Home › Nasional

Pergerakan Prajurit TNI AL ke Jakarta Dimulai Sehari Sebelum Listyo Tersangka, TNI Bantah Ada Kaitan

Oleh : Rikard Djegadut - Kamis, 05/11/2026 08:25 WIB


Ilustrasi. KRI Makassar. (Foto: Wikimedia Commons)
Ilustrasi. KRI Makassar. (Foto: Wikimedia Commons)

Jakarta, INDONEWS.ID - Pergerakan prajurit TNI Angkatan Laut (AL) ke Jakarta ternyata dimulai pada Senin (2/11/2026), sehari sebelum Bareskrim Polri mengumumkan penetapan tersangka kasus dugaan penyadapan Presiden Prabowo Subianto. Mabes TNI membantah pengerahan itu berkaitan dengan kasus tersebut dan menegaskan tidak ada status Siaga 1 di Jakarta.

Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama TNI Tunggul membenarkan adanya pengerahan personel. Namun, ia tidak menyebut jumlah prajurit yang dikirim ke Jakarta.

"Kami sampaikan bahwa informasi tentang pengerahan personel TNI AL itu benar," kata Tunggul, Rabu (4/11/2026), seperti dikutip dari ANTARA.

Berdasarkan dokumen yang beredar di sejumlah grup percakapan, rencana pengerahan mencapai 20.980 personel dalam empat tahap. Tahap pertama sejak 2 November melibatkan 2.100 personel yang sudah berada di Jakarta. Tahap kedua dan ketiga menggerakkan 5.740 personel dari luar Jakarta lewat laut dan darat, antara lain dengan KRI Makassar dan KRI dr. Soeharso. Adapun 13.140 personel pada tahap keempat bersiaga di satuan masing-masing menunggu perintah.

Sejumlah media menyebut pengerahan itu merujuk pada surat telegram Panglima TNI Nomor STR/96/2026 tertanggal 2 November 2026. Isi dan jumlah dalam dokumen tersebut belum dikonfirmasi secara rinci oleh TNI. Pasukan disebut berada di bawah kendali operasi Kodam Jaya.

Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen TNI Muhammad Nas menyatakan pengerahan itu bagian dari kesiapsiagaan rutin. Menurut dia, langkah tersebut tidak terkait isu politik, kasus penyadapan Presiden, maupun pengamanan unjuk rasa 10 November.

"Pengerahan pasukan merupakan hal yang biasa dilakukan," kata Nas, seperti dikutip dari VIVA.

TNI AL memberikan alasan tambahan. Tunggul menyebut pergeseran pasukan juga berkaitan dengan persiapan latihan Operasi Pendaratan Khusus di Tanjung Burung dan Tanjung Pasir, Tangerang, serta latihan Tembus Gelombang di Rancecet, Pandeglang. Jadwal pasti kedua latihan itu belum disebutkan.

Meski demikian, sejumlah pertanyaan belum terjawab, mulai dari jumlah final personel hingga lama penugasan mereka di Jakarta.

Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra, yang ditanya soal ini di Banda Aceh, menyerahkan penjelasan rinci kepada Menteri Pertahanan dan Panglima TNI. Ia memastikan kondisi ibu kota tetap normal.

"Situasi keamanan di Jakarta biasa saja, tidak terjadi satu gejolak yang mengkhawatirkan," ujar Yusril, seperti dikutip dari Suara.com.*

(Rikard Djegadut)

Artikel Lainnya