Home › Daerah

Bencana dan Penanganannya di Tanah Air Hingga 3 November 2026

Oleh : very - Selasa, 03/11/2026 12:41 WIB


Kondisi rumah warga yang terdampak tanah longsor di Dusun Jonggrang, Desa Tamanayu, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang Provinsi Jawa Timur (31/10) sumber dokumentasi BPBD Kabupaten Lumajang. (Foto: BNPB)
Kondisi rumah warga yang terdampak tanah longsor di Dusun Jonggrang, Desa Tamanayu, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang Provinsi Jawa Timur (31/10) sumber dokumentasi BPBD Kabupaten Lumajang. (Foto: BNPB)

Jakarta, INDONEWS.ID - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia berdasarkan pemantauan Direktorat Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat BNPB periode Senin (2/11) pukul 07.00 WIB hingga Selasa (3/1) pukul 07.00 WIB.

Laporan tertulis Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB yang diterima di Jakarta, Selasa mengatakan, kejadian yang dilaporkan meliputi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kebakaran tempat pembuangan akhir (TPA), banjir, tanah longsor, serta cuaca ekstrem.

Kebakaran hutan dan lahan terjadi di sejumlah wilayah, antara lain Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah, serta Kabupaten Klaten dan Kota Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah.

Di Kabupaten Parigi Moutong, karhutla terjadi di Desa Gunung Sari, Kecamatan Bolano Lambunu, pada Jumat (30/10) sekitar pukul 11.10 WITA. Kebakaran melanda lahan perkebunan dan lahan kosong dengan luas terdampak sementara mencapai sekitar 110 hektare.

”Hingga Senin (2/11), api masih ditemukan di beberapa titik. Kondisi medan dan keterbatasan sumber air menjadi kendala dalam proses pemadaman,” ujar BPNB.

Tim gabungan yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong, TNI, Polri, pemadam kebakaran, Satpol PP, dan masyarakat telah melakukan upaya pemadaman hingga tahap pendinginan. Kebutuhan alat pemadam api masih diperlukan untuk mendukung penanganan di lapangan.

Kejadian karhutla lainnya berlangsung di Desa Ganongol Sari, Kecamatan Bolano Lambunu, Kabupaten Parigi Moutong, pada Minggu (1/11) sekitar pukul 16.00 WITA.

Kebakaran yang diduga dipicu pembakaran lahan secara sengaja tersebut mengakibatkan sekitar satu hektare lahan terbakar. BPBD bersama unsur TNI, Polri, relawan, Satpol PP, aparat desa, dan masyarakat melakukan koordinasi serta pemadaman. Setelah hujan turun, masih ditemukan asap dari dalam tanah di beberapa titik yang diduga berasal dari bara api yang tersimpan di lapisan tanah gambut.

Sementara itu, kebakaran hutan terjadi di kawasan Bukit Embung Purbasari, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, pada Senin (2/11) sekitar pukul 08.30 WIB. Kebakaran yang dipicu pembakaran sampah tidak terkendali tersebut menghanguskan sekitar 1,6 hektare lahan milik Perhutani. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Klaten, Masyarakat Peduli Api (MPA), Perhutani, relawan, dan warga setempat berhasil menyelesaikan penanganan serta pemadaman pada pukul 13.02 WIB.

 

Kebakaran TPA Degayu di Pekalongan

Adapun kebakaran TPA Degayu terjadi di Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan, Jawa Tengah, pada Minggu (1/11) sekitar pukul 11.30 WIB. Luas area yang terbakar diperkirakan mencapai 1,5 hektare dan tidak menimbulkan korban jiwa.

Hingga Senin (2/11), api masih belum berhasil dipadamkan. BPBD Kota Pekalongan berkoordinasi dengan lintas sektor untuk melakukan asesmen dan pemadaman. Posko lapangan serta dapur umum juga telah didirikan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) bersama Dinas Sosial, disertai distribusi bantuan logistik bagi petugas dan masyarakat terdampak.

Selain itu, BNPB juga mencatat laporan kejadian banjir yang terjadi di Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, serta Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara.

Di Kabupaten Lumajang, hujan berintensitas tinggi pada 1–2 November 2026 hingga pukul 22.00 WIB memicu luapan sungai, tanggul jebol, tanah longsor, dan pohon tumbang. Dampak kejadian tersebar di tiga kecamatan, yakni Pasirian, Jatiroto, dan Tempursari, meliputi delapan desa, yaitu Gondoruso, Rojopolo, Purorejo, Tempursari, Bulurejo, Punorejo, Kaliuling, dan Pundungsari.

