikan tidak cukup hanya dibicarakan atau disampaikan melalui cerita. Kebaikan perlu digerakkan bersama agar semakin banyak masyarakat merasakan manfaatnya.

DAAI TV adalah media humanis yang berkomitmen menyebarkan kebaikan melalui tayangan dan konten yang mengedepankan nilai kebenaran, kebajikan, dan keindahan.

Melalui berbagai platform, DAAI TV berupaya menginspirasi masyarakat untuk menumbuhkan kepedulian, memperkuat nilai kemanusiaan, serta bersama-sama menghadirkan perubahan positif. *

Artikel Lainnya