Berdasarkan pendataan sementara, sekitar 1.417 kepala keluarga (KK) dan 1.417 unit rumah terdampak. Bencana juga berdampak pada akses jalan, jaringan listrik, serta lahan pertanian. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Lumajang melakukan penanganan dan pendataan di sejumlah lokasi, termasuk pembukaan akses jalan yang terdampak longsor pada jalur tembus Tamansari–Iburaja. Pemantauan juga dilakukan terhadap wilayah terisolasi, rumah warga yang terancam kerusakan, debit sungai, jembatan limpas, serta kondisi tanggul untuk mengantisipasi potensi bencana susulan. Bantuan logistik darurat disiapkan bagi masyarakat terdampak.

 

Banjir di Malang Landa 4 Kecamatan

Di Kabupaten Malang, banjir melanda empat kecamatan pada Senin (2/11), yakni Kecamatan Ampelgading, Bantur, Pagelaran, dan Sumbermanjing Wetan (Sumawe). Lima desa terdampak meliputi Desa Tirtomoyo, Lebakharjo, Bantur, Kademangan, dan Klepu. Bencana tersebut berdampak pada sekitar 43 KK, 43 unit rumah, dua warung, empat akses jalan, serta menyebabkan satu unit jembatan rusak.

TRC BPBD Kabupaten Malang telah melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan perangkat desa setempat. Berdasarkan kondisi terkini, air telah surut dan akses jalan sudah dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Petugas masih melakukan pembersihan material banjir. Kebutuhan yang diperlukan dalam penanganan antara lain alat berat dan truk tangki.

Di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, banjir yang dipicu hujan berintensitas tinggi pada Kamis (29/10) sekitar pukul 01.45 WIB menyebabkan kenaikan debit Sungai Ular hingga meluap dan mengakibatkan erosi pada dinding tepian sungai di Desa Bandar Kuala, Kecamatan Galang. Dampak kejadian tercatat pada sekitar 11 unit rumah. Sebanyak 13 KK atau 51 jiwa mengungsi, baik di tenda pengungsian yang didirikan Brigif 7/RR maupun di rumah kerabat.

BPBD Kabupaten Deli Serdang berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa serta mendukung pendirian tenda pengungsian, dapur umum oleh Korem Pantai Timur, dan pos kesehatan oleh Puskesmas Galang. Berdasarkan pemantauan hingga Senin (2/11), kondisi banjir telah surut.

BNPB juga mencatat kejadian tanah longsor di Kabupaten Badung, Provinsi Bali, serta cuaca ekstrem di Kabupaten Dairi, Provinsi Sumatera Utara.

Tanah longsor terjadi di kawasan Glamping Pelaga Eco Park, Banjar Bukit Buluk Tihing, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, pada Minggu (1/11). Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut memicu longsoran yang mengakibatkan dua orang dinyatakan hilang. BPBD Kabupaten Badung bersama Tim SAR gabungan yang melibatkan SAR Denpasar, BPBD Provinsi Bali, BPBD Kabupaten Badung, Damkar, Satpol PP, TNI/Polri, pemerintah kecamatan, dan aparat Desa Pelaga melakukan operasi pencarian terhadap korban.

Kejadian bencana lainnya, cuaca ekstrem terjadi di Dusun Liren, Desa Kuta Gamber, Kecamatan Tanah Pinem, Kabupaten Dairi, pada Jumat (30/10) sekitar pukul 19.00 WIB.

Peristiwa tersebut mengakibatkan pohon tumbang dan menimpa satu unit rumah warga hingga mengalami rusak berat. Kejadian ini menyebabkan satu orang meninggal dunia dan satu orang lainnya mengalami luka-luka. BPBD Kabupaten Dairi telah melakukan asesmen, berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa, evakuasi korban, serta memberikan penanganan kepada warga terdampak. Hingga Senin (2/11), lokasi kejadian masih dalam penanganan pemerintah setempat.

 

BMKG: Sebagian Besar Wilayah Masuki Musim Hujan

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) per 2 November 2026, sebagian wilayah Indonesia memasuki musim hujan pada November 2026. Pada periode ini.

BNPB mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi seperti hujan lebat disertai petir, angin kencang atau puting beliung, banjir, serta tanah longsor.

Selalu cek informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini secara berkala melalui kanal resmi BMKG, bersihkan saluran air, selokan, dan talang rumah agar aliran air tidak tersumbat dan menyebabkan genangan, pangkas dahan atau ranting pohon yang terlalu lebat, rapuh, atau berada dekat dengan kabel listrik dan bangunan, pahami jalur evakuasi dan siapkan tas siaga bencana yang berisi kebutuhan darurat untuk 3 hari.

BNPB mengingatkan pemerintah daerah untuk melakukan 8 langkah kesiapsiagaan yakni pemetaan wilayah rawan; memastikan kesiapan sumber daya manusia, personel, peralatan dan logistik; mengoptimalkan dana darurat; memperkuat mekanisme sistem peringatan dini; meningkatkan sosialisai evakuasi mandiri termasuk pada kelompok rentan; dan normalisasi sungai serta pembersihan fasilitas pengendali banjir. *

Artikel Lainnya